Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Bengkulu · 2 Jul 2024 20:33 WITA ·

Pertama di Bengkulu, Buffer Area Pulau Baai Mempermurah Biaya Logistik, Kamtibmas Pelabuhan Kondusif


Pertama di Bengkulu, Buffer Area Pulau Baai Mempermurah Biaya Logistik, Kamtibmas Pelabuhan Kondusif Perbesar

Sulutnews.com – Bengkulu – Gubernur Rohidin Mersyah yakin keberadaan Buffer Area di Pelabuhan Pulau Baai akan memberi dampak positif terhadap kemajuan ekonomi Bengkulu. Hal tersebut ia sampaikan saat Peresmian dan Go Live Pengoperasian Buffer Area Pelabuhan Pulau Baai, Selasa (2/7/2024).

“Pertama, dengan adanya buffer area ini daya saing pelabuhan akan naik. Kedua, biaya distribusi turun atau paling tidak stabil. Mereka akan dapat kenyamanan. Ketiga, tentu kita ingin situasi Kamtibmas semakin kondusif di kawasan pelabuhan. Keempat, ada kontribusi terhadap pendapatan asli daerah,” papar gubernur.

Untuk diketahui, adanya buffer area ini merupakan tindak lanjut usulan Pemda Provinsi Bengkulu kepada General Manager PT Pelindo Regional II tahun 2023 lalu, perihal perbaikan kinerja pelabuhan Pulau Baai secara menyeluruh.

Penyediaaan buffer area dalam kawasan pelabuhan untuk difungsikan sebagai tempat parkir truk sementara.

“Buffer area di wilayah pelabuhan memainkan peran penting dalam memastikan kelancaran, efisiensi, dan keamanan operasional pelabuhan. Dengan adanya buffer area dapat mengurangi waktu tunggu kapal di pelabuhan. Hal ini tentu akan menurunkan biaya logistik,” jelas Rohidin.

Biaya yang lebih rendah tersebut tidak hanya menguntungkan pelaku usaha, tetapi juga dapat meningkatkan daya saing pelabuhan di pasar global.

Buffer area juga memungkinkan manejemen pelabuhan mengatur alur barang dengan lebih baik. Dengan adanya tempat penampungan sementara ini, kedatangan dan keberangkatan barang lebih teratur dan terencana, sehingga operasional menjadi lebih efisien.

Mengingat Pelabuhan Pulau Baai memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang perdagagangan dan distribusi barang di wilayah pesisir barat Pulau Sumetera.

Implementasi buffer area yang baik di pelabuhan ini dapat memberikan manfaat signifikan bagi pelaku usaha, operator pelabuhan dan ekonomi secara keseluruhan. Diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, baik dalam bentuk peluang kerja baru maupun peningkatan ekonomi lokal.

“Saya juga mengajak seluruh pihak, baik dari pemerintahan maupun swasta, untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam memajukan sektor logistik dan transportasi di Bengkulu,” tutup Rohidin dalam sambutannya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Executive Director 2 Regional 2 Pelindo, Drajat Sulistiyo menjelaskan, regulasi buffer area ini diatur oleh Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Pulau Baai.

“Operatornya kita, namun untuk penerapan tarif masih menuggu dari KSOP. Saat ini sosialisasi dulu, proses uji coba sekitar satu bulan. Dalam pelaksanaannya kita siapkan officer untuk membantu,” demikian Drajat.

Tanto.

Artikel ini telah dibaca 1,033 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

AMJ Kawal Kasus Intimidasi 8 Wartawan yang Dikurung 30 Menit oleh Oknum Pejabat di Kepahiang

1 Mei 2026 - 02:00 WITA

Viral! Wartawan Kepahiang Dikurung 30 Menit Saat Konfirmasi Kasus

1 Mei 2026 - 01:53 WITA

Gubernur Helmi Hasan Tamba Kuota BSPS, Bengkulu Raih 1.299 Unit Rumah Layak Huni

6 April 2026 - 22:49 WITA

Korwil Media Sulawesi Sampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M

21 Maret 2026 - 15:14 WITA

Polda Bengkulu Perketat Pengamanan Ramadan 1447 H, Terapkan Jam Belajar Malam

24 Februari 2026 - 13:09 WITA

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Trending di Adat Budaya