Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bola & Sports · 16 Jun 2024 22:17 WITA ·

Cabor Hapkido Diharapkan Jadi Penyumbang Medali Pertama Sulut di PON XXI/2024


Ketua Umum KONI Sulut, Drs Steven Kandouw ketika berbincang dengan para atlet Hapkido saat Pencanangan Pelatda PON Provinsi Sulawesi Utara beberapa waktu lalu. Perbesar

Ketua Umum KONI Sulut, Drs Steven Kandouw ketika berbincang dengan para atlet Hapkido saat Pencanangan Pelatda PON Provinsi Sulawesi Utara beberapa waktu lalu.

Editor: Michael ‘Cilox’ Tumiwang

SulutNews.Com, Manado – Peluang Sulut mendulang medali pertama dari Cabor Hapkido terbuka lebar. Ini dikarenakan aturan pertandingan setiap kelas, dipertandingkan hanya satu hari dari babak penyisihan hingga babak final.

Dengan demikian jika pertandingan Cabor Hapkido dimulai tanggal 10 September 2024, dipastikan ada atlet Sulut yang bertanding, dan diharapkan dapat meraih medali emas pertama bagi Sulut.

Dari 16 Nomor yang dipertandingkan, hampir pasti setiap harinya ada atlet asal Sulut yang bertanding. Apalagi, pada pelaksanaan PON XXI, Cabor Hapkido Sulut meloloskan delapan atlet masing-masing 3 putra dan 5 putri, dimana pada pelaksanaan Babak Kualifikasi PON di Yogyakarta Tahun 2023 lalu, Sulut berhasil mendulang 4 emas dan 2 perak.

Empat atlet peraih medali emas Babak Kualifikasi PON XXI, yang berpeluang besar meraih hasil yang sama di PON adalah Andreas Elia Waturandang Kelas Daeryun Under 62 Putra. Kemudian Devianty Praysly Gimon, Daeryun Under 51 Kg Putri. Kezia Tesalonika Umboh, Daeryun Under 59 Kg Putri dan Jenifer Priscilia Mamoto, Daeryun Under 63 Kg Putri.

Selain empat atlet peraih medali emas Babak Kualifikasi PON, ada juga Wendy Hiskia Rarung, Daeryun Under 72 Kg yang mendulang medali perunggu. Kemudian Glorya Venaya Emely Muntu, Daeryun Under 72 Kg.

Dua atlet lainnya yang juga lolos BK PON usai masuk 6 besar masing Thio Franco Andries Mantik, Daeryun Under 78 Kg dan satu satunya atlet yang lolos nomor seni (Hyung), yakni Devina Joy Helyana Gimon, yang saat ini sedang menjalani program latihan khusus di Yogyakarta.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum KONI Sulut, Drs. Steven Kandouw memberikan support penuh kepada para atlet yang akan berjuang di PON XXI Aceh Sumatera Utara. Figur Wakil Gubernur Sulut tersebut bahkan meminta agar para pelatih terus mengawasi program latihan para atlet sehingga pada saat pertandingan, kondisi atlet berada pada peak performance.

“Pekan Olahraga Nasional (PON) sudah dipastikan akan berlangsung sesuai jadwal, sesuai petunjuk Presiden Joko Widodo. Dengan demikian, jadwal pembukaan PON di Stadion Harapan Bangsa tetap pada hari Minggu 08 September 2024,” ujar Wagub Steven.

Dari data yang dirangkum dari PB PON XXI Wilayah Aceh, sebelum upacara pembukaan, ada sejumlah Cabor yang akan dipertandingkan terlebih dahulu. Salah satunya adalah Cabor Bola Basket 5×5 dimana Sulut akan bertanding lebih awal yakni 03 September 2024 di Banda Aceh.

Namun khusus untuk Kontingen Sulut, Cabang Olahraga yang berpotensi meraih medali pertama di PON XXI adalah Hapkido. Meski tercatat sebagai pendatang baru di pesta olahraga empat tahunan, Hapkido kini menjadi primadona sejumlah provinsi termasuk Sulawesi Utara.

Sesuai jadwal yang dikeluarkan PB PON, Hapkido akan bertanding di Kawasan Stadion Harapan Bangsa Aceh Besar dan pertandingan dilaksanakan mulai tanggal 10 s.d. 12 September 2024. Jika jadwal tidak berubah, diprediksi Kontingen Sulut akan mendulang medali pertama Cabor Hapkido.

Waktu yang tersisa terutama saat Pelatda Sentralisasi (TC Dalam), Steven Kandouw mendorong tim Satgas PON Sulut agar terus melakukan monitoring baik untuk program latihan maupun kebutuhan atlet agar kemampuan fisik maupun teknis bisa dicapai pada saat pertandingan.

Jadi periodisasi latihan, kata Kandouw perlu dikontrol terus oleh Tim Satgas agar atlet atlet yang diproyeksikan meraih medali bisa berlatih sesuai tingkatannya dan mencapai puncaknya pada saat pertandingan di PON.(MG7/bci)

 

 

Artikel ini telah dibaca 1,284 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

KEPASTIAN HUKUM ATAS TANAH 170,55 HEKTAR DENGAN SURAT PERNYATAAN BERSAMA UNTUK TUTUP SENGKETA PULUHAN TAHUN

9 Juli 2026 - 21:40 WITA

PWI Minsel Gandeng BPJS Ketenagakerjaan, Wartawan Kini Dapat Perlindungan Sosial 

9 Juli 2026 - 19:11 WITA

SMA Negeri 9 Binsus Manado Lakukan Uji Kompetensi 602 Murid Baru, Untuk Masuk Kelas Binsus

9 Juli 2026 - 18:01 WITA

Apel Perdana Sebagai Sekwan Definitif, Niklas Silamgen Tekankan Disiplin dan Dedikasi Dalam Pelalsanaan Tugas

9 Juli 2026 - 06:26 WITA

Fransiscus Andi Silangen : Jangan Jadikan Rumah Sakit Sebagai Penghasil PAD

8 Juli 2026 - 10:05 WITA

Makisanti : Data Administrasi Buku Penetapan APBD Disiapkan Saat Pembahasan Pertanggungjawaba

8 Juli 2026 - 09:47 WITA

Trending di Manado