Pasien dengan Keluhan Asma Jadi Sorotan, Bupati Minta Fakta Dibuka Terang
Reporter: Dance Henukh
Sulutnews.com – Rote Ndao
ROTE NDAO — Polemik pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ba’a memasuki babak baru. Bupati Rote Ndao Paulus Henuk turun tangan setelah membaca pemberitaan mengenai keluarga pasien yang disebut harus membeli masker sendiri di apotek untuk kebutuhan pasien selama menjalani perawatan.Tak ingin persoalan tersebut menjadi sekadar polemik di ruang publik, Bupati langsung meminta pengecekan terhadap pasien yang dimaksud. Ia juga memastikan akan memanggil Direktur RSUD Ba’a bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rote Ndao untuk meminta penjelasan.
Bupati ingin mengetahui secara jelas siapa pasien tersebut, kapan masuk rumah sakit, berapa lama menjalani perawatan, serta penyakit apa yang menyebabkan pasien harus mendapatkan pelayanan medis.
“Tlg cek, Keluarga pasien atas nama siapa? Kapan masuk rumah sakit dan berapa hari di rawat? Dia masuk rumah sakit karena sakit apa? Besok saya panggil managemen rumah sakit dan dinkes, kenapa hal spt ini bisa terjadi?”Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Rote Ndao Paulus Henuk melalui sambungan telepon pribadinya kepada media ini, Minggu, 4 Oktober 2026.
Bupati Minta Persoalan Jangan Dibiarkan
Respons cepat Bupati menunjukkan bahwa persoalan kebutuhan masker pasien tidak dianggap sebagai persoalan sepele.
Apalagi informasi yang beredar menyebut pasien dengan keluhan penyakit asma harus mendapatkan masker dengan cara membeli sendiri di apotek, sementara pasien sedang berada dalam lingkungan rumah sakit.
Pertanyaan publik kini mengarah pada ketersediaan masker dan mekanisme pelayanan pasien di rumah sakit.
Apakah masker memang tidak tersedia? Apakah keluarga pasien membeli masker karena kebutuhan khusus? Ataukah terjadi persoalan komunikasi antara petugas rumah sakit dengan keluarga pasien?
Semua pertanyaan tersebut membutuhkan penjelasan resmi.
Direktur RSUD dan Kadis Kesehatan Ditunggu Penjelasannya
Bupati Paulus Henuk memastikan manajemen RSUD Ba’a dan Dinas Kesehatan akan dipanggil untuk menjelaskan persoalan tersebut.
Pemanggilan ini menjadi penting agar persoalan tidak berkembang hanya berdasarkan informasi sepihak.Manajemen RSUD Ba’a diharapkan dapat memberikan penjelasan berdasarkan rekam pelayanan pasien, kebutuhan medis pasien, ketersediaan masker, serta prosedur pelayanan yang berlaku.
Dinas Kesehatan juga diharapkan dapat menjelaskan fungsi pengawasan terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Ba’a sebagai salah satu fasilitas kesehatan milik pemerintah daerah.
Bagi masyarakat, persoalannya bukan semata-mata soal harga sebuah masker.
Yang menjadi perhatian adalah jaminan pelayanan dan kepastian bahwa pasien yang sedang menjalani perawatan memperoleh kebutuhan medis sesuai standar pelayanan yang berlaku.Kini perhatian publik tertuju pada hasil pemanggilan Direktur RSUD Ba’a dan Kepala Dinas Kesehatan oleh Bupati Rote Ndao.
Bupati sudah turun tangan. Tinggal menunggu satu hal: apa sebenarnya yang terjadi di RSUD Ba’a hingga keluarga pasien disebut harus membeli masker sendiri di apotek?






