Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

Health · 22 Okt 2023 11:07 WITA ·

Kontroversi Ulat di Makanan di Warung Solo, Anggota DPR Nasdem Membuat Teguran Tegas


Kontroversi Ulat di Makanan di Warung Solo, Anggota DPR Nasdem Membuat Teguran Tegas Perbesar

Rote Ndao,Sulutnews.com – Kontroversi seputar temuan ulat dalam makanan yang disajikan di Warung Solo semakin memanas. Anggota DPR Fraksi Nasdem, Olifbert Manafe, telah mengecam pemilik warung yang terlibat dalam insiden ini, menyoroti kurangnya tanggung jawab terhadap kebersihan makanan.

Meskipun temuan ulat dalam hidangan makanan telah jelas-jelas salah, pemilik warung tampaknya enggan meminta maaf kepada konsumen. Mereka mengalibi dengan berpendapat bahwa ini hanya ulat pada sayur, bukan pada daging, dalam sebuah argumen yang terlihat tidak masuk akal.

Olifbert Manafe dengan tegas menyatakan bahwa ketika sebuah warung menyajikan makanan kepada konsumen, itu harus memastikan kebersihan dan kualitas makanan. Tidak ada alasan untuk menyajikan makanan yang berpotensi tidak higienis, dan pemilik warung seharusnya bertanggung jawab untuk memastikan hal ini tidak terjadi.

Warung Solo sebelumnya juga telah terlibat dalam masalah serupa. Ini menimbulkan pertanyaan mengenai pengawasan dan perizinan. Anggota DPR Manafe menekankan perlunya pengawasan yang lebih ketat, bahkan jika itu berarti pengujian lapangan reguler oleh dinas terkait, setidaknya satu kali sebulan.

Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga citra Kabupaten Rote Ndao, terutama untuk tamu dari luar daerah. Insiden seperti ini dapat merusak citra dan reputasi daerah tersebut.

Terkait pencabutan izin, Manafe menyatakan bahwa ini adalah kewenangan pemerintah, bukan DPRD. Namun, jika situasi ini terus berulang, dia menyampaikan bahwa pencabutan izin harus menjadi pertimbangan serius.

Pada sisi lain, pemilik Warung Solo tampak tetap bersikeras dengan argumennya, bahkan dalam adu mulut dengan anggota DPRD Rote Ndao. Mereka masih enggan mengakui kesalahan mereka terkait insiden ini.

Kontroversi ini terus berkembang, dengan masyarakat dan pemerintah setempat menantikan tindakan lebih lanjut dalam menjaga standar kebersihan dan kualitas makanan di daerah ini.

Reporter : Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 628 kali

Baca Lainnya

Dokumen Kesimpulan Penggugat dalam Perkara Nomor 1/G/2026/PTUN.MDN

25 April 2026 - 11:51 WITA

Kepala SD Nduadi dan Kepala UPTD SMPN 1 Ndao Diapresiasi Berprestasi dalam Pengelolaan Dana BOS Oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Rote Ndao

25 April 2026 - 11:34 WITA

Kepala UPTD SMP Negeri 1 Lobalain Tidak Ada Kemampuan: Kondisi Memprihatinkan di Tengah Pusat Kota

25 April 2026 - 11:19 WITA

Gerry Bauana Sukses Menyelesaikan Pendidikan, Doa Orang Tua Selalu Menyertai

25 April 2026 - 00:01 WITA

Festival Literasi Baca Di Malam Kedua 24 April Menghidupkan Kembali Budaya Khas Daerah

24 April 2026 - 23:42 WITA

Bauana Group: Ungkapan Terima Kasih dan Harapan Penuh Makna Bagi Handoko Santoso

24 April 2026 - 22:25 WITA

Trending di Internasional