Rote Ndao,Sulutnews.com – Kontroversi seputar temuan ulat dalam makanan yang disajikan di Warung Solo semakin memanas. Anggota DPR Fraksi Nasdem, Olifbert Manafe, telah mengecam pemilik warung yang terlibat dalam insiden ini, menyoroti kurangnya tanggung jawab terhadap kebersihan makanan.
Meskipun temuan ulat dalam hidangan makanan telah jelas-jelas salah, pemilik warung tampaknya enggan meminta maaf kepada konsumen. Mereka mengalibi dengan berpendapat bahwa ini hanya ulat pada sayur, bukan pada daging, dalam sebuah argumen yang terlihat tidak masuk akal.
Olifbert Manafe dengan tegas menyatakan bahwa ketika sebuah warung menyajikan makanan kepada konsumen, itu harus memastikan kebersihan dan kualitas makanan. Tidak ada alasan untuk menyajikan makanan yang berpotensi tidak higienis, dan pemilik warung seharusnya bertanggung jawab untuk memastikan hal ini tidak terjadi.
Warung Solo sebelumnya juga telah terlibat dalam masalah serupa. Ini menimbulkan pertanyaan mengenai pengawasan dan perizinan. Anggota DPR Manafe menekankan perlunya pengawasan yang lebih ketat, bahkan jika itu berarti pengujian lapangan reguler oleh dinas terkait, setidaknya satu kali sebulan.
Dia juga mengingatkan pentingnya menjaga citra Kabupaten Rote Ndao, terutama untuk tamu dari luar daerah. Insiden seperti ini dapat merusak citra dan reputasi daerah tersebut.
Terkait pencabutan izin, Manafe menyatakan bahwa ini adalah kewenangan pemerintah, bukan DPRD. Namun, jika situasi ini terus berulang, dia menyampaikan bahwa pencabutan izin harus menjadi pertimbangan serius.
Pada sisi lain, pemilik Warung Solo tampak tetap bersikeras dengan argumennya, bahkan dalam adu mulut dengan anggota DPRD Rote Ndao. Mereka masih enggan mengakui kesalahan mereka terkait insiden ini.
Kontroversi ini terus berkembang, dengan masyarakat dan pemerintah setempat menantikan tindakan lebih lanjut dalam menjaga standar kebersihan dan kualitas makanan di daerah ini.
Reporter : Dance Henukh







