Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Jambi · 24 Mei 2025 22:25 WITA ·

Bupati Dan Wakil Bupati Kerinci Mancing Bersama Masyarakat di Lubuk Larangan Tarutung


Bupati Dan Wakil Bupati Kerinci Mancing Bersama Masyarakat di Lubuk Larangan Tarutung Perbesar

Kerinci, Sulutnew.com – Tradisi Lubuk Larangan kembali digelar meriah di Desa Tarutung, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, pada Sabtu (24/5/2025).
Kegiatan tahunan ini dihadiri langsung oleh Bupati Kerinci, Monadi, didampingi Wakil Bupati Murison, Sekda Zainal Effendi, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kerinci.

Lubuk Larangan merupakan kearifan lokal masyarakat yang melarang aktivitas menangkap ikan di titik tertentu sungai selama kurun waktu tertentu. Setelah masa larangan berakhir, warga berbondong-bondong turun ke sungai untuk menangkap ikan bersama, sebagai wujud syukur dan kebersamaan dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Dalam sambutannya, Bupati Monadi menyampaikan apresiasi kepada warga Desa Tarutung atas komitmen mereka melestarikan tradisi dan menjaga ekosistem sungai.

“Tradisi ini bukan hanya menjaga keberlanjutan alam, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga. Pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan yang berbasis pada kearifan lokal seperti ini,” ujarnya.

Ratusan warga tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka terdiri dari tokoh adat, pemuda, perangkat desa, dan masyarakat umum. Suasana kekeluargaan dan gotong royong sangat terasa sepanjang prosesi berlangsung.

Ketua Adat Desa Tarutung menyampaikan harapannya agar generasi muda terus menjaga tradisi ini sebagai bagian dari identitas budaya Kerinci.

“Lubuk Larangan bukan sekadar menangkap ikan, tapi menghormati alam dan warisan leluhur. Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah daerah,” katanya.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus menumbuhkan semangat pelestarian budaya dan lingkungan hidup di tengah masyarakat Kerinci. (Saprial)

Artikel ini telah dibaca 1,035 kali

Baca Lainnya

RIFDI, S. Sos. Camat Gunung Kerinci, Marah saat di Konfirmasi Wartawan. Terkait Dugaan Pengadaan Fiktif

10 Juni 2026 - 15:44 WITA

Surat Kuasa Dipersoalkan, Nasabah Nilai Pihak Bank BRI Unit Pelompek Kurang Profesional,ATM Selalu Kosong di Hari Pasar, Warga Minta BRI Pelompek Dievaluasi

4 Juni 2026 - 14:31 WITA

RSUD Kerinci Resmi Dibangun Tahun 2026, Nilai Rp. 137,5 M, Bupati Monadi : Kado Bahagia Untuk Pelayanan Kesehatan Kerinci

1 Juni 2026 - 23:26 WITA

Truck terguling, Di Duga Bermuatan pupuk subsidi ilegal di Bedeng V, melarikan Diri.

23 Mei 2026 - 11:41 WITA

IWO Indonesia Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh Ucapkan Selamat Hari Kebangkitan Nasional ke-118, Ajak Generasi Muda Jaga Persatuan Bangsa

20 Mei 2026 - 12:59 WITA

‎Wujud nyata empati dan peduli antar sesama pegawai. Sekretariat DPRD Kabupaten Kerinci kunjungi Duka.

19 Mei 2026 - 18:32 WITA

Trending di Jambi