Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Manado · 3 Sep 2026 10:39 WITA ·

MEP Kritik Anggaran Dispertanak Dtengah Bencana Kekeringan, Pemerintah Dianggap Tidak Peka Terhadap Masyarakat Petani


MEP Kritik Anggaran Dispertanak Dtengah Bencana Kekeringan, Pemerintah Dianggap Tidak Peka Terhadap Masyarakat Petani Perbesar

MANADO, Sulutnews.com — Ancaman bencana kemarau panjang dan fenomena El Nino yang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Utara mengungkap lemahnya respons serta perencanaan anggaran Pemerintah Provinsi Sulut. Di tengah jeritan para petani yang kesulitan air bersih dan terancam gagal panen, ternyata dokumen Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2026 justru menunjukkan angka yang tidak berpihak pada kepentingan masyarakat khususnga Petani. Wakil Ketua DPRD Sulut Michaela Elsiana Paruntu (MEP), menayakan kepedulian pemerintah daerah terhadap nasib kelompok tani (Poktan). Ia menilai pemangkasan anggaran Dispertanak di tengah kekeringan yang meluas adalah bentuk ketidakpekaan pemerintah terhadap kondisi riil di lapangan.

“Kenapa terjadi pengurangan anggaran si Sinas Pertanak sampai dua miliar. Padahal kondisi kekeringan dan anacaman Elnino yang saat ini di mana-mana sangat membutuhkan perhatian pemerinrah,” tegas MEP.

Ketua Partai Golkar Sulut ini juga membeberkan terkait aspirasi dimana masyarakat petani saat ini sangat membutuhkan perhatian dan bantuan konkret berupa alat pertanian, khususnya pompa air untuk menyelamatkan lahan yang mulai mengering.” Saya meragukan komitmen pemerintah dalam hal merealisasikan bantuan tersebut jika postur anggaran terus ditekan, maka apa yang diharapkan petani pasti tidak akan terealisasi,”unfkap MEP. (josh tinungki)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Remly Kandoli Apresiasi Gubernur YSK Alokasi Jalan Kalait–Pontak–Lobu Senilai Rp 2,5 Miliar

3 September 2026 - 09:57 WITA

Hendry Walukow Sampaikan Aspirasi Warga Minut-Bitung, Infrastruktur Jalan Provinsi Jadi Sorotan Utama

2 September 2026 - 22:20 WITA

DPRD Sulut Gelar Rapat Paripurna Penandatangan KUA – PPAS Perubahan Tahun 2026

2 September 2026 - 21:54 WITA

Anggota DPRD Sulut Temukan Sejumlah SPBU di Kota Manado Salagunakan Bercode BBM Untuk Nelayan

2 September 2026 - 13:41 WITA

Kapolri Tunjuk Putra Palopo Kombes Pol Malpa Malacoppo Jadi Dirintelkam Polda Sulut

2 September 2026 - 08:58 WITA

Royke Anter Prihatin Gaji P3K Sulut di Badan Penghubung Tidak Sesuai UMP

2 September 2026 - 04:39 WITA

Trending di Manado