Menu

Mode Gelap
Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix

Advetorial · 2 Des 2022 05:23 WITA ·

Peringati Hari Guru Nasional dan HUT ke-77 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pemkab Mitra


Peringati Hari Guru Nasional dan HUT ke-77 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Pemkab Mitra Perbesar

Mitra,Sulutnews.com – Peringati Hari Guru Nasional dan HUT ke-77 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Tenggara (Mitra), menggelar upacara, bertempat di Pantai Lakban Kecamatan Ratatotok. Selasa, (29/11) kemarin.

Momentum peringatan HUT ke-77 PGRI di Kabupaten Mitra mengambil tema, “Serentak Berinovasi Wujudkan Merdeka Belajar”.

Upacara dipimpin Bupati James Sumendap dan dihadiri Wakil Bupati Jocke Legi, Ketua DPRD Marty Ole, Wakil Ketua Katrien Mokodaser, Sekkab David Lalandos, Anggota Dewan Artly Kountur serta ribuan guru di Minahasa Tenggara.

Bupati James Sumendap dalam sambutannya menyampaikan tanpa guru saya tidak ada disini, tanpa guru James Sumendap tidak jadi Bupati Minahasa Tenggara.

” Guru adalah bagian dari keluarga, karena guru mengajarkan apa yang tidak pernah diajarkan dalam kehidupan rumah tangga,” tukas Sumendap.

JS sapaan akrab Bupati mengajak kita agar menghormati guru. Itu tanda murid yang berakhlak, murid yang menterjemahkan rasa hormat kepada guru.

“Mereka adalah pahlawan yang mengajari kita dalam menempuh dunia pendidikan, mereka harus dihormati, bukan saja para murid, tetapi juga dihormati oleh orang tua murid,” tuturnyaa.

Panglima Panji Yosua GMIM ini berpesan, kepada guru-guru agar jangan pernah lelah sebagai orang tua kedua oleh murid-muridnya.

“Hal yang terpenting disini yaitu, para guru harus cermat melihat kondisi yang ada. Ini kadang kalah kita belum tahu apa yang diberitahukan kepada murid, namun mereka sudah tahu. Karena arus informasi dan globalisasi.

 

Setiap siswa-siswi mempunyai tanggung jawab sebagai tongkak estafet membangun negara kesatuan republik Indonesia yang kita sayangi, kita cintai bersama,” paparnya.

James menyatakan agar anak-anak kita harus sekolah. Jangan pernah putus sekolah, karena sekolah itu sangat penting demi masa depannya.

“Karena itu saya meminta, bagi anak yang belum sekolah atau putus sekolah, harus sekolah, saya juga susah payah sekolah,”bebernya.

 

Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh guru atas semua perjuangan yang telah dicurahkan demi mendidik siswa-siswi sehingga memiliki pengetahuan dan menjadi orang yang berbakti bagi nusa dan bangsa Indonesia. (advetorial).

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Polsek Urban Kotabunan Gelar Cipta Kondisi Serta Razia Knalpot Brong

17 Mei 2026 - 19:46 WITA

Kepsek SMK Negeri 1 Ratahan Anna Powa Minta 216 Siswa Yang Baru Lulus Mampu Mengunakan Kompetensi Keahlian Saat Bekerja di DUDI

16 Mei 2026 - 23:31 WITA

Tingkatkan Pelayanan Publik Serta Pengelolaan BMD, Bupati Ronal Kandoli Hadiri Rakor Optimalisasi Bersama KPK RI

12 Mei 2026 - 15:27 WITA

Kadis PMD Mitra: Pendaftaran Perangkat Desa Dibuka, Kesempatan Emas Mengabdi untuk Daerah

8 Mei 2026 - 21:55 WITA

Dugaan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi Pertamina Berikan Skorsing Penyaluran Produk Biosolar Kepada SPBU di Tombatu

7 Mei 2026 - 23:35 WITA

Pemkab Mitra Raih Skor SPI Tertinggi Se Sulut Dari KPK

6 Mei 2026 - 14:47 WITA

Inspektur
Trending di Mitra