Manado,Sulutnews.com – Pada awal tahun 2025 sebagian dari perusahaan industri tekstil, gerai jasa seperti Alfamidi, berikutnya perusahaan otomotif Yamaha Indonesia telah menutup operasionalnya yang berimbas pada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) seluruh karyawannya.
Ada sekitar 14 ribu lebih karyawan di Jakarta dirumahkan akibat perusahaan tutup. Pabrik dan kantor yang tutup ini ironisnya adalah tulang punggung gerakan ekonomi di Indonesia. Selain itu, beberapa perusahaan lain juga dilaporkan akan melakukan PHK dalam waktu dekat.
Pemicu tutupnya perusahaan-perusahaan pengerak ekonomi di Indonesia ini akibat berbagai hal diantaranya tantangan ekonomi pasar global, persaingan barang import, meningkatnya biaya produksi, hingga didapatinya kondisi tenaga kerja di berbagai sektor industri yang masih sangat rendah.
Di Provinsi Sulawesi Utara belum dilaporkan akan ada PHK oleh perusahaan yang bergerak di bidang jasa kuliner, perikanan, industri tekstil (kain batik tradisional) dan lainnya. Namun berbagai pencegahan sudah dilakukan seperti pendekatan rutin dalam rangka pembinaan bagi pengusaha yang bergerak di bidang industri lokal yang berbasis nasional..
Pejabat Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sulawesi Utara Maykel Kelah,Ap,MSi dihubungi sulutnews.com mengatakan bahwa tidak mudah untuk menahan terjadinya PHK dan Pengurangan karyawan saat ini sedang terjadi di beberapa daerah di Indonesia akibat penutupan perusahaan industri yang sudah mengkuatirkan.
Pemerintahan Provinsi Sulawesi Utara yang kini dipimpin Gubernur dan Wakil Gubernur YSK-Victor, saat ini pun sudah meminta agar para stakeholder terkait dapat segera mencegah timbulnya kekhawatiran terhadap kondisi ketenagakerjaan di berbagai sektor industri lokal terutama di Manado dan Bitung.
“Kita akan memproteksi dan mencegah PHK atau pengurangan karyawan yaitu dengan memberikan kesempatan mereka menambah ketrampilan kerja melalui Balai Tenaga Kerja atau BLK Bitung,” kata Maykel Kelah menjawab pertanyaan wartawan di ruang kerjanya, Senin (10/3).
Hasil penelusuran Disnakertrans Sulut terhadap faktor penyebab PHK dan pengurangan karyawan di Jakarta adalah akibat rendahnya kualitas ketenagakerjaan. Untuk mencegahnya hanya dengan satu cara yaitu meningkatkan ketrampilan dan profesionalismeme. Dengan langkah ini kita juga dapat menekan terjadinya pengangguran pada jumlah yang tinggi.
“Ada satu solusi untuk mendapatkan kondisi kualitas karyawan yaitu dengan menambah skill atau ketrampilan kerjanya, karena hal ini akan membantunya terhindar dari PHK,” kata Plh Kadis Maykel Kelah.
Saat ini, Kementrian Tenaga Kerja Dan Transmigrasi RI sudah menyediakan Balai Latihan Kerja (BLK) di Bitung, dan akan menyusul diresmikan BLK di Minut, tujuannya untuk meningkatkan ketrampilannya dan mengurangi pengangguran,”
Ada tiga bidang pendidikan yang dapat diperoleh di BLK yaitu pemandu wisata yang mampu berbahasa Jepang dan Inggris, ketrampilan menjahit dan ketrampilan merias. “Kami harapkan mereka bisa diserap BLK ini untuk menambah skill khusus,” ucapnya lagi untuk mengakhiri perbincangan. (*/Yayuk)







