Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Opini · 15 Jan 2024 07:28 WITA ·

Peringati Peristiwa Malari 1974 : dr. Hariman Siregar Sang Pendobrak Penguasa Otoriter


Foto : Yono Hartono (Wakil Ketua Umum SMSI Pusat) Perbesar

Foto : Yono Hartono (Wakil Ketua Umum SMSI Pusat)

Penulis : Yono Hartono (Wakil Ketua Umum SMSI Pusat)

dr.Hariman Siregar Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia UI, yang juga mantan ketua dewan mahasiswa UI, pada masa rezim orde baru sempat dipenjarakan terkait Peristiwa Malapetaka 15 Januari 1974 atau lebih dikenal dengan peristiwa Malari tahun 1974, sebagai Aktor Utama Peristiwa Malari, Hariman tidak gentar melawan Penguasa yang sangat otoriter pada saat itu.

Pecahnya Peristiwa Malari, adalah  bentuk dari tanggung Jawab Hariman,  Sebagai mahasiswa, yang memiliki tanggung jawab terhadap kontrol sosial, dimana Kekuatan Asing merajalela Kuasai Indonesia.

Jenderal Soeharto Sebagai Presiden dimasa orde baru, sangat represif terhadap sikap kritis mahasiswa, apalagi sosok mahasiswa seperti Hariman Siregar, yang bukan hanya kritis, tapi juga mampu menggerakan masa, untuk turun ke jalan, lakukan protes, berbagai macam kebijakan Penguasa saat itu, yang merugikan bangsanya sendiri.

dr.Hariman Siregar dan kawan-kawannya, bertindak melakukan perlawanan terhadap penguasa saat itu rezim orde baru, yang berakibat Hariman harus masuk jeruji penjara penguasa. Bagi Hariman membela Rakyat dari Penghisapan pihak Asing lebih utama meski nyawa dan penjara menjadi taruhannya.

Pasca reformasi rezim orde baru runtuh, hariman tidak lantas gila jabatan dan gila untuk berkuasa, hariman tetap menjadi aktivis pejuang demokrasi di Indonesia, dengan mendirikan sebuah wadah yang bernama Indemo, melalui Indemo, hariman tetap menjadi manusia yang kritis, mensikapi segala prilaku politik penguasa yang anti demokrasi dan diskriminasi, apalagi sampai memaksakan diri berkuasa untuk dinasti.

Selamat Memperingati Peristiwa Malari 15 Januari 2024.

Artikel ini telah dibaca 1,560 kali

Baca Lainnya

Sipilisasi Polri dan Jalan Panjang Reformasi yang Terlupakan

10 Juni 2026 - 10:12 WITA

Pembubaran Nobar Pesta Babi dan Rapuhnya Demokrasi Indonesia Pasca-Reformasi Pengantar

17 Mei 2026 - 23:49 WITA

Legacy Michael Bambang Hartono Tetap Hidup di Meja Bridge

1 Mei 2026 - 23:30 WITA

Menjaga Nyala yang Ditinggalkan Michael Bambang Hartono

24 Maret 2026 - 22:52 WITA

Ketum AMKI, Tundra Meliala: Kemenangan untuk Memulihkan Keberanian

20 Maret 2026 - 16:20 WITA

Nasib Perjanjian Dagang (ART) Indonesia dan Amerika Serikat

8 Maret 2026 - 06:20 WITA

Trending di Internasional