Manado, Sulutnews.com – Pendaftaran kembali murid yang sudah lulus Sistim Penerimaan Murid Baru (SPMB) disejumlah SMA pada hari pertama Senin (29/6/26) berjalan lancar. Pendaftaran kembali hinga Kamis 2 Juli 2026. Murid yang tidak mendaftar kembali diangap mengundurkan diri.
Pantauan Jurnalis Sumikolah Sulut hari pertama Senin (29/6/26) disejumlah SMA Negeri pada hari pertama seperti di SMA Negeri 7 di Teling Manado, SMA Negeri 1 di Sario Manado dan SMA Negeri 9 di Kleak Manado terlihat murid murid didampingi tua yang mengantar anak mereka nampak antre untuk mendaftar kembali lewat panitia.
” Ya untuk sekolah kita hari pertama lancar proses pendaftarannya” kata Kepsek SMA Negeri 7 Manado Dr Willem Rawung SS.MM kepada Jurnalis Sumikolah Sulut disela sela proses pendaftaran kembali.
Menurutnya hari pertama pendaftaran kembali turut disaksikan Kabid Guru dan Tenaga Kependidikan ( GTK) Dikda Sulut Bravo Turangan ST dan tim.
Dijelaskan oleh Kepsek Rawung, sekolahnya akan menerima 468 murid sesuai kouta tahun ajaran baru 2026 . Untuk tidak ada penumpukan dalam pendaftaran kita memakai nomor urut satu hinga 100 hari pertama untuk menghindari antrean panjang. Jadwal mulai jam 08.00 wita hinga jam 14.00 wita.
Dalam pendaftaran panitia sangat ketat memeriksa semua dokumen asli dan akan di sesuaikan yang diisi atau diupload dalam SPMB saat pendaftaran sejak 2 Juni hinga 24 Juni 2026.” Kami tidak ada kompromi bila dukumen ada yang terbukti palsu akan digugurkan siswanya” kata Kepsek Rawung.
Hari pertama belum ditemukan dokumen palsu. ” Murid yang tidak mendaftar kembali hinga Kamis 2 Juli diangap mundur. Itu sesuai aturan dari Dikda” kata Kepsek.
Teliti Dokumen Palsu
Begitu juga dikatakan Kepsek SMA Negeri 1 Manado Jemmy Jermias secara terpisah. Dalam pendaftaran hari pertama tim dari Dikda yakni pimpinan Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi ( BITK) Dikda Sulut Dr Jahanes Rantelangen S.Pd M.Pd bersama Kepala Seksi Minggus Theofilian Diamanti S.Pd.MAP turut memantau di SMA Negeri 1 Manado.

Foto – Kepsek SMA Negeri 1 Manado Jemmy Jermias S.Pd
Menurut Kepsek Jemmy Jermias S.Pd kouta yang ada sekitar 576 murid yang akan diterima. Saat pendaftaran kita atur dengan baik dan tidak ada penumpukan.
Dalam pemeriksaan pihak panitia ketat memferivikasi semua dokumen asli. Bila ditemukan palsu langsung dibatalkan murid yang sudah lulus SPMB.
Terkait dugaan ada siswa asal SMP di Kota Manado yang firal dimedia sosial karena diduga mengunakan dokumen palsu saat mendaftar yakni sebagai Ketua OSIS itu kami sementara telusuri ” Bila terbukti palsu akan dibatalkan pendaftarannya” kata Jemmy Jermias.
Kepsek tidak ada kompromi bila terbukti palsu kita batalkan karena ketentuan juknis SPMB harus begitu. Bagi siswa yang mendaftar tapi tidak diterima karena kouta penuh dialihkan kesekolah lain yang belum penuh koutanya. Kepsek optimis hinga hari terakhir pada Kamis 2 Juli lancar semua.Pendaftaran gratis semua.
Hal lain juga dikatakan Kepsek SMA Negeri 9 Manado Hendra Masie S.Pd.MM secara terpisah. Sekitar 612 murid yang akan diterimah tahun ini. Dalam pendaftaran hari pertama Senin 29 Juni pihak panitia membagi antar jalur domisili sendiri, prestasi sendiri, afirmasi dan mutasi serta siswa Afirmasi Pendidikan Menengah ( ADEM) dari daerah Terdepan Terluar dan Tertingal ( 3T) .
” Kami teliti dengan cermat semua dokumen asli. Kalau ditemukan palsu langsung dibatalkan” kata Kepsek. Untuk murid yang mendaftaf tapi tidak diterima karena kouta sudah penuh maka dialihkan kebeberapa SMA lainya yang belum penuh kouta.
Dikda Alihkan Murid Kesekolah Lain

Foto -Kepala BITK Dikda Sulut Dr Johanes Rantelangen S.Pd.M.Pd
Sementara itu Dikda Sulut lewat Kepala BITK Dr Johanes Rantelangen S.Pd.M.Pd kepada Jurnalis Sumikolah Sulut diruang kerjanya Senin (29/6/26) mengatakan, hasil pantauan dan laporan lancar hari pertama pendaftaran murid baru. Dan ini kita optimis lancar hinga hari terakhir Kamis 2 Juli 2026″ Saya pantau di SMA Negeri 1 Manado hari pertama lancar lancar” kata Johanes didampingi Kepala Seksi Minggus Theofilian Diamanti S.Pd.MAP.
Menurut Johanes murid yang ada kesulitan mendaftar diminta datang ke Dikda .Dan hari Senin 29 Juni banyak yang datang ke Dikda untuk menyelesaikan masalah pendaftaran” Dikda lewat BITK terus membantu murid bila ada masalah” kata Johanes.

Foto – Kepsek SMA Negeri 9 Binsus Manado Hendra Masie S.Pd.MM
Bahkan siswa yang belum diterima dibeberapa SMA yang penuh kouta seperti di SMA Negeri 9 Manado, SMA Negeri 1 Manado, SMA Negeri 2 Kota Bitung, SMA Negeri 1 Kota Bitung dan SMA Negeri 2 Kotamobagu akan dialihkan kesejumlah SMA yang masih kurang kouta murid.
“Dikda berharap semua murid harus sekolah. Dan daya tampung SMA dan SMK sekitar 46.107 murid. Sementara lulusan SMP itu tidak banyak” kata Johanes.
Sejumlah Masih Kurang Murid.
Dari data yang ada dari Dikda ada beberapa SMA Negeri di Kota Manado, Bitung dan Kotamobagu masih ada sisa kouta SPMB yang perlu dipenuhi antara lain.
1.SMA Negeri 2 Manado 102 murid.
2.SMA,Negeri 3 Manado 94 murid
3 SMA Negeri 4 Manado 81 murid
4.SMA Negeri 6 Manado 66 murid
5.SMA Negeri 7 Manado 44 murid
6.SMA Negeri 8 Manado 15 Murid dan
7 .SMA Negeri 10 Manado 87 murid.
8.SMA Negeri 3 Bitung 60 murid
10.SMA Negeri 4 Bitung 95 murid.
12 SMA Negeri 1 Kotamobagu 44 murid dan
13.SMA Negeri 3 Kotamobagu 50 murid.
13 SMA Negeri ini masih kurang siswa . Data yang ada SMA Negeri di Sulut 122 dan SMK Negeri sekitar 94 SMK tersebar di 15 Kabupaten dan Kota.. Kalau keseluruhan dengan SMA Swasta dan SMK Swasta sebanyak 462 sekolah di Sulut.(Fanny)





