Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Internasional · 19 Feb 2026 20:58 WITA ·

Konsul Jenderal RI Davao City Hadiri Acara Adat Sangihe Tulude Di General Santos City


Konsul Jenderal RI Davao City Hadiri Acara Adat Sangihe Tulude Di General Santos City Perbesar

General Santos City, Sulutnews.com – Konsul Jenderal Republik Indonesia di Davao City menghadiri perayaan adat Sangihe “Tulude” yang diselenggarakan oleh komunitas masyarakat Sangihe di General Santos City (06/02/2026)

Kehadiran Konsul Jenderal tersebut menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya Nusantara sekaligus penguatan ikatan kebersamaan masyarakat Indonesia di wilayah akreditasi KJRI Davao City.

Tulude merupakan tradisi adat masyarakat Kepulauan Sangihe yang sarat makna spiritual sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta doa memohon keselamatan dan keberkahan di tahun yang baru. Kegiatan ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, pemuka adat, serta warga keturunan Sangihe yang bermukim di General Santos City dan sekitarnya.

Dalam sambutannya, Konsul Jenderal RI Davao City menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada komunitas Sangihe yang terus menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia meskipun berada di luar tanah air.

“Tradisi Tulude bukan sekadar seremoni budaya, tetapi juga cerminan jati diri dan kekayaan nilai luhur bangsa Indonesia. Di dalamnya terdapat semangat syukur, persatuan, dan solidaritas yang menjadi fondasi kuat bagi masyarakat Indonesia di perantauan,” ujar Konsul Jenderal.

Ia juga menegaskan bahwa keberagaman budaya Indonesia merupakan kekuatan pemersatu yang harus terus dirawat. “Di manapun kita berada, identitas sebagai bangsa Indonesia harus tetap melekat. Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antar warga negara Indonesia serta memperkuat hubungan dengan perwakilan RI,” tambahnya.

 

Acara Tulude berlangsung khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan, ditandai dengan rangkaian ritual adat, doa bersama, serta pertunjukan seni budaya khas Sangihe. Momentum tersebut menjadi wadah untuk mempererat hubungan antar anggota komunitas sekaligus memperkuat sinergi antara masyarakat Indonesia dan KJRI Davao City dalam menjaga nilai-nilai budaya bangsa di luar negeri. (Andy Gansalangi/KJRI Davao City)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

Baca Lainnya

Nekat! PT Genta & BP3MI Kirim PMI ke Malaysia Tanpa Rekom Disnakertrans

14 Juli 2026 - 18:29 WITA

DPRD Rote Ndao Komisi II Respon Cepat: Panggil Pimpinan RSUD Ba’a ke RDP Besok, Usut Tuntas Kematian Agustinus Mau

13 Juli 2026 - 12:16 WITA

Nyawa Dihargai Lebih Murah dari Biaya Ambulans: RSUD Ba’a Halangi Rujukan, Agustinus Mau Mati Sia‑sia

13 Juli 2026 - 08:33 WITA

Forum Tanah Air Menyikapi Perseteruan Institusi Kejaksaan Dan Kepolisian

11 Juli 2026 - 21:13 WITA

KEPASTIAN HUKUM ATAS TANAH 170,55 HEKTAR DENGAN SURAT PERNYATAAN BERSAMA UNTUK TUTUP SENGKETA PULUHAN TAHUN

9 Juli 2026 - 21:40 WITA

ATURAN BARU 2026 TEGAS SEKALI!PENGENALAN SISWA BARU OSPEK ANEH‑ANEH DILARANG TOTAL, SANKSI BERAT SAMPAI DICOPOT JABATAN

8 Juli 2026 - 08:31 WITA

Trending di Internasional