Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Kotamobagu · 7 Mar 2023 13:07 WITA ·

Disbudpar Kotamobagu Gelar FGD Strategi Pengelolaan dan Pengembangan Komunitas Seni Budaya


Disbudpar Kotamobagu Gelar FGD Strategi Pengelolaan dan Pengembangan Komunitas Seni Budaya Perbesar

SN.com,KOTAMOBAGU– Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Kotamobagu menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait strategi pengelolaan dan pengembangan sanggar atau komunitas seni budaya, di restoran Lembah bening, Selasa (7/3/2023).

FGD ini turut di buka oleh Assisten I sekda kotamobagu Nasli Paputungan, Ketua Bapemperda DPRD, Begie CH. Gobel, dan para pemerhati budaya. Asisten I Nasli Paputungan dalam sambutanya menyampaikan, bahwa budaya daerah merupakan cerminan dari kepribadian sebuah masyarakat.

“Jika kita ingin dikatakan sebagai masyarakat yang berbudaya maka konsekuensi logisnya adalah bagaimana masyarakat dapat mempertahankan dan melestarikan budaya itu sendiri,”ujarnya.

Nasli mengatakan, melestarikan suatu seni dan budaya daerah bukanlah sebuah pekerjaan yang mudah apalagi saat ini berbagai budaya dari luar turut mempengaruhi tatanan budaya yang saat ini berkembang di tengah masyarakat.

“Kondisi ini tentu ada untung ruginya karena di suatu sisi budaya yang datang dapat mempengaruhi dinamika yang terjadi di masyarakat. Sebab jika budaya tersebut memiliki dampak positif tentunya patut kita syukuri akan tetapi di satu sisi  perlu kita waspada bersama, karena dampak dari masuknya budaya tersebut terkadang dapat  menggeser budaya  peninggalan para leluhur,”terangnya.

Lanjut nasli, bahwa melestarikan tidak terlepas dari tanggung jawab pemerintah, akan tetapi perlu juga ada dorongan dari berbagai pihak. Karena pada hakikatnya pelestarian adat budaya merupakan tanggung jawab pemerintah daerah, namun juga sangat membutuhkan dukungan  berbagai pihak seniman, budayawan, maupun masyarakat.

“Berharap, melalui kegiatan dapat menciptakan hal baru baik dari segi tata kelola maupun pengembangan seni budaya. Dan akan meningkatkan tata kelola sanggar seni budaya demi menjaga kelestarian seni budaya dan menghadirkan seni budaya yang berkualitas serta pengembangan seni budaya di daerah di masa yang akan datang,” ungkapnya.(*)

Artikel ini telah dibaca 59 kali

Baca Lainnya

GEMPARKAN DUNIA SEJARAH! ARTEFAK CAP DAN TANDA TANGAN ASLI KERAJAAN BOLAANG MONGONDOW BERHASIL DITEMUKAN!

3 Agustus 2026 - 15:22 WITA

TCL Menuju Semifinal Pertemukan Musuh ‘Bobuyutan’ Persin Sinindian Vs Bintang Mudah Matali

29 Juli 2026 - 21:30 WITA

Pemkot Ikuti Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Tahun 2025.

28 Juli 2026 - 21:53 WITA

Dinas Pendidikan Kotamobagu dan Sejumlah Kepsek SMP Negeri Lakukan Studi Tiru di SMP Negeri 1 Manado

23 Juli 2026 - 23:02 WITA

Asisten Satu Pemkot Sampaikan Amanat Penuh dalam Bahasa Mongondow

23 Juli 2026 - 21:26 WITA

Wali Kota Kotamobagu Tegaskan Disiplin Aparatur Sangadi Dan Lurah

14 Juli 2026 - 19:49 WITA

Trending di Kotamobagu