Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Jakarta · 29 Mar 2023 21:55 WITA ·

Dipertanyakan! PDIP Tolak DPR Bentuk Pansus Kasus Rp349 Triliun di Kemenkeu


Dipertanyakan! PDIP Tolak DPR Bentuk Pansus Kasus Rp349 Triliun di Kemenkeu Perbesar

Jakarta,Sulutnews.com – Wacana pembentukan Panitia Khusus (Pansus) pembentukan transaksi janggal Rp 349 T di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) secara tegas ditolak Ketua Komisi III DPR RI Bambang Wuryanto.

Bambang sepakat jika Menko Polhukam Mahfud MD untuk konsolidasi terlebih dahulu mengungkap transaksi janggal Rp 349 T.

“Pak Menko Polhukam inilah yang mesti melakukan audit, namanya juga mengkonsolidasi,” kata Bambang saat rapat Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Rabu (29/3/2023) lalu.

Menurut Bambang, Mahfud dapat merapatkan soal transaksi janggal Rp 349 T dengan PPATK hingga kementerian/lembaga lainnya. Sehingga, Bambang Pacul saat ini tak setuju dengan pansus.

“Jadinya Bambang nggak setuju pansus today. Tapi Bambang memohon, meminta, atau memerintahkan. Ini semua kawan-kawan memakai pin semua, Pak. Karena supaya hak imunitasnya menempel, Pak,” ujarnya.

Pernyataan Pacul yang mewakili PDIP tersebut dipertanyakan sejumlah pegiat dan aktivis masyarakat.

Menurut Michael aktivis muda Jakarta, hal tersebut menjadi pertanyaan besar dan amat menyakiti hati rakyat.”Kenapa harus menolak dibentuk pansus? Padahal semestinya persoalan tersebut dapat transparan dan terbuka, sehingga masyarakat dapat mengetahui lebih jauh transaksi janggal sebesar Rp.349 Triliun. Ini bukan uang sedikit lho dan pastinya ini uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan,” ketus Michael.

Hal senada juga diungkapkan Jimmy, pengamat yang juga jurnalis senior. Menurutnya pembentukan pansus merupakan upaya bijak agar dapat terungkapnya persoalan transaksi janggal senilai ratusan triliun tersebut.(*/JE)

Artikel ini telah dibaca 2,456 kali

Baca Lainnya

Jembatan Merah Putih Presisi: Bukti Nyata Sinergi TNI–Polri, Hadir Membuka Akses dan Masa Depan Rakyat

14 Agustus 2026 - 15:22 WITA

“TIDAK ADA IZIN JUDI!” HANYA IZIN KERAMAIAN, MAKA DIBUKA LAGI , POLISI TEGAS: PEMDA ROTE NDAO WAJIB JAGA KONDUSIVITAS

13 Agustus 2026 - 21:16 WITA

KLARIFIKASI TERBARU! ASISTEN I PETSON HANGGE AKUI UANG Rp40 JUTA, DISEBUT HASIL KESEPAKATAN DAN TERTUANG DALAM PROPOSAL

11 Agustus 2026 - 17:00 WITA

RESES II MIKAEL MANU WARGA OELASIN DESAK PEMBANGUNAN JALAN, DINAMO CELUP HINGGA BIBIT TERNAK

11 Agustus 2026 - 13:46 WITA

MELEDAK! UANG Rp40 JUTA KINI DIKLARIFIKASI

11 Agustus 2026 - 10:21 WITA

MELEDAK! PROPOSAL EXPO ROTE NDAO KEMBALI DISOROT — DUGAAN Rp40 JUTA BERKEDOK “SUMBANGAN” MUNCUL

11 Agustus 2026 - 08:58 WITA

Trending di Internasional