Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Adat Budaya · 6 Feb 2026 11:09 WITA ·

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia


Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia Perbesar

Reporter : Dance Henukh

KUPANG – Kisah Haji Malik Mahboob Ahmad, seorang musafir asal Pakistan yang menyebarkan kebaikan dan berkah bagi masyarakat Kupang, telah menjadi inspirasi bagi banyak orang. Awalnya berencana untuk melakukan persinggahan singkat di Kupang sebelum melanjutkan perjalanan ke Australia, beliau justru menemukan keluarga baru dan meninggalkan jejak mendalam dalam kehidupan masyarakat setempat.

Perjalanan Haji Malik menuju Australia dimulai dari tanah kelahirannya di Pakistan pada tahun 1987. Setelah melalui proses perjalanan yang panjang dan berbagai prosedur administrasi perjalanan internasional, beliau menetapkan rute yang melewati Indonesia, dengan Kupang sebagai salah satu titik persinggahan untuk istirahat dan menyiapkan kelengkapan perjalanan selanjutnya. Pada bulan suci Ramadan saat itu, beliau tiba di Kupang dengan harapan dapat segera melanjutkan perjalanan ke tujuan akhirnya.

Namun, takdir memiliki rencana tersendiri. Saat berada di Kupang, Haji Malik bertemu dengan Bapak Usman Siddin, yang kemudian dianggapnya sebagai ayah sendiri. Kedekatan yang terjalin membuat beliau tinggal sementara di rumah Pak Usman, di mana kabar tentang kebaikan, kesalehan, dan kemampuannya dalam memberikan nasihat serta doa yang penuh berkah segera menyebar. Masyarakat dari berbagai latar belakang mulai datang untuk berkonsultasi dan meminta bimbingan, menjadikan rumah Pak Usman sebagai pusat silaturahmi dan kebaikan.

Meskipun awalnya hanya berencana untuk singgah sebentar, kondisi visa dan proses administrasi membuat beliau harus tinggal lebih lama di Kupang. Setelah melalui serangkaian prosedur imigrasi dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat Kupang, beliau akhirnya dapat melanjutkan perjalanan ke Jakarta terlebih dahulu, sebelum kemudian mencapai Australia sesuai dengan rencana awal.

Di Australia, Haji Malik tetap melanjutkan misinya menyebarkan kebaikan dan nilai-nilai spiritual. Beliau juga mengembangkan usaha pembuatan permadani rajutan tangan yang dikenal memiliki nilai seni, filosofi, dan energi positif tinggi, dengan bahan yang halal dan thayyib. Karyanya kemudian dikenal luas dan dipercaya oleh para pemimpin dunia, termasuk enam Presiden Republik Indonesia yang pernah bersentuhan dengan karya dan doa beliau.

Meski telah mencapai tujuan perjalanannya ke Australia, hubungan Haji Malik dengan masyarakat Kupang dan keluarga Pak Usman tetap terjaga erat hingga saat ini. Kisahnya menjadi bukti bahwa perjalanan hidup yang penuh ketulusan dapat membawa berkah tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi banyak orang di sepanjang jalan.

Artikel ini telah dibaca 1,237 kali

Baca Lainnya

MINIMALISME URBAN BERPADU SENI: PURANA DAN PURAGRAPH X AFGANIAL Liveable Art Soirée DI LUMINE, ASHTA DISTRICT 8

7 Juli 2026 - 23:28 WITA

Pemerintah Desa Padang Mumpo Realisasikan BLT-DD Terhadap Dua KPM

7 Juli 2026 - 22:55 WITA

Pidato Bersejarah di DPR RI, PM Modi Perkenalkan Visi Gangga-Mahakam bagi Hubungan Indonesia-India

7 Juli 2026 - 22:34 WITA

Cara Mengatur Penghasilan Freelance yang Tidak Tetap

7 Juli 2026 - 22:25 WITA

Wiliam Niklas Silangen Dilantik Sekertaris Dewan Sulut Definitif

7 Juli 2026 - 21:47 WITA

SUCOFINDO Dukung Pengembangan Wisata Ramah Muslim di Bali melalui Sertifikasi Halal Santhi Restaurant dan Sambal Jelantik

7 Juli 2026 - 21:05 WITA

Trending di Bisnis