Bitung, Sulutnews.com – Sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai dirasakan masyarakat di Kota Bitung, Sulawesi Utara.
Terlihat nampak kabut asap yang mulai turun melandai memunculkan kekhawatiran terhadap kualitas udara dan risiko gangguan kesehatan.
Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Maritim Bitung, Harly Mantiri menyampaikan, berdasarkan pantauan Citra Satelit Himawari-9 dan data titik panas (hotspot) wilayah Sulawesi Utara,(12/10/26), termasuk Kota Bitung diselimuti fenomena asap.
Menurutnya, hal ini dipicu karena adanya kebakaran hutan dan Lahan antara lain di Bukit Kaki Dian Minahasa Utara, gunung klabat dan beberapa tempat lainnya.
Selain itu fenomena ini terlihat lebih pekat karena ada kontribusi kiriman sebaran asap lintas wilayah dari pulau kalimantan dan wilayah papua.
” Oleh karena itu kami menghimbau untuk menggunakan masker saat beraktifitas di luar ruangan serta kami juga menghimbau dengan tegas untuk tidak melakukan pembakaran hutan, lahan atau sampah secara terbuka.” Jelasnya. Selasa(13/10/26).
Terkait kondisi tersebut, Kepala DLH Kota Bitung, Meryanti Dumbela juga menyampaikan pihaknya saat ini tengah melaksanakan program uji udara ambien, Passive sampler di empat titik yakni terminal, industri Madidir, kantor wali kota dan permukiman.
” Saya menghimbau dalam beraktivitas agar masyarakat selalu mengindahkan prosedur keselamatan dan kesehatan terutama menggunakan masker saat berada di luar rumah.” Tutupnya.
(Tzr)






