Manado, Sulutnews.com – Penerimaan siswa baru lewat Sistim Penerimaan Siswa Baru (SPMB) 2026 di SMA dan SMK dilingkungan Dikda Sulut mulai Selasa 2 Juni hinga 24 Juni 2026 dilakukan transparan dan dapat diawasi seluruh masyarakat karena rangking.
Tidak ada lagi istilah sekolah favorit karena semua dibatasi dengan sistim jalur pendaftaran dan batas kouta secara transparan dan terus bergerak secara fluktuatif melalui beranda website spmb.sulutprov.go.id” jadi SPMB transparan dan bisa diawasi semua masyarakat” kata Kadis Dikda Sulut Dr Femmy Suluh M Si kepada Jurnalis Sumikolah Sulut Jumat (29/5/26) di Manado.
Kadis Dikda dikonfirmasi terkait pelaksanaan SPMB 2026 di sekitar SMA dan SMK di Sulut yang dimulai Selasa 2 Juni hinga 24 Juni 2026 dan gratis tanpa pungutan.
Menurut Kadis, pada Jumat 29 Mei telah dilaksanakan pelatihan Teknis Aplikasi bagi Seluruh Satuan Pendidikan SMA & SMK secara Daring. Pelatihan ini penting agar semua sekolah bisa melaksanakan SPMB dengam baik sesuai aturan yang ada.
Selain itu menurut Kadis Femmy Suluh, pihaknya sudah berikan surat edaran ke- semua Satuan Pendidikan tentang Pencegahan Korupsi dan Gratifikasi dalam Pelaksanaa SPMB 2026 sehingga yang melanggar akan ada Sanksi Tegas.” Jadi ada sangsi tegas yang melangar aturan SPMB” ujar Femmy Suluh yang meraih Master dari UGM dan Doktor di Universitas Pajajaran Bandung.
50 Siswa ADEM Daerah 3T
Terkait siswa Afirmasih Pendidikan Menengah ( ADEM) yakni siswa dari daerah Terluar, Terdepan dan Tertingal ( 3T) sesuai kouta Siswa ADEM tahun 2026 sekitar 50 siswa yang di bahagi dalam 7 sekolah yakni 3 SMA dan 5 SMK di Kota Manadp. Kuota ini menurut Kadis Femy Suluh sudah Include dalam total Kuota SPMB di 7 sekolah tersebut.” Jadi tahun ini kouta siswa ADEM dari daerah 3T hanya 50 siswa” kata Femmy Suluh.
Sementara itu Kabid SMK Dikda Sulut Vecky Pangkerego S.Pd .M.Pd secara terpisah Jumat (29/5/26) kepada Jurnalis Sumikolah Sulut mengatakan, ada 194 SMK Negeri di Sulut yang akan mulai laksanakan SPMB pada Selasa 2 Juni 2026.” Semua Kepsek Kabid Pangkerego optimis ikut aturan yang ada sesuai SPMB” ujarnya.
Dari pantauan dan laporan dari semua SMK sudah siap melaksanakan SPMB sesuai kouta masing masih.
Sejumlah Kepsek SMK Sudah Siap
Sementara sejumlah Kepsek SMK yang diminta tangapan terkait SPMB 2026 mulai Selasa 2 Juni 2026 mengatakan sudah siap melaksanakan sesuai aturan. ” Kami sudah siap melaksanakan sesuai aturan. Dan transparan” kata Kepsek SMK Negeri 1 Manado Telly Ticoalu S.Pd.M Si dan Kepsek SMK Negeri 1 Bitung Drs Christo Lewan dan Anna Powa S Pd Kepsek SMK Negeri 1 Ratahan di Kabupaten Mitra. Mereka dikonfirmasi Jumat (29/5/26) secara terpisah lewat telepon.

Foto -‘Kepsek SMK Negeri 1 Bitung Drs Christo Lewan M.Pd
Kepsek Telly Ticoalu mengatakan untuk SMK Negeri 1 mendapat 15 rombel untuk enam program keahlian. Pihaknya sudah siap dan ikut aturan SPMB dan kita transparan.Begitu juga dikatakan Kepsek Christo Lewan untuk sekolahnya SMK Negeri 1 Bitung sekitar 17 rombel untuk tujuh program keahlia .” Kita tidak mau langar aturan” kata Lewan. Dengan SPMB justru sangat membantu karena masyarakat tidak mau masuk kalau tidak sesuai aturan.
Hal yang sama dikatakan Anna Powa Kepsek SMK Negeri 1 Ratahan. Ada 12 rombel atau 432 siswa untuk delapan program keahlian yang ada disekolahnya.” Kita terima sesuai yakni 12 rombel. Kita tidak akan terimah bila tidak sesuai aturan.” Kami transparan dalam SPMB” tambah Powa.
Kepsek SMA Ikut Aturan
Sebelumnya sejumlah Kepsek SMA secara terpisah juga sudah siap laksanakan aturan SPMB 2026. Kita ingin lancar aman pelaksanasn SPMB yang akan dimulai 2 Juni nanti” Jadi.kita transparan dan dengan SPMB kita sekolah tidak merasa ada beban karena yang diterima itu sesuai aturan baik jalur domisili, prestasi, afirmasih dan perpindahan orang tua” kata Kepsek SMA Negeri 1 Manado Jemmy Jermias S.Pd dan Kepsek SMA Negeri 9 Manado Hendra Masie S.Pd.MM kepada Jurnalis Sumikolah Sulut di Manado secara terpisah baru baru ini. Dua sekolah besar yang berakreditasi ” A” tersebut tetap ikut aturan SPMB. Terutama terkait rombel untuk SMA Negeri 1 Manado hanya 16 rombel dengan 36 siswa satu rombel ini tidak bisa lebih. ” Kami ikut aturan yang ada” ujarnya” kata Kepsek SMA Negeri 1 Manado Jemmy Jermias.

Foto – Kepsek SMA Negeri 9 Binsus Manado Hendra Masie S.Pd.MM
Untuk SMA Negeri 9 juga tetap 17 rombel dengan 36 siswa setiap rombel.” Kita transparan dan ikut aturan yang ada” kata Kepsek Hendra

Foto – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut Louis Schramm SH MH
Komisi IV DPRD Sulut
Wakill Ketua Komisi IV DPRD Sulut Bidang Kesra dan Pendidikan Louis Schramm SH.MH ketika dikonfirmasih Jurnalis Sumikolah Sulut Jumat (29/5/26) terkait pelaksanaan SPMB 2026 di SMA dan SMK yang akan dimulai pada Selasa 2 Juni hinga 24 Juni 2026 berharap berjalan lancar sesuai aturan dan tidak ada kegaduan.” Semua sekolah harus ikut ketentuan yang berlaku agar berjalan lancar dan tidak ada kegaduan” kata Louis Schramm.(Fanny)






