Bolmong Utara, Sulutnews.com – Musyawarah Wilayah X DPW Partai Persatuan Pembangunan Sulawesi Utara berlangsung tertib penuh keakraban dalam bermusyawarah memilih pemimpin calon ketua wilayahnya. Acara ini berlangsung di Gedung Wanita Bolmong Utara Destinasi Wisata Pantai Batupinagut. Selasa (6/1/2026).
Kedatangan Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) diwakili Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen), Jabbar Idris , membuka secara resmi acara muswil ini.
Kedatangan Jabbar Idris disambut secara adat oleh para pemangku adat Kabupaten Bolmut, didampingi Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP Sulut beserta jajaran.
Dalam sambutannya, Jabbar Idris menekankan bahwa muswil harus menjadi momentum evaluasi dan konsolidasi organisasi.
Ia mengingatkan seluruh kader agar menjadikan Muswil sebagai ruang memperkuat persatuan, meningkatkan soliditas, dan merumuskan langkah strategis PPP ke depan.
“Muswil ini bukan hanya forum memilih pengurus, tetapi forum menyatukan komitmen. PPP harus hadir dengan kerja nyata dan keberpihakan kepada masyarakat,” ujar Jabbar Idris.
Ketua DPW PPP Sulut Drs. H. Depri Pontoh sebelum mengakhiri masa jabatannnya 2020-2025 memberikan sambutan serta memberikan laporan pertanggungan jawab dalam masa jabatannya.

Ketua DPW PPP Sulawesi Utara 2020-2025 memberikan laporan pertanggungan jawaban dalam masa kepengurusannya.
Banyak hal yang disampaikan tentang perkembangan dan tantangan dalam dinamika proses politik baik internal dan eksternal partainya. Namun dalam lintasan pemilihan legislatif di 15 kabupaten/kota tetap konstan meraih 8 kursi sebelum pileg sebelumnya.
Penting diketahui untuk Pilkada 2024, koalisi PPP dan PDIP di Kabupaten Bolmong Utara dapat mengusung meraih pimpinan daerah Bupati Sirajudin Lasena dan Moh. Aditya Pontoh periode 2024 – 2029.
Proses tahapan berikutnya Muswil X PPP dalam musyawarah dan mufakat; Moh. Aditya Pontoh (MAP) secara aklamasi memperoleh dukungan 13 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari total 15 DPC kabupaten/kota se-Sulawesi Utara. Dukungan besar ini disebutnya sebagai amanah sekaligus tantangan.
“Dukungan 13 DPC ini bukan sekadar angka. Ini peringatan bahwa PPP harus berubah. Target kita jelas: kursi bertambah, suara rakyat meningkat, dan PPP kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan.”
MAP menegaskan fokus utama kepemimpinannya akan diarahkan pada penguatan struktur hingga tingkat ranting, kaderisasi, serta peningkatan peran partai dalam memperjuangkan aspirasi umat dan masyarakat.
“Kita tidak akan lagi berjalan dengan agenda reaktif. PPP Sulut harus punya arah, program, dan keberanian bersuara untuk kepentingan publik.”
Dengan dukungan mayoritas DPC, kepemimpinan MAP diharapkan mampu membawa energi baru dan mendorong PPP Sulut tampil lebih kuat pada kontestasi politik mendatang. *** GG


















