Tahuna, Sulutnews.com – Masyarakat di pulau Kahakitang Kecamatan Tatoareng, geger dengan kemunculan buaya air asin, sejak bulan Desember 2023 lalu.
Ada dua lokasi kemunculan buaya tersebut yaitu di kampung Kahakitang dan di Taleko Batusaiki. Dari informasi yang di himpun media ini, ada lima ekor di kampung Kahakitang sedangkan di Takeko Batusaiki di teluk Kahuatu sekitar tiga ekor.
Kemunculan buaya tersebut menjadi teror bagi masyarakat. Rasa takut untuk melaut atau pun mandi air laut menyelimuti masyarakat.
Pada bulan Desember lalu, warga Kahakitang sempat melakukan penangkapan, namun usaha tersebut gagal, meski buaya sempat terkena tombak dan berhasil lolos.
Pada bulan yang sama, warga Takeko Batusaiki lindongan II (Tanah Lapang) melihat kemunculan buaya saat Itu dilihat oleh Albert Kaunsui (57) dan Alex Kaunsui (32), ketika mereka sedang memancing ikan di dalam teluk pada malam hari.
Beruntung mereka membawa senter, setelah itu keduanya langsung bergegas pulang dan menceritakan keberadaan buaya air asin itu kepada masyarakat sekitar. Sempat tidak percaya, masyarakat menganggap itu mustahil ada buaya di dalam teluk, namun pada tanggal 3 Januari 2024 malam, salah satu warga melihat langsung buaya tepat berada di pinggir pantai tempat perahu di tambat.
Dari informasi itu, tanggal 4 Januari 2024, Kemarin malam, masyarakat lindongan II bahu membahu menangkap buaya tersebut. Dengan menggunakan alat seadanya mereka berhasil menombak buaya. Atang dan Rendy dengan berani meloncat kelaut tat kala tombak berhasil di tancapkan ke tubuh buaya.

Dengan penerapan seadanya masyarakat berhasil mengangkat buaya dari laut di bawa ke darat. Hal itu pun sontak menjadi tontonan warga dan mereka mempercayai bahwa di pulau Kahakitang benar-benar ada buaya.
“Memang sebelumnya banyak tidak percaya kalau di teluk Kahuatu ada buaya, setelah ada bukti satu ekor buaya tertangkap barulah mereka percaya” tutur Albert.
Camat Tatoareng, Nezar Tumbale, mengatakan bahwa pihaknya akan bekerjasama dengan pemerintah Kampung untuk menangkap buaya yang masih berkeliaran di perairan Kahakitang. “Jadi kami sudah memperoleh bukti bahwa di perairan Kahakitang ada buaya, maka kami akan bekerjasama dengan pemerintah Kampung untuk menangkap buaya yang masih berkeliaran di perairan Kahakitang, sehingga masyarakat tidak lagi di teror oleh kemunculan buaya” tandas Tumbale.
Kapitalaung Kampung Taleko Batusaiki Adelman Mangampe, menyampaikan akan melakukan upaya penangkapan buaya bersama masyarakat, sehingga teluk Kahuatu aman dari teror buaya. “Kami sudah sepakat dengan masyarakat untuk menangkap buaya yang masih berkeliaran di teluk Kahuatu supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan akibat teror buaya” papar Kapitalaung.
Buaya yang berhasil ditangkap warga memiliki ukuran hampir tiga meter lebar sekitar 45 centimeter. Dugaan masyarakat masih banyak buaya berkeliaran di perairan Kahakitang dan perlu di tangkap. (Andy Gansalangi)







