MANADO, Sulutnews.com — Ancaman bencana kemarau panjang dan fenomena El Nino yang melanda sejumlah wilayah di Sulawesi Utara mengungkap lemahnya respons serta perencanaan anggaran Pemerintah Provinsi Sulut. Di tengah jeritan para petani yang kesulitan air bersih dan terancam gagal panen, ternyata dokumen Perubahan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2026 justru menunjukkan angka yang tidak berpihak pada kepentingan masyarakat khususnga Petani. Wakil Ketua DPRD Sulut Michaela Elsiana Paruntu (MEP), menayakan kepedulian pemerintah daerah terhadap nasib kelompok tani (Poktan). Ia menilai pemangkasan anggaran Dispertanak di tengah kekeringan yang meluas adalah bentuk ketidakpekaan pemerintah terhadap kondisi riil di lapangan.
“Kenapa terjadi pengurangan anggaran si Sinas Pertanak sampai dua miliar. Padahal kondisi kekeringan dan anacaman Elnino yang saat ini di mana-mana sangat membutuhkan perhatian pemerinrah,” tegas MEP.
Ketua Partai Golkar Sulut ini juga membeberkan terkait aspirasi dimana masyarakat petani saat ini sangat membutuhkan perhatian dan bantuan konkret berupa alat pertanian, khususnya pompa air untuk menyelamatkan lahan yang mulai mengering.” Saya meragukan komitmen pemerintah dalam hal merealisasikan bantuan tersebut jika postur anggaran terus ditekan, maka apa yang diharapkan petani pasti tidak akan terealisasi,”unfkap MEP. (josh tinungki)




