Manado, Sulutnews.com – Kadis Dikda Sulut Dr Femmy Suluh M.Si mengatakan terkait pendaftaran kembali siswa baru yang sudah lulus Sistim Penerimaan Murid Baru ( SPMB), yang dimua 29 Juni hinga 2 Juli 2026, semua Kepala Bidang, Kepala Cabang Dinas dan Kepala Satuan Pendidikan atau Kepala Sekolah diminta harus ikut aturan yang ada.
” Ya semua staf Dikda baik Kabid dan Kepala Cabang Dinas dan Kepala Sekolah diminta perhatikan dan awasi dengan ketat dokumen disaat pendaftaran kembali” ujar Kadis Dikda Sulut Femmy Suluh kepada Jurnalis Sumikolah Sulut Rabu (1/7/26) di Manado lewat telepon.
Dikda sudah layangkan surat kepada semua staf hinga Kepala Sekolah dan panitia. Menurut Kadis Femmy Suluh, pihak sekolah dan panitia harus meneliti dokumen yang dimasukkan dengan sebaik-baiknya. Jika ada indikasi pemalsuan dokumen dari murid baru saat mendaftar maka bisa didiskualifikasi atau dibatalkan kelulusannya di SPMB.
” Kita harus jaga integritas dengan cara yang bermartabat” kata Femmy Suluh yang juga Mantan Kepala Badan Keuagan dan Aset Pemda Sulut.
Jangan Paksakan Beli Seragam
Kadis menambahkan terkait dengan pendaftaran kembali siswa yang sudah lulus SPM , pihak Sekolah dan panitia dilarang melakukan pungutan yang tidak sesuai ketentuan.
Dan jangan memaksakan atau mewajibkan anak atau murid dan orang tua membeli seragam, tas, dan perlengkapan Sekolah lainnya yang dijual oleh Sekolah atau guru. ” Jadi jangan memaksakan membeli seragam disekolah” tegas Femmy Suluh lulusan Master dari UGM dan Doktor dari Universitas Pajajaran Bandung
Pihak sekolah dan panitia harus lakukan pelayanan dengan ramah, sopan, profesional dan berkualitas saat pendaftaran kembali.
Karena kesan pertama anak di sekolah sangat menentukan” Kita harus rama dan melayani dengan baik
Untuk pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah ( MPLS) sudah ada aturan dari Kemendikdasmen untuk diperhatikan. Pantauan Jurnalis Sumikolah Sulut hinga hari ketiga Rabu 1 Juli 2026 pelaksanaan pendaftaran kembali murid yang sudah lolos SPMB berjalan lancar seperti di SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 9 Manado serta SMA Negeri 7 Manado.
Sejumlah murid yang sudah mendaftar kembali mengatakan banga karena sudah diterima dan tidak berbelit dan sulit”Saya senang sudah diterima dan masuk jalur prestasi” ujar salah satu murid usai mendaftar di SMA Negeri 7 Manado namun engan menyebutkan namanya kepada Jurnalis Sumikolah.
Sementara itu data yang diperoleh Jurnalis Sumikolah Sulut dari Balai Informasi dan Teknologi Komunikasi ( BITK) Dikda Sulut menunjukan masih ada sejumlah SMA dan SMK Negeri yang belum terpenuhi koutanya.
Sehinga masih terbuka lebar bagi siswa yang belum lulus SPMB dibeberapa sekolah untuk masuk kesekolah yang belum penuh koutanya. Untuk Kota Manado ada berapa SMA Negeri yang masih kurang siswa seperti SMA 2, SMA Negeri 4, SMA Negeri 10 , SMA Negeri 6, SMA Negeri 3. Dan ada SMK Negeri 2,,SMK Negeri 6 dan SMK lainya.
Dikota Bitung juga SMK Negeri 1 dan 2 serta ada SMA Negeri 3 dan 4 yang belum terpenuhi koutanya serta di beberapa Kabupaten dan Kota di Minahasa, Minsel dan Kotamobagu.masih ada beberapa sekolah koutanya belum terpenuhi. Data yang ada murid yang lulus SPMB 2026 sekitar 33.553 murid daya tampung SMA dan SMK sekitar 46.ribu lebih. Dan untuk SMA Negeri ada 122 sekolah SMK Negeri 94 SMK di 15 Kabupaten dan Kota. (Fanny)





