Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Internasional · 26 Apr 2026 02:48 WITA ·

Festival Literasi Baca: Pertunjukan Budaya Warnai Malam Penutupan


Festival Literasi Baca: Pertunjukan Budaya Warnai Malam Penutupan Perbesar

Reporter: Dance Henukh

Rote Ndao.Sulutnews.com – Malam penutupan Festival Literasi Baca yang berlangsung pada 25 April 2026 menjadi momen yang tak terlupakan bagi seluruh yang hadir. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menumbuhkan dan mempromosikan budaya gemar membaca di tengah masyarakat, tetapi juga menjadi wadah berharga untuk menghidupkan kembali serta menampilkan kekayaan warisan budaya daerah. Salah satu penampilan yang paling dinanti dan menghiasi rangkaian acara tersebut adalah Tari Foti, tarian khas yang menjadi kebanggaan masyarakat Rote Ndao.

Saat pertunjukan dimulai, perhatian seluruh penonton terpusat pada panggung. Para penari tampil memukau dengan mengenakan busana adat lengkap beserta perhiasan khas yang indah, diiringi gerakan yang lincah dan selaras dengan alunan musik pengiring yang merdu. Lebih dari sekadar keindahan bentuk seni, setiap gerakan yang diperagakan mengandung makna mendalam. Ia menggambarkan kearifan lokal masyarakat setempat yang dikenal memiliki sifat tangguh, senantiasa bersyukur atas nikmat yang diterima, serta menjaga hubungan yang harmonis baik dengan alam sekitar maupun sesama manusia.

Penampilan tari ini ibarat sebuah “bacaan hidup” yang sarat dengan nilai-nilai luhur, sehingga sejalan dengan tujuan utama diselenggarakannya festival. Melalui gerakan dan cerita yang dibawakan, terkandung ajaran tentang pentingnya hidup bergotong royong, ketekunan dalam berusaha, serta rasa bangga yang mendalam terhadap identitas daerah sendiri. Hal ini sekaligus mengingatkan kita bahwa kegiatan membaca dan upaya melestarikan budaya bukanlah dua hal yang terpisah, melainkan keduanya merupakan wujud nyata dari rasa cinta terhadap tanah air.

Acara ini membuktikan bahwa budaya lokal memiliki daya tarik dan kekuatan tersendiri untuk menginspirasi serta menyatukan hati banyak orang. Membaca berarti membuka pintu wawasan dan pengetahuan, sedangkan menjaga warisan budaya berarti memperkuat akar jati diri bangsa. Keduanya merupakan modal yang sangat berharga untuk membangun masa depan yang lebih baik, mewujudkan generasi yang cerdas, berilmu, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh nenek moyang.

Artikel ini telah dibaca 1,217 kali

Baca Lainnya

Kadis Dikda Femmy Suluh : Pelaksanaan MPLS Hari Pertama Lancar Murid Sangat Antusias, Murid ADEM dari 3T Senang Ikut MPLS

13 Juli 2026 - 23:52 WITA

DPRD Rote Ndao Komisi II Respon Cepat: Panggil Pimpinan RSUD Ba’a ke RDP Besok, Usut Tuntas Kematian Agustinus Mau

13 Juli 2026 - 12:16 WITA

Nyawa Dihargai Lebih Murah dari Biaya Ambulans: RSUD Ba’a Halangi Rujukan, Agustinus Mau Mati Sia‑sia

13 Juli 2026 - 08:33 WITA

Kepala BPMP Sulut Febry Dien: Pelaksanaan MPLS Ramah Mulai 13 Juli Jangan Ada Kekerasan, Kadis Dikda Semua Sekolah SMA/SMK Ikut Juknis MPLS

11 Juli 2026 - 23:00 WITA

Ujian Jalur Mandiri T2 di Unsrat Selesai Jumat 10 Juli 2026, Sekitar 5 Persen Dari 3.330 Yang Mendaftar Tidak Ikut Ujian

11 Juli 2026 - 22:49 WITA

Forum Tanah Air Menyikapi Perseteruan Institusi Kejaksaan Dan Kepolisian

11 Juli 2026 - 21:13 WITA

Trending di Internasional