Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Manado · 29 Apr 2024 13:42 WITA ·

Anggota DPRD Sulut Kecam Keras Kasus Penyekapan IRT di Kota Manado


Anggota DPRD Sulut Kecam Keras Kasus Penyekapan IRT di Kota Manado Perbesar

MANADO,Sulutnews.com – Menyikapi kasus viral penyekapan dalam gudang seorang Ibu Rumah Tangga yang terjadi di Kelurahan Tuminting Kota Manado pada Senin (21/4/2024), Anggota DPRD Sulut Ronald Sampel menyatakan prihatin atas peristiwa yang menghebohkan tersebut menurutnya kasus yang saat ini sudah berproses di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Manado tersebut agar dapat diselesaikan dan memberikan hukuman terhadap pelaku penyekapan.

“Dalam kasua ini dugaan kekerasan secara fisik tidak ada, namun secara psikis ada. Sehingga ini dikuatirkan menjadikan korban depresi,” kata Sampel.

Sebagaimana kronologis kejadian yang dituturkan korban dihadapan petugas (DP3A) penyekapan dilakukan oleh suaminya sendiri inisial (IK) sejak awal menikah dan sempat mengalami kekerasan secara fisik..” Akhir tahun 2021 saya dilarang untuk berinteraksi dengan orang banyak, bahkan untuk bertemu keluarga seringkali tidak diizinkan suami,” ungkap FK

Juga diungkapkan FK, pada tahun 2022 sempat melarikan diri dari rumah suami namun karena alasan anak yang tidak bisa berpisah dirinya kembali bersama suami untuk memulai kehidupan rumah tangga yang lebih baik.

Namun kenyataannya tidak sesuai ekspetasi karena ternyata dirinya mengalami KDRT secara psikis lebih parah lagi.“Jika suami dan mertua pergi bekerja, saya dan anak saya di kunci dalam rumah dan tidak bisa keluar karna kunci rumah dibawa. Bahkan untuk membeli sayur saja harus dilakukan dari balik pagar rumah,” tutur FK

Sejak kembali ke rumah pada tahun 2022, dirinya bersama suami lebih sering bertengkar dan setiap hari dirinya diancam bakal dibunuh oleh suami.“Setiap kali bertengkar dia selalu mengancam akan membunuh saya bahkan keluarga saya akan disakitinya. Maka saya agak takut untuk melawan karena terus menerus diancam,” tutur FK.

Juga ditambahkan FK, walaupun saat ini telah terlepas dari penyekapan di rumah suami, dirinya mengaku masih akan berjuang untuk mendapatkan hak asuh penuh terhadap anak perempuannya. “Ketika polisi datang untuk menyelamatkan saya senin lalu, anak perempuan saya tidak diizinkan ikut bersama saya oleh suami. Karena takut akan mencederai anak saya maka saya mengalah anak tidak ikut bersamaku namun saya telah menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan semua permasalahan ini,” pungkasnya.(josh tinungki)

 

Artikel ini telah dibaca 1,146 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Banggar DPRD Sulut Tolak DPM Rp 30 Miliar Untuk PT BSG

28 Juli 2026 - 12:40 WITA

Kepala BPMP Sulut Febry Dien : Kemendikdasmen Tetapkan Kepsek SMA Negeri 1 Tomohon Maria Walukow Menjadi Kepsek SNT di Minut Sulut

28 Juli 2026 - 12:07 WITA

Richard Sualang Hadir Peringati Peristiwa Kudatuli 27 Juli 1996

28 Juli 2026 - 12:01 WITA

Irene Golda Pinontoan Apresiasi Peristiwa Kudatuli Jadi Penyemangat Dalam Berdemokrasi

28 Juli 2026 - 11:09 WITA

PDIP Sulut Peringati 30 Tahun Peristiwa Kudatuli. Stewen Kandouw : Kader Harus Berpolitik Beradab dan Tetap Solid Bersama Rakyat

28 Juli 2026 - 05:45 WITA

Ibadah Sabat Gereja Advent Yerusalem Malendeng : Empat Tantangan Mendesak Mengancam Pembentukan Karakter Pemuda Zaman Now

25 Juli 2026 - 14:08 WITA

Trending di advent