Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bengkulu · 9 Okt 2023 23:51 WITA ·

Menteri Dalam Negeri Mendorong Pemimpin Daerah Tangani Inflasi Tahun 2023


Menteri Dalam Negeri Mendorong Pemimpin Daerah Tangani Inflasi Tahun 2023 Perbesar

Sulutnews.com, Kaur – Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, M. Tito Karnavian, memberikan peringatan yang tegas kepada para pemimpin dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) untuk tetap berkomitmen dalam mengatasi masalah inflasi Daerah.

Pertemuan ini diikuti secara virtual oleh pemerintah Daerah Kabupaten Kaur, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kastilon Sirad mewakili Bupati Kabupaten Kaur, bertempat di Aula lantai III Gedung Sekretariat Daerah Kabupaten Kaur, Senin (09/10/2023).

Hadir dalam pertemuan ini Kepala BPKAD, Bappeda-Litbang, Kadis Sosial, Sekdin Perindagkop-UKM, Perwakilan BPS, Perwakilan Porles Kaur, dan Perwakilan Pos AL Linau yang tergabung dalam TPID dan Satgas Pangan Kabupaten Kaur.

Mendagri M. Tito Karnavian menyampaikan, Inflasi adalah masalah yang fluktuatif, bergerak naik atau turun setiap saat, dan dapat memiliki dampak serius pada ekonomi masyarakat jika tidak ditangani dengan serius.

“Ia menjelaskan bahwa inflasi merupakan masalah yang dinamis dan harus ditangani dengan serius dan berkelanjutan. Inflasi saat ini terjadi di beberapa wilayah kabupaten dan kota di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh tidak stabilnya Indeks Perkembangan Harga (IPH) pada beberapa komoditas pangan, terutama pada barang-barang kebutuhan pokok masyarakat”, ujar Tito Karnavian.
Dengan merujuk pada data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat adanya kenaikan harga komoditas seperti gula pasir, bawang putih, dan beras dari bulan Agustus hingga awal Oktober 2023.

Oleh karena itu, Mendagri Tito meminta para Kepala Daerah, bersama TPID dan Satgas Pangan, untuk terus berkoordinasi dengan pihak terkait, bekerja sama dengan daerah penghasil, melaksanakan operasi pasar secara rutin, dan menggelar program pangan murah setiap pekan.

“Tito Karnavian mengingatkan, sebagian besar kenaikan harga komoditas dan inflasi dalam beberapa bulan terakhir disebabkan oleh faktor alam, seperti musim kemarau yang banyak melanda daerah di Indonesia, ia menekankan pentingnya tetap waspada, tanggap, dan berkolaborasi dalam mengatasi masalah ini di wilayahnya masing-masing”, tutup Tito Carnavian.

Dengan komitmen dan kerja sama yang kuat antara pemerintah daerah, TPID, dan semua pihak terkait, diharapkan bahwa upaya pengendalian inflasi dapat berjalan efektif, dan masyarakat Indonesia dapat menghadapi tantangan ekonomi ini dengan lebih baik. (met)

 

Artikel ini telah dibaca 8,014 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

PKK dan DWP Bengkulu Salurkan Bantuan Korban Kebakaran di Lima Lokasi

20 Agustus 2026 - 23:45 WITA

Pemprov Bengkulu Dorong PWI Perkuat Profesionalisme dan Soliditas Wartawan

18 Juli 2026 - 21:52 WITA

AMJ Kawal Kasus Intimidasi 8 Wartawan yang Dikurung 30 Menit oleh Oknum Pejabat di Kepahiang

1 Mei 2026 - 02:00 WITA

Viral! Wartawan Kepahiang Dikurung 30 Menit Saat Konfirmasi Kasus

1 Mei 2026 - 01:53 WITA

Gubernur Helmi Hasan Tamba Kuota BSPS, Bengkulu Raih 1.299 Unit Rumah Layak Huni

6 April 2026 - 22:49 WITA

Korwil Media Sulawesi Sampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M

21 Maret 2026 - 15:14 WITA

Trending di Bengkulu