Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bitung · 10 Sep 2024 14:10 WITA ·

Polisi Sita Benda Tajam  di Tawuran Pelajar SMP di Bitung 


Polisi Sita Benda Tajam  di Tawuran Pelajar SMP di Bitung  Perbesar

Bitung, Sulutnews.com –  Terjadi aksi tawuran antara siswa SMP Negeri 6 dan SMP Negeri 1 Bitung di Komplek Stadion Duasudara, Kelurahan Manembo-Nembo Tengah, Kecamatan Matuari, Kota Bitung.

Tawuran ini melibatkan sejumlah siswa dari kedua sekolah, pada Senin(09/09/24) sekitar pukul 11:30wita.

Mendapat informasi tersebut, Polsek Matuari yang dipimpin oleh Waka Polsek IPTU Agustinus Koraag, bersama Patroli Presisi Satuan Sabhara Polres Bitung, segera menuju lokasi.

Pada pukul 11.35 WITA, mereka berhasil mengamankan 17 siswa dari SMP Negeri 1 yang terlibat tawuran.

Selanjutnya, siswa-siswa yang diamankan dibawa ke kantor Mapolsek Matuari  untuk pendataan dan pembinaan.

Dari keterangan siswa SMP Negeri 1, tawuran ini berakar dari insiden yang terjadi pada bulan Agustus 2024, saat lomba olahraga di Stadion Duasudara.

Konflik antara siswa SMP Negeri 1 dan SMP Negeri 6 berlanjut dengan sindiran melalui grup WhatsApp “Baku Sayang”.

Pada hari Sabtu, 7 September 2024, terjadi kesepakatan untuk berkelahi lagi pada hari Senin, 9 September 2024.

Kapolsek Matuari AKP Yusi Kristiana, SE, mengundang para guru, kepala sekolah, dan orang tua siswa pada pukul 16.00 WITA untuk menyelesaikan masalah ini.

Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan, antara lain: permasalahan tawuran diselesaikan di tingkat sekolah. Para siswa tidak mengulangi perbuatannya dan akan diawasi oleh orang tua serta guru. Anak-anak yang membawa panah wayer akan diproses sesuai hukum yang berlaku.Pembuatan pernyataan dari siswa yang terlibat untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Kapolsek Matuari juga mengonfirmasi bahwa dua siswa, MM dan AO dari SMK Negeri 6, yang membawa panah wayer dan pelontar, telah diamankan dan diproses lebih lanjut.

Ia juga berharap peran aktif kepala sekolah, guru, dan orang tua dalam mengawasi anak-anak agar tidak terlibat tawuran di lain waktu.

(Tzr)

Artikel ini telah dibaca 1,354 kali

Baca Lainnya

Mudik Lebaran 2026, Tiket Diskon PELNI Tembus 467 Ribu Penumpang

5 April 2026 - 15:30 WITA

‎Wali Kota Hengky Honandar Dampingi BNPB Tinjau Lokasi Gempa, Pastikan Penanganan Cepat

3 April 2026 - 18:33 WITA

TPK Bitung dan TPK Ternate Kembali Beroperasi Pasca Gempa Bumi 7,6 SR

2 April 2026 - 23:51 WITA

Wali Kota Bitung Gerak Cepat Tangani Pascabencana

2 April 2026 - 23:11 WITA

Dorong Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi, Dandim 1310/Bitung Dampingi Pangdam XIII/Merdeka Tinjau Pembangunan Jembatan Perintis Garuda

2 April 2026 - 23:00 WITA

Air Keruh Pascagempa, Distribusi PDAM Bitung Terganggu

2 April 2026 - 16:32 WITA

Trending di Bitung