Reporter: Dance Henukh
Rote Ndao.Sulutnews.com – Malam penutupan Festival Literasi Baca yang berlangsung pada 25 April 2026 menjadi momen yang tak terlupakan bagi seluruh yang hadir. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menumbuhkan dan mempromosikan budaya gemar membaca di tengah masyarakat, tetapi juga menjadi wadah berharga untuk menghidupkan kembali serta menampilkan kekayaan warisan budaya daerah. Salah satu penampilan yang paling dinanti dan menghiasi rangkaian acara tersebut adalah Tari Foti, tarian khas yang menjadi kebanggaan masyarakat Rote Ndao.
Saat pertunjukan dimulai, perhatian seluruh penonton terpusat pada panggung. Para penari tampil memukau dengan mengenakan busana adat lengkap beserta perhiasan khas yang indah, diiringi gerakan yang lincah dan selaras dengan alunan musik pengiring yang merdu. Lebih dari sekadar keindahan bentuk seni, setiap gerakan yang diperagakan mengandung makna mendalam. Ia menggambarkan kearifan lokal masyarakat setempat yang dikenal memiliki sifat tangguh, senantiasa bersyukur atas nikmat yang diterima, serta menjaga hubungan yang harmonis baik dengan alam sekitar maupun sesama manusia.
Penampilan tari ini ibarat sebuah “bacaan hidup” yang sarat dengan nilai-nilai luhur, sehingga sejalan dengan tujuan utama diselenggarakannya festival. Melalui gerakan dan cerita yang dibawakan, terkandung ajaran tentang pentingnya hidup bergotong royong, ketekunan dalam berusaha, serta rasa bangga yang mendalam terhadap identitas daerah sendiri. Hal ini sekaligus mengingatkan kita bahwa kegiatan membaca dan upaya melestarikan budaya bukanlah dua hal yang terpisah, melainkan keduanya merupakan wujud nyata dari rasa cinta terhadap tanah air.
Acara ini membuktikan bahwa budaya lokal memiliki daya tarik dan kekuatan tersendiri untuk menginspirasi serta menyatukan hati banyak orang. Membaca berarti membuka pintu wawasan dan pengetahuan, sedangkan menjaga warisan budaya berarti memperkuat akar jati diri bangsa. Keduanya merupakan modal yang sangat berharga untuk membangun masa depan yang lebih baik, mewujudkan generasi yang cerdas, berilmu, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh nenek moyang.







