ATURAN DIINJAK-INJAK, JAM 16.00 WITA JADI ANGKA MATI!
Reporter: Dance Henukh
ROTE NDAO — Aturan batas jam pelayanan pukul 16.00 WITA diabaikan secara terang-terangan! SPBU Pertamina Metina, di bawah kendali Wisnu, tetap melayani Solar subsidi hingga 19.00 WITA, Minggu (6/9/2026) — jelas melanggar ketentuan resmi.
Wisnu sendiri mengakui pelanggaran itu tanpa ragu:
“Buka pengisian dari jam 12 siang sampai jam 7, untuk selesaikan penyaluran bagi nelayan pemegang rekomendasi Dinas Perikanan, agar Senin bisa kembali layani Pertalite/Pertamax.”
Alasan itu TIDAK SAH untuk melanggar aturan! Hingga kini Wisnu belum bisa menjelaskan:
– Siapa yang beri izin perpanjangan waktu itu?
– Berapa volume Solar subsidi yang disalurkan?
– Berapa jumlah nelayan yang sebenarnya dilayani?
– Bagaimana pencatatan dan pengawasannya?
BUKAN SEKADAR LEWAT JAM — OKNUM POLISI, SECURITY & JITRO DI BALIK KOLUSI!
Sorotan semakin memanas! Pantauan media temukan bukti nyata: di tengah pelayanan, terlihat oknum polisi mengisi Pertamax pakai jerigen 30 L — sebanyak 5 buah! Itu bukan untuk kebutuhan pribadi, itu untuk diperdagangkan!
Di balik operasi ini, tiga pihak menguasai dan mengatur jalannya SPBU Metina
WISNU penanggung jawab, otak utama pelanggaran aturan
OKNUM SECURITY SPBU — terlibat langsung dalam pengisian & pengawasan
JITRO — figur yang menguasai dan mengendalikan operasi di lokasi
Kolusi nyata! Solar subsidi dialirkan melampaui jam operasional, sementara Pertamax dikorupsi pakai jerigen besar oleh oknum polisi — semuanya berjalan lancar di bawah pengawasan pihak yang seharusnya menjaga aturan. Jam 16.00 WITA bukan lagi batas waktu, melainkan ANGKA UNTUNG bagi mereka!
KAPOLRES & PEMKAB — DIBIARKAN ATAU DILINDUNGI?
Pertanyaan besar yang tak bisa dihindari:
Apakah penyimpangan ini sengaja dibiarkan? Di mana peran Kapolres Rote Ndao selaku panglima pemegang hukum? Mengapa oknum polisi bisa bebas isi BBM pakai jerigen tanpa diawasi?
PEMKAB ROTE NDAO & KAPOLRES WAJIB BUKA DATA SEKARANG!
Wisnu, Jitro, oknum security, dan oknum polisi tersebut — bersama-sama mengabaikan aturan main demi keuntungan pribadi yang tidak diketahui publik! Apakah ini bukan awal mula mafia BBM yang sedang tumbuh subur di Rote Ndao?
Transparansi sekarang! Siapa yang melindungi mereka?
(DH)






