Davao, Sulutnews.com – Konsul Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao City, Agus Trenggono, melakukan Courtesy Call kepada Hon. Adelan De Arce, Walikota Kotamadya Sarangani, Provinsi Davao Occidental. Pertemuan berlangsung di Kantor Walikota Sarangani dalam suasana yang penuh keakraban dan semangat kerja sama, (30/09/2025).
Dalam kesempatan tersebut, kedua pihak membahas berbagai isu penting yang menjadi kepentingan bersama, khususnya terkait pemulangan tiga Warga Negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya hanyut di perairan Filipina. Proses pemulangan dilakukan melalui Border Crossing Station (BCS) Batuganding, yang selama ini menjadi jalur penting lintas batas tradisional antara Indonesia dan Filipina.

Selain itu, diskusi juga menyoroti rencana pembukaan kembali BCS Batuganding. Konsul Jenderal RI menegaskan pentingnya reaktivasi pos lintas batas ini agar dapat digunakan kembali untuk kegiatan kunjungan keluarga dan interaksi sosial budaya bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan kedua negara.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan dan kerja sama Pemerintah Kotamadya Sarangani dalam membantu pemulangan WNI. Pembukaan kembali BCS Batuganding akan semakin mempererat hubungan sosial, budaya, dan kekeluargaan antara masyarakat Indonesia dan Filipina,” ujar Konsul Jenderal Agus Trenggono.

Pemerintah Kotamadya Sarangani, melalui Walikota Adelan De Arce, menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat hubungan bilateral di tingkat lokal, terutama dalam mendukung aktivitas lintas batas yang aman dan teratur.
Turut hadir dalam pertemuan ini antara lain Head of Chancery / Pejabat Fungsi Protokol dan Konsuler (HOC/PF ProtKons), Staf Teknis Imigrasi, serta staf KJRI Davao City. Dari pihak Filipina, hadir pula pejabat Biro Imigrasi Filipina Glan & Sarangani serta sejumlah pejabat Kotamadya Sarangani.

Pertemuan ini menjadi bukti nyata komitmen KJRI Davao City dalam menjalankan diplomasi perlindungan WNI serta memperkuat hubungan kerja sama lintas batas antara Indonesia dan Filipina, khususnya di kawasan Mindanao dan Kepulauan Sangihe–Talaud. (KJRI Davao City/Andy Gansalangi)







