Purwakarta,Sulutnews.com — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meninjau secara langsung perkembangan usaha para penerima bantuan modal Tenaga Kerja Mandiri (TKM) di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemantauan berkelanjutan Kemnaker untuk memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar mendorong pertumbuhan usaha dan memberikan dampak yang luas.
Peninjauan dipimpin Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Kemnaker, Sugeng Heri Suseno. Dalam kunjungannya, ia meninjau dua pelaku usaha sekaligus penerima bantuan TKM — yang kemudian juga mendapatkan bantuan TKM Lanjutan hasil kerja sama Kemnaker dengan PT Indo-Rama Synthetics Tbk. Keduanya bergerak di bidang industri boga dan budidaya ikan lele.
“Program TKM tidak berhenti pada penyaluran bantuan modal saja. Kami terus memantau perkembangan usahanya agar dukungan yang diberikan dapat mendorong pertumbuhan sekaligus memberi manfaat yang lebih luas,” ujar Sugeng.
“Kami berharap kemajuan usaha terus berlanjut, sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan penerima, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Usaha Kulit Puff Pastry Kini Merambah Luar Purwakarta
Salah satu penerima bantuan, Ihat Sari Ningsih (50), telah merintis usaha kuliner sejak 2010. Ia menerima bantuan TKM Pemula pada tahun 2020 dan TKM Lanjutan pada 2021. Dukungan tersebut menjadi penopang sekaligus pendorong bangkitnya usahanya di tengah masa sulit akibat pandemi Covid-19.
“Saat itu masa pandemi, usaha sangat sulit. Alhamdulillah setelah menerima bantuan TKM Pemula, kami bisa berkembang dan bangkit kembali,” tutur Ihat.
Salah satu produk andalan yang terus berkembang adalah kulit puff pastry — yang saat itu masih jarang tersedia di Purwakarta. Melihat peluang tersebut, Ihat memanfaatkan bantuan TKM untuk membeli mesin produksi dan oven, sehingga kapasitas produksi meningkat pesat.
Kini, pesanan datang tidak hanya dari Purwakarta, tetapi juga dari Bandung, Depok, Jakarta, dan daerah lainnya. Seiring berkembangnya usaha, Ihat telah menambah mesin produksi dan mempekerjakan empat orang secara tetap, serta mengambil tenaga kerja tambahan saat pesanan melonjak.
“Pelanggan kami sudah banyak dari luar Purwakarta,” ungkap Ihat. Meski permintaan terus meningkat, keterbatasan peralatan masih menjadi tantangan. Ke depannya, ia berharap dapat menambah mesin produksi dan tenaga kerja.
Dari Tanpa Pengalaman, Kini Punya Kolam Sendiri
Kemajuan serupa dialami Muhamad Najmudin (30), pelaku usaha budidaya ikan lele. Ia memulai usaha pada tahun 2020 tanpa pengalaman dan tanpa lahan sendiri. Pada tahun 2021 menerima bantuan TKM Pemula, kemudian pada 2022 mendapat bantuan TKM Lanjutan. Selain modal, ia juga menerima pendampingan usaha.
Bantuan pertama digunakan untuk membeli bibit ikan, sedangkan bantuan lanjutan untuk melengkapi peralatan dan sarana kolam. Dulu menyewa lahan dengan pembayaran hasil panen padi, kini Najmudin telah memiliki tempat dan kolam sendiri.
“Alhamdulillah, bantuan TKM sangat terasa manfaatnya. Dulu belum punya tempat dan nol pengalaman. Sekarang sudah punya lahan dan kolam sendiri,” kata Najmudin.
Ia kini juga mengembangkan pembibitan sendiri agar tidak perlu membeli dari luar. Saat masa panen, ia melibatkan tiga hingga empat tenaga kerja. Ke depan, Najmudin berencana mengembangkan usahanya hingga tahap pengolahan, sehingga berjalan dari pembibitan, pengolahan, hingga pemasaran secara mandiri.(*/Patrick)





