Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

Kotamobagu · 5 Mei 2023 01:09 WITA ·

BP2MI Laksanakan Sosialisasi, Benny Jelaskan Terkait Peluang Kerja di Luar Negeri Bagi Warga BMR


BP2MI Laksanakan Sosialisasi, Benny Jelaskan Terkait  Peluang Kerja di Luar Negeri Bagi Warga BMR Perbesar

SN.COM,KOTAMOBAGU-Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali menggelar sosialisasi terkait Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri.

Adapun sosialisasi yang digelar di Desa Poyowa Besar Satu, Kecamatan Kotamobagu Selatan, Kota Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara tersebut, dihadiri langsung Kepala BP2MI Benny Ramdani, Kamis 4 Mei 2023.

Ditemui usai kegiatan, Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, dalam sosialisasi kali ini, dirinya memaparkan seputar peluang kerja ke luar negeri yang saat ini terus terbuka di tengah situasi keterbatasan lapangan kerja di tanah air.

“Saat ini peluang kerja ke luar negeri sangat terbuka. Seperti di Jepang, Korea, Jerman, Taiwan, Hongkong dan Singapura dengan gaji sangat tinggi. Selain itu, fasilitasnya pun disiapkan pemerintah, jadi tidak perlu keluar uang untuk modal karena bisa melalui penyaluran pinjaman bank dengan bunga yang sangat kecil. Untuk program ini dibutuhkan anak muda usia 18 sampai 40 tahun,” ujar Benny kepada sejumlah awak media.

Benny menyebutkan, gaji PMI di luar negeri sangat menjanjikan. Seperti halnya di Jerman untuk gaji Perawat di kisaran 30-40 juta per bulan. Sementara tukang las atau Welder yang kadang kala profesi ini dianggap rendah, namun di luar negeri sangat dibutuhkan dan upahnya pun luamayan besar yakni berkisar di angka 27-35 juta perbulannya.

Lanjutnya, di negara Jepang perawat atau pengasuh bayi dan rumah sakit diupah 27-30 juta, di Korea PMI yang bekerja di bidang manufaktur atau pabrik gajinya mencapai 23-30 juta.

“Kesempatan sangat terbuka, sehingga diharapkan peluang kerja ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh anak muda kita. MoU dengan pemerintah daerah terkait PMI ini sudah kami lakukan, tinggal bagaimana mempersiapkan SDM baik bahasa dan lain sebagainya. Saat ini lembaga pelatihan bahasa sudah tersedia di mana-mana, cukup tiga bulan kursus bahasanya, tinggal kita memperkuat di sisi skil agar menjadi terampil di bidang yang mereka pilih dengan dibantu pemerintah melalui pelatihan,” pungkasnya.

Untuk diketahui, selain mensosialisasikan program-program terkait peluang kerja bagi PMI, kunjungan Benny kali ini di Kota Kotamobagu, juga dalam agenda silaturahmi dengan masyarakat Kota Kotamobagu lebih khusus Desa Poyowa Besar Satu yang merupakan kediaman Brani sapaan akrab Benny Rhamdani.

Turut hadir dalam kegiatan, pejabat di lingkungan BP2MI serta para Kepala Balai BP2MI sejumlah provinsi. Adapun dari unsur pemerintah sendiri dihadiri Camat, Kepala Desa, Lembaga Desa, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama serta masyarakat Desa Poyowa Besar Satu.

Artikel ini telah dibaca 556 kali

Baca Lainnya

Amankan Ratusan Kaleng CN Ilegal di Mitra, Polisi Diminta Ungkap Pemasok dan Pengedar Hingga ke BMR

2 Mei 2026 - 19:47 WITA

Tok! Sekarang, Anggota Polres Kotamobagu Tak Boleh Live Streaming!

30 April 2026 - 14:56 WITA

Kasus Gusri Lawan Terus Bergulir, Meski Dialihkan Jadi Tahanan Kota

22 April 2026 - 09:19 WITA

Sangadi dan Lurah dari Timur hingga Utara Kotamobagu, Komitmen dalam Fokus Evaluasi Aparatur Desa

20 April 2026 - 18:05 WITA

19 April 2026 - 18:51 WITA

Birthday Party Revan – Gayatri Berlangsung Meriah, Sejumlah Tokoh Penting Hadir Ucapkan Selamat

18 April 2026 - 15:39 WITA

Trending di Kotamobagu