Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Sitaro · 20 Okt 2025 13:40 WITA ·

Antrean Panjang BBM di Sitaro, Ini Penyebab Sebenarnya


kinsumen berjam-jam antri di agen penyalur BBM di sitaro Perbesar

kinsumen berjam-jam antri di agen penyalur BBM di sitaro

Sitaro.sulutnews.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), khususnya jenis Pertalite, kembali menjadi perhatian masyarakat di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).

Antrean kendaraan yang mengular di sejumlah agen penyalur makin sering terlihat, sementara keluhan warga mengenai sulitnya memperoleh BBM terus bermunculan.

Namun kondisi ini ternyata tidak semata-mata disebabkan oleh kurangnya pasokan. Ada sejumlah faktor lain yang berperan besar di balik meningkatnya tekanan terhadap distribusi BBM di daerah kepulauan tersebut.

Data terbaru dari Dinas Perhubungan Kabupaten Sitaro menunjukkan, jumlah kendaraan bermotor terus mengalami peningkatan signifikan. Pada tahun 2024 tercatat 6.633 unit kendaraan, terdiri dari 5.681 unit roda dua dan 952 unit roda empat. Angka itu melonjak pada tahun 2025 menjadi 7.103 unit, dengan 6.097 unit roda dua dan 1.006 unit roda empat.

“Dalam setahun terjadi penambahan hampir 470 kendaraan atau sekitar tujuh persen. Pertumbuhan ini tentu langsung memengaruhi peningkatan konsumsi BBM di lapangan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Sitaro, Indra Purukan, Senin, 20/10/2025.

Dari sisi pasokan, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Sitaro, Jelin Yolanda Langitan, menyampaikan bahwa kuota Pertalite untuk tahun ini mencapai 4.522 kiloliter. Distribusi di tingkat agen juga dibagi sesuai kapasitas penyaluran: APMS Maranatha di Siau mendapatkan jatah sekitar 120 kiloliter per bulan, sementara APMS Sawang menerima sekitar 80 kiloliter per bulan.

“Pemerintah daerah telah berupaya menaikkan kuota hingga 20 persen setiap tahun agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi. Namun dengan pertumbuhan kendaraan yang cukup tinggi, perlu ada evaluasi menyeluruh agar distribusi tetap stabil,” jelas Jelin.

Selain kendaraan pribadi dan angkutan umum, sejumlah sektor ekonomi lain turut menyumbang tingginya permintaan BBM. Dunia pariwisata dan perikanan menjadi dua sektor dengan konsumsi energi yang cukup besar.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kelangkaan BBM di Sitaro bukan hanya persoalan pasokan, melainkan juga akibat meningkatnya mobilitas masyarakat serta aktivitas ekonomi yang terus berkembang.

Situasi tersebut menegaskan perlunya sinkronisasi data antara jumlah kendaraan, kebutuhan sektor perikanan, layanan transportasi, dan kegiatan ekonomi lainnya dengan kuota BBM yang ditetapkan pemerintah. Tanpa perencanaan berbasis data yang akurat, kelangkaan dikhawatirkan akan terus terjadi meski kuota ditambah setiap tahun.

Seiring meningkatnya kebutuhan energi, pemerintah daerah juga diharapkan melakukan pemantauan secara berkala serta mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM secara bijak, sehingga distribusi tetap lancar dan berkeadilan bagi seluruh warga.

 

Artikel ini telah dibaca 914 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dentuman Disertai Erupsi Kecil Gunung Karangetang, BPBD Sitaro Imbau Warga Tetap Waspada

12 Juli 2026 - 21:36 WITA

Pemkab Sitaro Perkuat Validitas Data Sosial, Dana Duka dan BPJS Ketenagakerjaan Ikut Dibahas

10 Juli 2026 - 21:08 WITA

Plt Bupati Sitaro Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025 ke DPRD

10 Juli 2026 - 20:41 WITA

Plt Bupati Sitaro Minta Lima Plt Kepala OPD Bergerak Cepat Layani Masyarakat

9 Juli 2026 - 23:21 WITA

Banmus DPRD Sitaro Tetapkan Jadwal Paripurna APBD 2025, Moghtar Kaudis Dilantik sebagai Ketua DPRD 11 Juli

8 Juli 2026 - 21:09 WITA

DPRD Sitaro Mulai Bahas Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Seluruh Fraksi Sepakat Lanjut

8 Juli 2026 - 09:28 WITA

Trending di Sitaro