Menu

Mode Gelap
Presiden Jokowi Didampingi Gubernur Sulut Olly Dondokambey Resmikan Bendungan Lolak di Kabupaten Bolmong Puncak Peringatan HPN 2024 Gubernur Sulut Olly Dondokambey Terima Penghargaan Pena Emas, Disaksikan Presiden Jokowi Tamuntuan Sukses Wujudkan Ekspor Ikan Perdana ke Filipina Walikota Caroll Senduk Inspektur Upacara Peringatan HUT Ke-21 Kota Tomohon Tamuntuan Bawa Bantuan Bencana Ke Kampung Laine

Hukrim · 18 Jan 2023 09:20 WIB ·

Polda Sulut Gelar Press Conference Penanganan Kasus Dugaan Cabul di Panti Asuhan Bolmong


 Polda Sulut Gelar Press Conference Penanganan Kasus Dugaan Cabul di Panti Asuhan Bolmong Perbesar

MANADO,SULUTNEWS.COM– Polda Sulawesi Utara (Sulut) menggelar press conference terkait penanganan kasus dugaan perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur, yang terjadi di salah satu panti asuhan yang ada di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).

Dir Reskrimum Polda Sulut Kombes Pol Gani Siahaan, mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar bulan November 2019 sampai dengan bulan September 2021.

“Terjadi dugaan tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur yang dilakukan oleh seorang tersangka dengan inisial FP, yang merupakan ketua ataupun kepala panti asuhan tersebut. Sedangkan korbannya inisial GS,” ujarnya, didampingi Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast, Rabu (18/1/2023) siang, di Mapolda.

Lanjut Kombes Pol Siahaan, yang dilakukan oleh tersangka adalah menyuruh korban untuk memijat, bahkan tersangka memegang organ vital korban.

“Hal ini sering terjadi berulang-ulang di panti asuhan tersebut. Dengan modus bahwa, apabila korban melakukan perbuatan itu (memijat), korban akan menerima sesuatu berupa uang sejumlah Rp50 ribu sampai Rp100 ribu,” jelas Kombes Pol Siahaan, di depan sejumlah awak media.

Ditambahkannya, terhadap tersangka sudah dilakukan penahanan, dan barang bukti yang ada antara lain, Visum Et Repertum fisik korban serta Visum Et Repertum Psikiatrikum.

“Untuk pasal yang dipersangkakan kepada tersangka, kita kenakan pasal 82 ayat (1) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2022 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman pidana penjara paling rendah 5 tahun dan paling tinggi 15 tahun,” pungkas Kombes Pol Siahaan. (**/arp)

Artikel ini telah dibaca 241 kali

Baca Lainnya

Dua Dari Tiga Difabel Lolos Tes Tingkat Akhir SIPSS Polri

25 February 2024 - 17:50 WIB

Kegiatan Barbar-Religi Polsek Pantai Baru: Berkisah Kepada Masyarakat Lewat Kata Renungan

25 February 2024 - 17:30 WIB

Polisi Amankan Pelaku dan BB 8000 Liter BBM Solar Bersubsidi di 2 Lokasi di Manado

24 February 2024 - 19:55 WIB

Kasus Percabulan Terhadap Anak di Rote Barat, Modusnya Minta Pijat

24 February 2024 - 18:51 WIB

Begini Cara SSDM Polri Pulihkan Psikologi Anggota Operasi Damai Cartenz

24 February 2024 - 12:49 WIB

Setwan DPRD Sulut Gerak Cepat, Inilah Syarat Kunker Luar Negri Sesuai Kemendagri 59 Tahun 2019

24 February 2024 - 11:08 WIB

Trending di Manado