Menu

Mode Gelap
Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix

NTT · 20 Jul 2024 08:21 WITA ·

Pengusaha Tangki Air Mengeluhkan Langkanya Solar di Kabupaten Rote Ndao


Pengusaha Tangki Air Mengeluhkan Langkanya Solar di Kabupaten Rote Ndao Perbesar

Rote Ndao,Sulutnews.com – Pengusaha tangki air di Kabupaten Rote Ndao mengeluhkan langkanya bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang semakin menyulitkan operasional mereka. Pasokan solar di SPBU Metina dan SPBU Sanggaoen yang hanya dibuka satu kali dalam seminggu, atau bahkan dua minggu sekali, tidak mencukupi kebutuhan mereka.

Seorang pengusaha tangki air menyampaikan, “Pertamina sudah dua minggu terakhir berturut-turut tidak buka, dan baru kemarin buka satu kali di SPBU Metina dan SPBU Sanggaoen. Kami sangat kewalahan dengan stok solar yang minim ini.”

Para pengusaha juga menyoroti kebijakan pembatasan pembelian solar yang dinilai tidak efektif. “Kalau bisa kita punya jatah misalnya satu mobil hanya ditetapkan 60 liter untuk empat hari. Kalau hari ini buka, nanti mereka bilang stok sudah habis,” tambahnya.

Menurut pengusaha tersebut, pihak Pertamina memberikan alasan bahwa pasokan dari Kupang sangat terbatas sehingga mereka hanya mendapatkan jatah 300 liter per mobil. Harga solar di Pertamina Rp. 6.800 per liter, namun karena stok sering habis, mereka terpaksa membeli dari pengecer dengan harga yang melambung tinggi, mencapai Rp. 15.000 hingga Rp. 17.000 per liter.

“Kami mengharapkan Penjabat Bupati Rote Ndao untuk turun tangan memeriksa stok solar di SPBU yang ada di Kabupaten Rote Ndao. Kami, pengusaha tangki air dan dam truk, yang selalu melayani kebutuhan masyarakat, sangat kesulitan mencari solar,” keluhnya.

Keluhan serupa juga datang dari pengusaha lain yang mengalami kesulitan mendapatkan solar. “Kalau Pertamina buka solar hari Senin, itu pun ketika kapal tangker masuk baru dibuka. Kami mendapatkan 30-40 liter solar setiap pengisian, namun itu hanya cukup untuk tiga hari. Setelah itu, kami kembali ke SPBU dan stok sudah habis,” ungkapnya.

Para pengusaha mengaku sering kali terpaksa membeli solar di pinggir jalan dengan harga yang jauh lebih mahal demi memenuhi permintaan masyarakat. Mereka berharap ada solusi segera untuk masalah ini agar operasional mereka tidak terus terganggu.

Reporter: Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,091 kali

Baca Lainnya

Usman Husin: Melukis Sejarah Peningkatan Produktivitas Padi di Rote Ndao

11 Mei 2026 - 19:50 WITA

Hari Pertama Ujian Semester SD Negeri Nduadi: Semangat Mandiri dan Harmoni Melampaui Jarak

11 Mei 2026 - 13:15 WITA

Bupati Rote Ndao Didampingi Asisten Satu dan Prof Yusuf Henuk Pantau Pekerjaan Tambak Garam Proses Masih Tahap Penyelesaian dan Uji Coba

9 Mei 2026 - 20:59 WITA

Tiga Poin Krusial Di Reses Perdana Yunus Panie Demi Kesehatan, Pendidikan dan Ekonomi Warga

9 Mei 2026 - 13:42 WITA

Janji Bupati Bangun Sekolah SMP: Masyarakat Desa Lidor Minta di Reses Perdana Yunus Panie

9 Mei 2026 - 11:07 WITA

Yunus Panie Gelar Reses Perdana di Desa Lidor: Bawa Pelayanan Kesehatan, Bantuan Langsung, dan Tampung Aspirasi Warga

8 Mei 2026 - 23:20 WITA

Trending di Entertainment