Minsel,Sulutnews.com– Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menunjukkan komitmennya dalam peningkatan sarana prasarana pendidikan di daerah. Di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), program revitalisasi satuan pendidikan untuk jenjang SMA, SMK, dan SLB kini telah memasuki tahap konstruksi dengan pengawasan yang ketat dan berstandar kualitas.
Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah Minahasa Selatan dan Minahasa Tenggara, Arie Toloh, S.Pd., M.Pd., memastikan bahwa proses pengerjaan di sejumlah sekolah berjalan sesuai regulasi. “Kami hadir untuk memastikan semua berjalan transparan dan berkualitas. Proyek ini adalah wujud nyata hadirnya negara dalam memajukan pendidikan di Sulawesi Utara,” tegas Toloh saat ditemui di Amurang, Senin (10/8).

Foto – Kacabdin Dikda Mitra Minsel Arie Toluh S.Pd
Pemerintah telah menggelontorkan dana dengan besaran berbeda-beda untuk setiap satuan pendidikan, disesuaikan dengan kebutuhan dan skala prioritas masing-masing sekolah. Tidak hanya pembangunan fisik, revitalisasi ini juga bertujuan untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inspiratif bagi peserta didik.
Kebahagiaan di SLB Permuti
Salah satu penerima manfaat terbesar di wilayah ini adalah SLB Permuti (Perisai Mutiara Hati) di Amurang. Kepala Sekolah Norma Tumuju mengaku sangat bersyukur setelah bertahun-tahun menanti, akhirnya sekolahnya mendapatkan perhatian serius dengan anggaran mencapai Rp1,57 miliar.

Foto – Kepsek SLB Permuti Amurang di Minsel Norma Tumuju
“Kami sangat berterima kasih kepada Presiden Prabowo dan Kemendikdasmen. Saat ini progres sudah mencapai 60 persen dan ditargetkan tuntas dalam waktu lima bulan. Pekerjaan ini mencakup pembangunan tiga ruang kelas baru, ruang UKS, perpustakaan, toilet, ruang keterampilan, jalan lingkungan, drainase, hingga gerbang sekolah,” papar Norma.
Norma yang juga seorang ASN di Bolmong ini optimis, dengan fasilitas yang representatif, proses pembelajaran bagi 30 siswa (termasuk 5 siswa baru) dan 7 tenaga pendidik akan berjalan lebih efektif dan menyenangkan.

Foto – Kepsek SMA Negeri 1 Motoling Minsel Moldy Lumempouw S.Pd
Sambutan Hangat dari SMA Motoling dan Tengah
Di tingkat SMA, Kepala SMA Negeri 1 Motoling, Moldy Lumempouw, S.Pd., menyebut bantuan Rp1,333 miliar merupakan berkah besar bagi sekolahnya. “Kami sudah memulai pengerjaan dengan progres sekitar 30 persen. Fokus kami adalah rehabilitasi toilet, ruang kelas, dan pembangunan laboratorium. Ini akan sangat mendukung peningkatan kualitas siswa,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Kepala SMA Negeri 1 Tengah, Tenny Lelah, S.Pd. Dengan anggaran lebih dari Rp1 miliar, pembangunan ruang kelas dan toilet sedang dalam proses pengerjaan. “Kami atas nama keluarga besar sekolah mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada pemerintah pusat yang telah mendengar suara kami,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Motoling yang lain, Diana Rantung, S.Pd., mengungkapkan bahwa sekolahnya telah mengajukan usulan revitalisasi dan saat ini masih menunggu proses realisasi lebih lanjut. “Kami sudah siap dan sangat berharap segera terwujud untuk kebaikan anak-anak didik kami,” pungkas Diana.
Dengan semangat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan satuan pendidikan, diharapkan seluruh program revitalisasi di Kabupaten Minahasa Selatan dapat rampung tepat waktu dan memberikan dampak positif bagi generasi penerus bangsa.(Fanny)





