Reporter: Dance Henukh
GEREJA BASILEA.Sulutnews.com – Dalam khotbah yang disampaikannya, Pdt. Bernad Nunuhitu mengangkat Kisah Para Rasul 2:41-42 sebagai bahan renungan penting yang menceritakan awal berdirinya gereja mula-mula. Peristiwa bersejarah itu bermula setelah Rasul Petrus menyampaikan firman dengan kuasa Roh Kudus, sehingga menyentuh hati pendengarnya. Sebanyak 3.000 jiwa kemudian percaya, menerima ajaran yang disampaikan, dan mengikuti pembaptisan, sehingga terbentuklah komunitas orang percaya yang baru.
Menurut penjelasan Pdt. Bernad, menjadi orang Kristen tidak hanya sekadar bergabung ke dalam jemaat secara administratif atau menyandang status anggota. Lebih dari itu, identitas dan karakter orang percaya terlihat dari komitmen untuk bertekun dalam empat hal pokok kehidupan iman.
Pertama, bertekun dalam ajaran rasul-rasul, yang menjadi dasar kebenaran sekaligus pegangan dan pedoman dalam menjalani setiap aspek kehidupan. Kedua, bertekun dalam persekutuan, hidup dalam ikatan yang erat satu sama lain, saling menguatkan, berbagi, dan mendukung dalam suka maupun duka.
Ketiga, bertekun dalam pemecahan roti atau perjamuan kudus, sebagai wujud rasa syukur, pengingat akan pengorbanan Kristus, serta lambang persatuan yang menyatukan seluruh anggota. Keempat, bertekun dalam doa, yang menjadi nafas kehidupan bersama dan sumber kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan.
Keempat komitmen inilah yang membentuk karakter orang Kristen sejati, menjadi kunci pertumbuhan dan kekuatan gereja pada masa itu, serta tetap relevan untuk dijalankan oleh umat percaya hingga masa kini.







