Kapolres Rote Ndao AKBP Henri Eko Irawan,S.I.K,
Reporter : Dance Henukh
Sulutnews.com . ROTE NDAO — Kapolres Rote Ndao AKBP Henry Eko Irawan, S.I.K. dengan tegas telah mengeluarkan perintah tindak lanjut terkait kasus dugaan mafia BBM subsidi yang sedang viral di publik. Seluruh oknum yang terlibat jika terbukti bersalah, langsung diproses!
Dikonfirmasi media ini pada Senin, 7 September 2026, Kapolres menjelaskan langkah konkret atas informasi yang beredar sejak semalam: pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga bersama-sama melakukan pelanggaran pengisian BBM subsidi hingga malam hari sudah berjalan.
“Sudah diperiksa.” Tegas Kapolres Rote Ndao.
Nama-nama yang menjadi sorotan publik sekaligus sasaran pemeriksaan
WISNU penanggung jawab SPBU Metina, otak utama pelanggaran jam operasional
OKNUM POLISI terlibat pengisian Pertamax pakai jerigen 30L ×5
SECURITY SPBU terlibat langsung dalam proses pengisian & pengawasan
JITRO figur yang menguasai dan mengendalikan operasi di lokasi
PELANGGARAN TERBUKTI: JAM 16.00 WITA DIINJAK, DILAYANI HINGGA 19.00 WITA
Kasus bermula saat aturan batas jam pelayanan pukul 16.00 WITA diabaikan secara terang-terangan! SPBU Pertamina Metina di bawah kendali Wisnu tetap melayani Solar subsidi bagi nelayan hingga 19.00 WITA, Minggu (6/9/2026) .Jelas melanggar ketentuan resmi yang berlaku.”Jelas melanggar.” Tegas Kapolres Rote Ndao.
Wisnu sendiri sebelumnya membenarkan pelanggaran itu:
“Buka pengisian dari jam 12 siang sampai jam 7, untuk selesaikan penyaluran bagi nelayan pemegang rekomendasi Dinas Perikanan, agar Senin bisa kembali layani Pertalite/Pertamax.”
KAPOLRES TIDAK BERI AMPUN! TERBUKTI LANGSUNG DI PROSES!
Kapolres AKBP Henry Eko Irawan, S.I.K. menegaskan: kasus ini tidak akan dibiarkan begitu saja. Seluruh pihak yang terbukti terlibat dalam kolusi, penyalahgunaan BBM subsidi, dan pelanggaran aturan akan diproses sesuai hukum yang berlaku , tanpa pandang bulu!
PERINTAH KAPOLRES: Periksa mendalam, buka seluruh fakta, TERBUKTI . LANGSUNG DIPROSES!
Publik menunggu hasil pemeriksaan. Masyarakat Rote Ndao berharap hukum tegak tanpa tebang pilih. Tidak ada yang kebal hukum , tidak ada yang di atas aturan!
(DH)






