Menu

Mode Gelap
Walikota Tomohon Caroll Senduk Didampingi Sekot Edwin Roring Hadiri Dialog Publik “Masyarakat Bertanya Walikota Menjawab” Pelestarian Laut Dukung Peningkatan Pariwisata, Suzuki Indonesia Adakan Bersih-Bersih Pantai Bunaken Dengan Ratusan Pelajar Wagub Steven Kandouw Lantik Wounde Sebagai Penjabat Bupati Sangihe Breaking News Tamuntuan Pergi, Wounde Datang Kecamatan Tatoareng Kepulauan Sangihe Terancam Jatuh Miskin

Bola & Sports · 16 Jun 2024 22:17 WIB ·

Cabor Hapkido Diharapkan Jadi Penyumbang Medali Pertama Sulut di PON XXI/2024


 Ketua Umum KONI Sulut, Drs Steven Kandouw ketika berbincang dengan para atlet Hapkido saat Pencanangan Pelatda PON Provinsi Sulawesi Utara beberapa waktu lalu. Perbesar

Ketua Umum KONI Sulut, Drs Steven Kandouw ketika berbincang dengan para atlet Hapkido saat Pencanangan Pelatda PON Provinsi Sulawesi Utara beberapa waktu lalu.

Editor: Michael ‘Cilox’ Tumiwang

SulutNews.Com, Manado – Peluang Sulut mendulang medali pertama dari Cabor Hapkido terbuka lebar. Ini dikarenakan aturan pertandingan setiap kelas, dipertandingkan hanya satu hari dari babak penyisihan hingga babak final.

Dengan demikian jika pertandingan Cabor Hapkido dimulai tanggal 10 September 2024, dipastikan ada atlet Sulut yang bertanding, dan diharapkan dapat meraih medali emas pertama bagi Sulut.

Dari 16 Nomor yang dipertandingkan, hampir pasti setiap harinya ada atlet asal Sulut yang bertanding. Apalagi, pada pelaksanaan PON XXI, Cabor Hapkido Sulut meloloskan delapan atlet masing-masing 3 putra dan 5 putri, dimana pada pelaksanaan Babak Kualifikasi PON di Yogyakarta Tahun 2023 lalu, Sulut berhasil mendulang 4 emas dan 2 perak.

Empat atlet peraih medali emas Babak Kualifikasi PON XXI, yang berpeluang besar meraih hasil yang sama di PON adalah Andreas Elia Waturandang Kelas Daeryun Under 62 Putra. Kemudian Devianty Praysly Gimon, Daeryun Under 51 Kg Putri. Kezia Tesalonika Umboh, Daeryun Under 59 Kg Putri dan Jenifer Priscilia Mamoto, Daeryun Under 63 Kg Putri.

Selain empat atlet peraih medali emas Babak Kualifikasi PON, ada juga Wendy Hiskia Rarung, Daeryun Under 72 Kg yang mendulang medali perunggu. Kemudian Glorya Venaya Emely Muntu, Daeryun Under 72 Kg.

Dua atlet lainnya yang juga lolos BK PON usai masuk 6 besar masing Thio Franco Andries Mantik, Daeryun Under 78 Kg dan satu satunya atlet yang lolos nomor seni (Hyung), yakni Devina Joy Helyana Gimon, yang saat ini sedang menjalani program latihan khusus di Yogyakarta.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum KONI Sulut, Drs. Steven Kandouw memberikan support penuh kepada para atlet yang akan berjuang di PON XXI Aceh Sumatera Utara. Figur Wakil Gubernur Sulut tersebut bahkan meminta agar para pelatih terus mengawasi program latihan para atlet sehingga pada saat pertandingan, kondisi atlet berada pada peak performance.

“Pekan Olahraga Nasional (PON) sudah dipastikan akan berlangsung sesuai jadwal, sesuai petunjuk Presiden Joko Widodo. Dengan demikian, jadwal pembukaan PON di Stadion Harapan Bangsa tetap pada hari Minggu 08 September 2024,” ujar Wagub Steven.

Dari data yang dirangkum dari PB PON XXI Wilayah Aceh, sebelum upacara pembukaan, ada sejumlah Cabor yang akan dipertandingkan terlebih dahulu. Salah satunya adalah Cabor Bola Basket 5×5 dimana Sulut akan bertanding lebih awal yakni 03 September 2024 di Banda Aceh.

Namun khusus untuk Kontingen Sulut, Cabang Olahraga yang berpotensi meraih medali pertama di PON XXI adalah Hapkido. Meski tercatat sebagai pendatang baru di pesta olahraga empat tahunan, Hapkido kini menjadi primadona sejumlah provinsi termasuk Sulawesi Utara.

Sesuai jadwal yang dikeluarkan PB PON, Hapkido akan bertanding di Kawasan Stadion Harapan Bangsa Aceh Besar dan pertandingan dilaksanakan mulai tanggal 10 s.d. 12 September 2024. Jika jadwal tidak berubah, diprediksi Kontingen Sulut akan mendulang medali pertama Cabor Hapkido.

Waktu yang tersisa terutama saat Pelatda Sentralisasi (TC Dalam), Steven Kandouw mendorong tim Satgas PON Sulut agar terus melakukan monitoring baik untuk program latihan maupun kebutuhan atlet agar kemampuan fisik maupun teknis bisa dicapai pada saat pertandingan.

Jadi periodisasi latihan, kata Kandouw perlu dikontrol terus oleh Tim Satgas agar atlet atlet yang diproyeksikan meraih medali bisa berlatih sesuai tingkatannya dan mencapai puncaknya pada saat pertandingan di PON.(MG7/bci)

 

 

Artikel ini telah dibaca 1,042 kali

Baca Lainnya

Bina Fisik, Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Candra Wijaya Gowes Bersama PJU Kodam

12 July 2024 - 22:53 WIB

Bahas Program Kerja 2025, Pewarna Sulut Gelar Rakerda ke V

12 July 2024 - 15:42 WIB

Wakili Wagub di Perayaan HUT KGPM Kalinaung, Silangen Bersyukur Bersama Jemaat

12 July 2024 - 09:54 WIB

Siap Menangkan Hati Rakyat, Demokrat dan Golkar Usung Pasangan E2L- MEP di Pilkada 2024

12 July 2024 - 04:44 WIB

Olly Dondokambey : Perlu Kerja Sama Semua Stakeholder Dalam Optimalisasi Jalur Perdagangan Asia Pasifik Dari Indonesia Timur

11 July 2024 - 22:00 WIB

Kapolda Sulut Irjen Pol Yudhiawan Minta 191 Bintara Polisi Yang Baru Dilantik Laksanakan Tugas Dengan Baik

11 July 2024 - 20:18 WIB

Trending di Kepolisian