Menu ✖

Mode Gelap
Breaking News : Polnustar Kembali Mewisuda 136 Mahasiswa Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau

Manado · 25 Feb 2025 08:53 WITA ·

Harga Nilam Petani Sulut Anjlok, Ini Yang Dilakukan MEP


Oplus_131072 Perbesar

Oplus_131072

MANADO,Sulutnews.com – Wakil Ketua DPRD Sulut dr. Michaela Elsiana Paruntu, MARS, mengatakan pentingnya kajian terhadap mekanisme pasar untuk komoditi pertanian masyarakat khususnya tanaman Nilam yang saat ini sementara buming di provinsi Sulawesi Utara. Menurutnya persoalan nilai jual di tingkat petani yang dianggap bermasalah karena diduga sengaja dimainkan oleh para pedagang pengumpul perlu segera ada langkah dari pemerintah untuk melakukan intervensi lewat regulasi yang tentu tidak menjadikan petani rugi.

“Saat pertemuan dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan saya telah meminta kajian terhadap harga komoditi Nilam masyarakat, untuk mengantisipasi permainan harga oleh pedagang dan hal ini mendesak  arga minyak Nilam tidak di atur sendiri oleh pedagang pengumpul.,” tegas MEP kepada wartawan saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (24/2/2025).

Juga politisi Partai Golkar yang selalu memberi perhatian terhadap persoalan masyarakat ini mengatakan, kondisi adanya peralihan kepemimpinan di Sulawesi, memang menjadi kendala bagi pemerintah untuk mengambil langkah dalam membuat kebijakan.” Harus dipahami karena Gubernur baru saja dilantik, jadi kita masih menunggu, karena pasti akan ada pergantian pimpinan SKPD, dan kita tunggu Pak Gubernur berada di Sulut dan setelah itu akan kita tindak lanjuti mengenai kajian yang telah dijanjikan, agar masyarakat yang menanam nilam tidak was-was dengan harga,”jelas Legislator Dapil Minsel-Mitra ini.

Terkait fluktuasi harga Nilam, Ketua Komisi Remaja Sinode GMIM ini mengimbau masyarakat khususnya petani petani nilam agar terus bekerja, jangan sampai tiba-tiba berhentindan patah semangat. “Memang hukum ekonomi berlaku, semakin banyak produksi pasti harga turun, tetapi kami tidak menutup mata, untuk bagaimana memproteksi harga lewat regulasi,” ungkap MEP sambil bertekat akan melakukan yang terbaik untuk memperhatikan aspirasi masyarakat di lembaga DPRD Sulut.(Josh tinungki)

Artikel ini telah dibaca 1,071 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kadis Dikda Sulut: 409 SMA/SMK Siap 100 Persen Ikuti TKA 26 Oktober–8 November 2026

26 Oktober 2026 - 08:11 WITA

Kepala BPMP Sulut Febry Dien Optimis Nilai Rata-Rata TKA SMA/SMK Sulut 2026 Lebih Baik Dari 2025, DPRD Sulut Akan Mengawasi

24 Oktober 2026 - 18:49 WITA

Pemilihan Calon Rektor Unsrat Periode 2026–2030 Digelar 18 Desember 2026, Pendaftaran Dibuka 2 November 2026

24 Oktober 2026 - 17:14 WITA

Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Sektor Pendidikan di Sulut Terima Banyak Bantuan

23 Oktober 2026 - 23:47 WITA

28.902 Siswa Kelas XII di 409 SMA/SMK Sulut Siap Ikut TKA 26 Oktober–8 November 2026

23 Oktober 2026 - 14:02 WITA

Perdamaian Sengketa Pinjaman Rp10 Miliar Tuntas,Wenny Lumentut : Semua Sudah Clear

23 Oktober 2026 - 07:40 WITA

Trending di Manado