Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

NTT · 30 Jun 2025 19:49 WITA ·

Pengakuan Santi Nenohais: Saya Menyakiti Hati Suami Saya yang Baik


Ilustrasi perselingkuhan Perbesar

Ilustrasi perselingkuhan

Rote Ndao,Sulutnews.com – Kisah perselingkuhan Santi Nenohais dari Desa Inaoe, Kecamatan Rote Selatan, Kabupaten Rote Ndao, mengguncang masyarakat setempat. Perempuan ini secara terbuka mengakui kesalahannya dan menyesali hubungan gelapnya dengan Efen Ta’ek. Air mata penyesalannya tak mampu menghapus luka mendalam yang telah ditimbulkannya pada suami yang selama ini berjuang keras untuk keluarganya.

Suaminya, seorang pekerja bangunan di desa tetangga, berkorban besar demi mencukupi kebutuhan Santi dan anak-anak mereka. Kesetiaan dan pengorbanan tersebut justru dibalas dengan pengkhianatan. Pada tanggal 8 Juni 2025, Santi mengakui perbuatannya kepada media ini. Saat suaminya berjuang di perantauan, Santi menjalin hubungan terlarang dengan Efen Ta’ek. Ironisnya, perselingkuhan ini terjadi di belakang punggung suami yang begitu menyayangi keluarganya.

“Saya telah menyakiti hati suami saya,” ucap Santi dengan suara bergetar, mengakui kesalahannya. “Dia begitu baik, dan saya telah membalas kebaikannya dengan pengkhianatan.” Pengakuan ini bukan hanya melukai hati suaminya, tetapi juga menyayat hati Tuhan. Perbuatannya menjadi pengingat akan pentingnya kesetiaan dan kejujuran dalam sebuah hubungan. Pengorbanan dan kerja keras suami yang tak ternilai harganya telah diinjak-injak oleh perbuatannya.

Efen Ta’ek, yang membaca berita dan mendatangi media ini pada tanggal 9 Juni 2025, mengakui perselingkuhannya dengan Santi. Ia bahkan mengakui anak perempuan yang dilahirkan Santi adalah anaknya. “Iya, beta akui beta selingkuh dengan Santi Nenohais dan sampai hamil dan melahirkan satu anak perempuan,” akunya dengan nada memohon.

Efen Ta’ek juga mengungkapkan bahwa Santi beberapa kali menghubunginya setelah kejadian tersebut, namun ia memilih untuk mengabaikannya. “Karena Santi Nenohais mengirim pesan melalui WhatsApp kepada dirinya, Santi marah-marah jadi beta biarkan saja nanti sudah aman baru beta hubungi Santi,” jelasnya. Lebih lanjut, Efen Ta’ek mengaku adanya semacam perjanjian rahasia antara dirinya dan Santi untuk merahasiakan perselingkuhan mereka.

Kisah ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat Rote Ndao, khususnya tentang pentingnya komitmen dan kesetiaan dalam sebuah hubungan rumah tangga. Semoga kisah Santi dan Efen menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu menghargai dan menjaga hubungan yang telah kita bangun.

Reporter: Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 822 kali

Baca Lainnya

Ketua MD GPdI: Pdt. Davit Selan Tidak Mengaku, Korban dan Keluarga Pergi

26 April 2026 - 17:03 WITA

Dari Pelosok Menuju Puncak: Kepala Sekolah UPTD SD Negeri Nduadi di Desa Sotimori

26 April 2026 - 03:29 WITA

Festival Literasi Baca: Pertunjukan Budaya Warnai Malam Penutupan

26 April 2026 - 02:48 WITA

Dokumen Kesimpulan Penggugat dalam Perkara Nomor 1/G/2026/PTUN.MDN

25 April 2026 - 11:51 WITA

Kepala SD Nduadi dan Kepala UPTD SMPN 1 Ndao Diapresiasi Berprestasi dalam Pengelolaan Dana BOS Oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Rote Ndao

25 April 2026 - 11:34 WITA

Kepala UPTD SMP Negeri 1 Lobalain Tidak Ada Kemampuan: Kondisi Memprihatinkan di Tengah Pusat Kota

25 April 2026 - 11:19 WITA

Trending di News