Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Bengkulu Selatan · 18 Des 2024 11:48 WITA ·

Anggota PPK Kecamatan Seginim Tidak Hadir di Pleno, Lelah atau Lalai? ( Dengan Alasan Yang Tidak Masuk Akal)


Anggota PPK Kecamatan Seginim Tidak Hadir di Pleno, Lelah atau Lalai? ( Dengan Alasan Yang Tidak Masuk Akal) Perbesar

Sulutnews.com, Bengkulu Selatan – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bengkulu Selatan Gelar Pleno berjenjang di mana di pleno yang di selenggarkan di kecamatan Seginim yang diwarnai dengan ketidakhadiran salah satu anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Seginim.

Berdasarkan pantauan awak media pada Selasa (17/12/2024), anggota PPK Arino, yang bertugas di divisi data, saat di konfirmasi alasan ketidakhadirannya. Sungguh mengejutkan dan tidak masuk akal, Ia mengaku bahwa ketidakhadirannya bukan karena disengaja, melainkan disebabkan faktor kelelahan dan ketiduran.

“Saya hadir saat pembukaan pleno, tapi setelah selesai pembukaan, saya pulang untuk mandi dan setelah itu saya tertidur,” ujar Arino…

Namun, di hari kedua pleno, Arino memastikan dirinya hadir

Ketidakhadiran salah satu anggota PPK di pleno menuai kritik dan kecurigaan dari berbagai pihak serta menimbulkan kontraversi di masyarakat. Beberapa pihak menilai bahwa alasan seperti kelelahan tidak seharusnya menjadi pembenaran untuk meninggalkan tanggung jawab.

“Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bengkulu Selatan seharusnya lebih selektif dalam merekrut anggota PPK. Rekrutlah orang-orang yang mampu bekerja penuh waktu dan bertanggung jawab,” ujar Dinaro.

Kritik ini muncul karena tanggung jawab PPK dianggap vital dalam proses pemilihan serantak ini. Ketidakhadiran dalam pleno dapat memengaruhi jalannya proses penghitungan suara dan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan pilkada.

Insiden ini menjadi pelajaran penting bagi penyelenggara pilkada. Diharapkan, ke depan tidak ada lagi anggota PPK yang meninggalkan tanggung jawab dengan alasan yang tidak masuk akal. Proses rekrutmen juga harus mempertimbangkan komitmen dan integritas agar kualitas penyelenggaraan pilkada semakin baik.

Dengan kejadian ini, KPUD diharapkan melakukan evaluasi mendalam untuk memastikan setiap anggota PPK bekerja maksimal, supaya tidak memunculkan stigma negatif di masyarakat, terutama dalam situasi krusial seperti pleno pilkada. Kepercayaan masyarakat terhadap integritas pilkada harus terus dijaga agar demokrasi berjalan dengan baik, tutup Dinaro.

Dna

Artikel ini telah dibaca 1,474 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dituduh Maling Sawit Diduga Terjadi Pemerasan Dengan Beralibi Adanya Laporan Dengan Penegak Hukum

10 Februari 2026 - 16:02 WITA

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Rapat Paripurna Persetujuan Bersama Perubahan Perda Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah

2 Februari 2026 - 17:28 WITA

Wakil Bupati Bengkulu Selatan Turut Mengikuti Gotong Royong Bersama Masyarakat

2 Februari 2026 - 14:29 WITA

Arahan Kadis Pendidikan BS Terkait Pentingnya Integritas Guru Dalam Meningkatkan Pendidikan Di Bengkulu Selatan

31 Januari 2026 - 14:41 WITA

Trending di Bengkulu Selatan