Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Kotamobagu · 18 Feb 2026 17:36 WITA ·

Pemkot Kotamobagu Selidiki Kematian Ikan Massal di Poyowa Besar II


Pemkot Kotamobagu Selidiki Kematian Ikan Massal di Poyowa Besar II Perbesar

KOTAMOBAGU — Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu bergerak cepat merespons laporan warga terkait fenomena kematian ikan secara massal di Desa Poyowa Besar II. Peristiwa yang merugikan para pembudidaya lokal ini diduga dipicu oleh pencemaran air yang bersumber dari Bendungan Moayat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga dan penjaga pintu air, kejadian tersebut diperkirakan terjadi pada Sabtu, 14 Februari 2026, sekitar pukul 03.00 WITA. Ikan-ikan di kolam budidaya yang mengandalkan suplai air dari Bendungan Moayat ditemukan mati mendadak dalam jumlah besar.

Akibat kejadian itu, para pembudidaya mengalami kerugian materiil yang cukup signifikan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Pertanian dan Perikanan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Kotamobagu turun langsung ke lokasi pada Rabu (18/02/2026) untuk melakukan pengecekan lapangan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Kotamobagu, Piter Suli, mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) di lokasi terdampak.

“Rencana tindak lanjut kami adalah melakukan identifikasi mendalam terhadap dugaan pencemaran, mendata para pembudidaya yang terdampak, serta mengambil langkah penanganan sesuai dengan SOP yang berlaku,” ujar Piter.

Ia menjelaskan, fokus investigasi meliputi beberapa poin utama. Pertama, identifikasi sumber pencemaran dengan menelusuri zat atau penyebab pasti kematian ikan di sepanjang aliran Bendungan Moayat. Kedua, pendataan kerugian dengan mencatat jumlah pembudidaya yang terdampak serta total kerugian ekonomi yang dialami. Ketiga, langkah mitigasi untuk mencegah penyebaran dampak ke kolam budidaya lainnya.

Pemkot Kotamobagu mengimbau masyarakat, khususnya para pembudidaya ikan, agar tetap tenang namun waspada. Warga diminta segera melaporkan apabila menemukan indikasi serupa atau perubahan kualitas air yang mencurigakan, sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat.

Hingga berita ini diturunkan, tim teknis dari DLH masih melakukan pemantauan kualitas air guna memastikan ada atau tidaknya kandungan zat kimia berbahaya maupun faktor alam lain yang menjadi pemicu utama kejadian tersebut.***

 

Artikel ini telah dibaca 932 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Berlangsung Meriah, Perlombaan Menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81 di SMA dan SMK se-Kotamobagu

12 Agustus 2026 - 13:11 WITA

PT GLOBAL EMAS JAYA BERI SANTUNAN DUKA, KELUARGA KORBAN TERHARU

11 Agustus 2026 - 16:16 WITA

KETUA PANITIA BUKA SUARA: INI PENJELASAN RESMI SOAL LOMBA DRAG RACE DI UPAI

11 Agustus 2026 - 14:41 WITA

KELUARGA BANGSAWAN MELAYAT KE 8 RUMAH DUKA

10 Agustus 2026 - 23:05 WITA

Ny Gayatri R Bangsawan Berikan Santunan Kepada Keluarga Korban Tragedi Drag Race di Kotamobagu

10 Agustus 2026 - 20:24 WITA

PUTRA SULUT BERKIBAR DI TINGKAT NASIONAL: JENDERAL BINTANG TIGA YANG DICINTAI RAKYAT

9 Agustus 2026 - 15:07 WITA

Trending di Kotamobagu