Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Bitung · 28 Sep 2025 23:12 WITA ·

BGN RI Gelar Pelatihan Penjamah Makanan, DLH Bitung Tekankan Pengelolaan Sisa Hasil Produksi Berbasis SPPG


BGN RI Gelar Pelatihan Penjamah Makanan, DLH Bitung Tekankan Pengelolaan Sisa Hasil Produksi Berbasis SPPG Perbesar

Bitung, Sulutnews.com – Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar Pelatihan Penjamah Makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tahun 2025.

Kegiatan ini berlangsung di Hotel Nalendra, Minggu (28/9/2025), dan diikuti oleh perwakilan dari delapan kecamatan SPPG se-Kota Bitung.

Pada sesi pertama, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung menjadi narasumber.

Kepala DLH Bitung, Meriyanti Dumbela, menekankan pentingnya pengelolaan sampah sisa hasil produksi SPPG agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Tidak semua sampah perlu dibawa ke tempat pembuangan akhir. Pertama, harus dilakukan pemilahan.

Dari DLH, kami mendorong agar dibuat tiga lubang tanah untuk mengolah sisa sampah produksi SPPG menjadi pupuk,” ujar Meriyanti.

Ia menjelaskan, pemilahan sampah merupakan amanat undang-undang tentang pengelolaan sampah, yang di Kota Bitung diatur melalui Perda Nomor 13 Tahun 2001.

Konsep yang diterapkan adalah mengelola sampah dari hulu, yakni dari titik awal sampah diproduksi, baik di rumah tangga maupun di SPPG.

“Kalau dipilah sejak awal, maka yang dibuang ke TPA hanya residu, yakni sampah yang tidak bisa dikelola kembali.

Jumlahnya kurang lebih hanya 5–15 persen. Sampah organik bisa dijadikan kompos, sementara nonorganik bisa masuk ke bank sampah,” jelasnya.

Menurutnya, pengelolaan sampah ini tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga bisa memberikan nilai ekonomi.

“Sisa makanan dari SPPG bisa diolah menjadi kompos, hasilnya bisa dimanfaatkan sebagai pupuk.

Bahkan, jika dikelola secara profesional, kompos ini bisa dijual dan menjadi sumber penghasilan,” tambah Meriyanti.

Diketahui, salah satu tujuan Badan Gizi Nasional (BGN) menggelar pelatihan ini adalah meningkatkan kualitas dan keamanan pangan yang disajikan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini melalui pelatihan dengan mengajarkan penjamah makanan tentang higiene, sanitasi, dan prinsip-prinsip keamanan pangan.

Demikian ini dimaksud untuk mencegah risiko keracunan makanan, memastikan makanan berkualitas, dan meningkatkan literasi gizi bagi masyarakat yang menerima bantuan pangan tersebut.

(Tzr)

Artikel ini telah dibaca 1,039 kali

Baca Lainnya

Polres Bitung Peringati Hari Juang Polri 2026, Kapolres Bacakan Naskah Proklamasi Polisi

21 Agustus 2026 - 23:37 WITA

Srikandi Jaga Desa Sulut Gelar Rapat Pleno Program Kerja, Kajati Buka dan Beri Arahan

20 Agustus 2026 - 19:37 WITA

Investor Asal Makassar Kecewa, Usaha Pemotongan Kapal di Bitung Terkendala Regulasi

20 Agustus 2026 - 01:54 WITA

Bersama Jajaran, Sudarsono Hadiri Tasyakuran Hari Pengayoman ke-81

19 Agustus 2026 - 22:14 WITA

Ichal Rumochoy Antar SDN 1 Mundung Juara Umum Drum Band, SMPN 3 Tombatu Juara 2

19 Agustus 2026 - 09:53 WITA

Resiko El Nino, Polsek Lembeh Bangun Kesiapsiagaan Kebakaran Berbasis Kelurahan 

18 Agustus 2026 - 18:36 WITA

Trending di Bitung