Menu

Mode Gelap
Walikota Tomohon Caroll Senduk Didampingi Sekot Edwin Roring Hadiri Dialog Publik “Masyarakat Bertanya Walikota Menjawab” Pelestarian Laut Dukung Peningkatan Pariwisata, Suzuki Indonesia Adakan Bersih-Bersih Pantai Bunaken Dengan Ratusan Pelajar Wagub Steven Kandouw Lantik Wounde Sebagai Penjabat Bupati Sangihe Breaking News Tamuntuan Pergi, Wounde Datang Kecamatan Tatoareng Kepulauan Sangihe Terancam Jatuh Miskin

Jakarta · 1 Jun 2024 21:45 WIB ·

All Eyes On Rafah Palestina Kedubes AS Di Jakarta Kembali Diserbu Ribuan Demonstran


 All Eyes On Rafah Palestina Kedubes AS Di Jakarta Kembali Diserbu Ribuan Demonstran Perbesar

Jakarta,Sulutnews.com – Kedutaan besar  Amerika Serikat di Jakarta kembali diserbu ribuan demonstran,  yang protes, atas pembantaian penduduk sipil bayi, anak-anak, dan kaum  perempuan yang tidak berdosa, di Rafah Palestina.

Pembantaian kembali dilakukan tentara zionis Israel di Kamp Pengungsi Rafah.

Demo yang mengutuk tindakan biadab,  Tentara Zionis Israel yang didukung Pemerintahan Amerika Serikat, membuat marah para demonstran, dengan terus meneriakan Israel dan Amerika Serikat Teroris yang sebenarnya.

Ribuan masa demonstran memadati jalan disekitaran stasiun gambir dan jalan medan merdeka selatan.

Rombongan Demonstran dari ASPIRASI  membentangkan spanduk bertuliskan stop Islamofobia, dan jadikan 15 Maret Sebagai hari Libur Nasional untuk memperingati Hari Anti Islamofobia.

Dalam kesempatan wawancara, dengan pemimpin revolusioner ASPIRASI Indonesia, Wati Salam Siswapi, ditanya, mengapa harus tanggal 15 Maret harus jadi Hari Libur Nasional, sebagai Hari anti Islamofobia, menurut Wati, tanggal 15 Maret adalah Resolusi PBB yang dikeluarkan sebagai hari anti Islamofobia, maka sejak 15 Maret 2022, berdasarkan resolusi PBB itu,  tidak boleh ada lagi Fobia Terhadap Islam, bagi seluruh rakyat didunia ini. Kata Wati saat ditemui demo di depan kedubes Amerika Serikat di Jakarta.

Masih kata Wati Salam Siswapi, bahwa kami dari ASPIRASI Indonesia sudah menyampaikan surat kepada  pemerintah, melalui setneg (kantor sekretaris negara-red), tapi sampai hari kami turun demo didepan kedubes AS, tidak ada tanggapan serius dari pemerintah ataupun  merespon surat dari ASPIRASI INDONESIA yang memohon kepada Pak Presiden Joko Widodo, untuk mengeluarkan Peraturan Presiden Tentang 15 Maret sebagai libur nasional, untuk memperingati hari anti Islamofobia. Lanjut Wati saya tidak habis pikir ada dugaan  mengapa Presiden Jokowi tidak mau menetapkan 15 Maret dijadikan Hari Libur Nasional  sebagai hari anti Islamofobia, saya tidak paham mengapa tidak mau menetapkan, tegas wati.

Dalam orasi demo didepan kedubes AS, tercetus kepada Presiden Joko Widodo untuk memimpin pernyelesaian pembantaian masal atau genocida bangsa palestina oleh Pemerintahan Zionis Israel, meski Indonesia tidak punya hubungan Diplomatik dengan Israel. Dan meminta kepada Menteri Pertahanan Prabowo subianto, untuk mengirimkan TNI  sebagai Pasukan Perdamaian.(*/Benz)

Artikel ini telah dibaca 1,059 kali

Baca Lainnya

Ketua JNP3 Aceh Siap Terlibat Mendukung Program Presiden dan Wakil Presiden Terpilih

13 July 2024 - 13:25 WIB

Walikota Caroll Senduk Hadiri Acara Penyampaian Hasil Pemeriksaan BPK RI di JCC

8 July 2024 - 23:04 WIB

Luar Biasa Kemeriahan Puncak Acara Peringatan HUT Ke-17 Punguan Simbolon dohot Boruna

7 July 2024 - 13:04 WIB

Polri Akan Gelar Pertunjukan Wayang Kulit Lakon “Tumurune Wiji Sejati” Nanti Malam

5 July 2024 - 13:29 WIB

Tim Bridge Sulut Siap Menatap PON XXI Aceh – Sumut

4 July 2024 - 16:05 WIB

Rakernas KONI 2024, Matangkan Kesiapan PON XXI Aceh-Sumut 

3 July 2024 - 23:00 WIB

Trending di Bola & Sports