Sitaro.sulutnews.com — Dua kendaraan pengangkut air bersih tiba di Kampung Hiung, Kecamatan Siau Barat Utara, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Minggu, 6/9/2026.
Di tengah kemarau yang belum juga berakhir, kedatangan air sebanyak 6.000 liter itu menjadi pasokan penting bagi sejumlah tempat penampungan yang mulai kekurangan air.
Kapolres Sitaro AKBP Ronald Andry Mauboy turun langsung dalam penyaluran tersebut. Gereja GMIST Eirene Hiung menjadi salah satu lokasi pertama yang didatangi. Penyerahan air disaksikan Camat Siau Barat Utara Starman Londo, Kapitalau Kampung Hiung Marheis Kadisi, serta warga jemaat.
Air kemudian dibagikan ke beberapa titik.
Sebanyak 800 liter dimasukkan ke tong penampungan Gereja GMIST Eirene Hiung. Sebanyak 2.200 liter disalurkan ke bak penampungan pastori gereja di Lindongan II.
Berikutnya, 500 liter diberikan ke tong penampungan Pastori Gereja Pantekosta Hiung. Sementara 2.500 liter lainnya diangkut menuju bak penampungan air kampung di Lindongan I.
Pembagian itu dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih. Bukan hanya untuk keperluan minum dan memasak, air juga diperlukan untuk mandi, mencuci, menjaga kebersihan serta berbagai aktivitas rumah tangga lainnya.
Mauboy mengatakan penyaluran tersebut merupakan langkah antisipasi menghadapi kemarau yang berlangsung cukup panjang.
“Kita tahu sendiri bahwa musim kemarau ini cukup panjang, jadi kita mengantisipasi dengan cara memberikan air bersih sehingga dapat menjaga kelangsungan hidup masyarakat, khususnya di desa ini,” kata Mauboy.
Menurut dia, distribusi air tidak akan berhenti pada tempat ibadah. Warga yang mengalami kekurangan air, termasuk lembaga pemerintahan, juga menjadi sasaran penyaluran.
“Memang sasaran daripada penyaluran air bersih di tempat ibadah, di rumah masyarakat, maupun di tempat lembaga pemerintahan yang memang kekurangan air bersih,” ujarnya.
Bagi Mauboy, bantuan air bersih bukan semata soal mengisi tong atau bak penampungan yang kosong. Ada kehadiran pemerintah dan kepolisian yang ingin ditunjukkan kepada masyarakat ketika kebutuhan dasar mereka mulai terganggu.
“Maksud dan tujuannya adalah untuk menyampaikan pesan bahwa manusia hidup membutuhkan kehadiran pemerintah maupun kehadiran polisi,” katanya.
Selama kemarau masih berlangsung, penyaluran air bersih akan menjadi salah satu bentuk bantuan yang dibutuhkan masyarakat di wilayah yang pasokan airnya mulai terbatas.






