Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Manado · 14 Jan 2026 07:12 WITA ·

Kasus Maria Eva Mahasiswa Unima Masuk DPR Sulut, Fakta Ini Yang Terungkap


Kasus Maria Eva Mahasiswa Unima Masuk DPR Sulut, Fakta Ini Yang Terungkap Perbesar

MANADO, Sulutnewa.com – Rektor Universitas Negeri Manado Dr Joseph P. Kambey SE Ak, MBA.didampingi jajaran dekan, kepala bagian dan Senat Unima memenuhi panggilan DPRD Sulut, pada Selasa 13 Januari 2026 siang untuk memberikan penjelasan terkait vidio viral.kematian mahasiswi UNIMA Eva Maria Langolo mahasiswi semester akhir jurusan Pendidikan Guru SD Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) yang ditemukan meninggal di kamar kosnya di Kelurahan Kaaten, Tomoho pads Selasa (30/12/2026. Hearing lintas komisi ini dipimpin Wakil Ketua Komisi IV, Louis Carl Schram didampingi Sekretaris Cindy Wurangian.

Terungkap fakta dimana saat korban Eva Maria melaporkan kasus kekerasan sexsual yang dialaminya pada 19 Desember 2025 namun tidak langsung mendapatkan tanggapan dari pihak Kampus sementara dirinya sudah harus mengikuti ujian skripsi pada 30 Desember 2025 dan lebih mengejutkan terduga pelaku masuk dalam daftar dosen penguji, karena merasa tidak nyaman dengan dosen bersangkutan akibat kekerasan dan tidakan sexual, sementara pihak kampus juga tidak segera menanggapi laporan yang disampaikan maka berakibat pada keputusan bunuh diri.

Belakangan, Polda Sulawesi Utara menyatakan pada Senin 12 Januari 2026, Evia mengakhiri hidup Ada dugaan, korban mengalami depresi dan tekanan sosial.

“Kematian Evia bukan sekadar kasus mengakhiri hidup. Kematian Evia mengungkap ada sesuatu yang salah di kampus, tempat menempa intelektualitas dan moral,” kata politisi Gerindra ini.

Kata Schramm, melihat fakta yang ada, termasuk media sosial, mengungkap banyak hal namun terpendam

Ini bagaimana, kampus seharusnya rumah kedua tapi kampus ada oknum yang melakukan hal seperti ini, apa yang terjadi ke depan?”

“Kami harap ke depan tidak ada lagi kejadian seperti ini. Unima salah satu kampus kebanggaan Sulut,” kata Schram.

Sememtara itu pihak Kampus UNIMA melalui Rektor telah mengambil tindakan tegas dengan menonaktifkan Dosen bersangkutan dari semua aktifitas di Kampus.” Terduga pelaku telah diberikan sangsin berat dengan menonaktifkan semua kegiatannya di kampus dan kasus kriminal yang disangkakan telah diserahkan kepihak berwajib,” ungkap Rektor UNIMA Josep Kamney.

Turut dalam rapat dengar pendapat ini, anggota Komisi IV, Prof Julyeta Paula Runtuwene; Vionita Kuerah; Billy Lombok; Pierre Lombok.

Selain itu, hadir Jeane Laluyan dari Komisi II; lalu Amir Liputo, Gracia Oroh dari Komisi III. (joah tinungki)

 

 

Artikel ini telah dibaca 1,440 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Gelar Lomba Rakyat, Partai Demokrat Nyatakan lebih Dekat Dengan Rakyat.

23 Agustus 2026 - 22:12 WITA

Kembangkan Literasi Bagi Anak Pesisir, Alumni Frasus 86 Manado Gelar Lomba Mewarnai dan Games di Mangruve Park Wori

23 Agustus 2026 - 12:11 WITA

Gelar Baksos di Desa Tiwoho dan Wori, Komunitas Frasus 86 Manado Layani Masyarakat Pesisir

22 Agustus 2026 - 21:15 WITA

Kasus Penggeledahan Rumah Pengusaha JA, GTI Sulut Minta Kejaksaan Tinggi Sulut Transparan

21 Agustus 2026 - 07:21 WITA

DPRD Sulut Apresiasi Rencana Pusat: Guru P3K Paruh Waktu Jadi P3K Penuh dan Berpeluang Ikut Seleksi ASN 2027

20 Agustus 2026 - 23:51 WITA

Unsrat Mewisuda 1.017 Sarjana S1, S2 Hingga S3, Gubernur Sulut Berikan Apresiasi Unsrat Komitmen Jaga Mutu Pendidikan

20 Agustus 2026 - 23:47 WITA

Trending di Manado