Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

NTT · 13 Des 2025 23:33 WITA ·

Berulangkali Kasus Lempar Motor dan Penganiayaan di Dusun Aisele, Rote Barat Daya: Korban Anak Kecil Terancam Dibunuh Mati – Kepala Desa Oelasin Tersenyum


Berulangkali Kasus Lempar Motor dan Penganiayaan di Dusun Aisele, Rote Barat Daya: Korban Anak Kecil Terancam Dibunuh Mati – Kepala Desa Oelasin Tersenyum Perbesar

Kabupaten Rote Ndao,Sulutnews.com – Sabtu, 13 Desember 2025 pukul 7.30 WIB – Kejadian mengerikan kembali melanda Dusun Aisele, Desa Oelasin, Kecamatan Rote Barat Daya (RBD). Lima orang korban, yaitu EH, FM, BH, DH, dan SH, yang baru pulang dari arah pantai Loku belakang Angkatan Laut Deranita dengan mengendarai motor, diserang oleh tiga pelaku laki-laki dan dua perempuan yang berada di deker dan atas motor.

Ketika melewati jalan umum di samping SD Oelasin, para pelaku langsung menyerang dengan melemparkan motor korban. Setelah motor berhenti, mereka menarik korban dari atas kendaraan, melakukan pemukulan, dan mencambak rambut korban. Yang paling mengkhawatirkan, salah satu pelaku bernama Arjun Ndun – yang dikatakan diarahkan oleh Geral Ndun – mengancam dengan kata-kata: “Kalau ada piso, beta tikam kasih mati (Awi AU Uni Dombe Na Au Mbau Isan Ena)” (Jika ada pisau, aku akan menusuk sampai mati).

Setelah itu, para pelaku teriak “Tangkap itu! Yang Arjun, pukul itu!” dan meminta untuk diambil parang serta kayu. Merasakan ancaman nyawa – terutama karena di antara korban ada anak kecil – orang tua korban langsung menghubungi Polsek RBD. Kapolsek segera mengirimkan anggota polisi ke tempat kejadian untuk menanggapi insiden.

Penting untuk dicatat bahwa ini bukan kejadian pertama. Kenakalan seperti melemparkan batu dan memukul korban sudah berulang kali terjadi di Dusun Aisele, tepat di tempat yang sama. Ada dugaan bahwa pemerintah Desa Oelasin, terutama Kepala Desa Oelasin, memupuk atau membiarkan kenakalan tersebut berlangsung. Bahkan, pernyataan Kepala Desa Oelasin terlihat seolah-olah mengizinkan kejahatan yang dilakukan oleh para pelaku di dusun tersebut – bahkan tercatat dia tersenyum ketika membicarakan masalah ini.

Sampai saat ini, pihak kepolisian masih dalam proses pencarian para pelaku dan melakukan penangkapan Di tempat kejadian di dusun Aisele masyarakat berteriak meminta agar pelaku pelaku segera ditangkap dan diproses hukum. Masyarakat juga menginginkan penjelasan jelas dari pihak kepolisian pemerintah desa dan penindakan tegas agar keamanan di daerah tersebut terjaga, terutama untuk keselamatan anak-anak.

Reporter : Dance Henukh

Artikel ini telah dibaca 1,144 kali

Baca Lainnya

Bertemu Kapolda NTT, Memacu Bripka Sumantri Untuk Terus Bekerja Maksimal

14 April 2026 - 11:15 WITA

Debat Pandangan Ammy Amelia Plt Bupati Cilacap: Haruskah KPK Memberi Peringatan Sebelum Melakukan OTT?

4 April 2026 - 08:18 WITA

Bupati Paulus Henuk Bersama Dirjen KKP Dan Perwakilan PLN Pertamina Patra Niaga Energi, Garam, dan Harapan dari Timur

2 April 2026 - 07:59 WITA

Usman Husin Dorong Perhutanan Sosial NTT Sebagai Motor Perekonomian Masyarakat

1 April 2026 - 17:49 WITA

Di Balik Jubah Pdt. David Selan Di duga ada perbuatan melawan hukum Dengan Salah satu Pengerja

31 Maret 2026 - 12:07 WITA

DIDUGA WM STAF PUSKESMAS OELE HINA TETANGGA, DILAPORKAN KE POLSEK ROTE SELATAN

30 Maret 2026 - 19:48 WITA

Trending di Hukrim