Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Kalbar · 24 Agu 2026 23:08 WITA ·

Menteri Kehutanan Tinjau Langsung Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat: Jumlah Hotspot Menurun, Asap di Lahan Gambut Tetap Perlu Diwaspadai


Menteri Kehutanan Tinjau Langsung Penanganan Karhutla di Kalimantan Barat: Jumlah Hotspot Menurun, Asap di Lahan Gambut Tetap Perlu Diwaspadai Perbesar

PONTIANAK,Sulutnews.com — Menteri Kehutanan Raja Antoni turun langsung meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat. Dalam kunjungan kerjanya di Rasau Jaya Satu, Kabupaten Kubu Raya, Senin (24/8/2026), Menteri menyampaikan kabar gembira terkait penurunan jumlah titik panas di wilayah tersebut, sekaligus mengingatkan agar tidak melonggarkan kewaspadaan terutama terkait asap yang masih menyelimuti kawasan lahan gambut.

Hotspot Kalbar Turun Menjadi 28 Titik

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) per pukul 23.59 WIB, 23 Agustus 2026, jumlah titik panas (hotspot) di Kalimantan Barat telah menurun signifikan menjadi 28 titik. Sebaran tersebut tercatat terbanyak di Kabupaten Ketapang dengan 16 titik, Kabupaten Melawi 11 titik, dan Kabupaten Kubu Raya 1 titik.

“Secara keseluruhan di Kalbar tercatat 28 titik panas. Sebaran terbanyak ada di Ketapang 16 titik, kemudian Melawi 11 titik, dan Kubu Raya 1 titik,” ungkap Menteri Kehutanan Raja Antoni saat meninjau lokasi.

Menteri didampingi langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan, perwakilan BMKG, jajaran TNI dan Polri, BNPB, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, serta unsur Masyarakat Peduli Api dalam peninjauan tersebut.

Asap Tetap Mengancam Meski Api Tampak Reda

Meski jumlah hotspot terus menurun, Menteri mengingatkan bahwa penurunan angka tersebut belum berarti ancaman telah sepenuhnya hilang. Di lokasi peninjauan, api di permukaan tanah memang sudah tidak terlihat, namun asap tebal masih menyelimuti udara. Hal ini dikaitkan dengan karakteristik lahan gambut yang memiliki sifat pembakaran tidak sempurna.

“Hilangnya titik panas belum tentu berarti bebas dari asap. Karena ini adalah kawasan lahan gambut. Sifat pembakarannya tidak sempurna, sehingga asap yang dihasilkan jauh lebih banyak dibandingkan lahan tanah mineral biasa,” jelas Menteri.

Artinya, meskipun api di permukaan sudah padam, pembakaran di dalam lapisan gambut masih berlangsung dan memancarkan asap yang dapat berdampak luas bagi kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

Penurunan Hasil Kerja Sama Lintas Pihak

Penurunan jumlah hotspot di Kalimantan Barat tidak terlepas dari sinergi dan kerja bersama seluruh elemen yang terlibat. Menteri menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada tim gabungan yang telah bekerja keras di lapangan.

“Penurunan ini diraih berkat operasi penanganan yang terus dilakukan di darat, didukung penuh oleh kerja sama TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, BNPB, serta para relawan dan masyarakat yang turun langsung membantu,” ujarnya.

Peta Karhutla Nasional Bergeser ke Sumatera

Menteri juga menyampaikan perkembangan situasi secara nasional yang menunjukkan pergeseran pola persebaran titik panas. Jika beberapa waktu sebelumnya Kalimantan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, kini situasi berubah — per tanggal 23 Agustus 2026, jumlah titik panas terbanyak justru tercatat di Pulau Sumatera.

Provinsi Sumatera Selatan tercatat dengan 127 titik panas, diikuti Riau sebanyak 54 titik, dan Jambi 47 titik.

“Situasi di lapangan sangat dinamis secara nasional. Pergerakan dan persebaran titik panas memang sangat sulit diprediksi secara pasti. Oleh karena itu, kewaspadaan dan kesiapan di seluruh wilayah harus tetap dijaga,” pesan Menteri.(*/Merson)

Artikel ini telah dibaca 963 kali

Baca Lainnya

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Yusuf L Henuk Klaim Kalahkan Prof. Muryanto Amin dalam Perjuangan 3 Tahun Lebih

6 Februari 2026 - 08:08 WITA

Waooh Proses Tender Pinjam Bendera di Rote Ndao: Perhatian Serius

3 Februari 2026 - 20:52 WITA

Kepala Kejaksaan Negeri Rote Ndao Hadiri Rakornas Pusat -Daerah Tahun 2026

2 Februari 2026 - 23:24 WITA

DANDIM 1627/ROTE NDAO HADIRI RAKORNAS PUSAT-DAERAH TAHUN 2026

2 Februari 2026 - 23:11 WITA

Trending di Bali