Menu

Mode Gelap
BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

Bengkulu · 26 Apr 2024 00:00 WITA ·

Aksi Penghijauan Serentak untuk Mitigasi Perubahan Iklim


Aksi Penghijauan Serentak untuk Mitigasi Perubahan Iklim Perbesar

Bemgkulu, Sulutnews.com – Asiaten II Bidang Perekonomian setda Bengkulu RA Denny hadiri penanaman Mangrove serentak seluruh Indonesia yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI (KLHK).

Aksi Penanaman Mangrove Serentak ini terdapat di 25 lokasi. Jakarta Utara yang menjadi lokasi pusat acara. Sementara, 24 lokasi lainnya tersebar di beberapa daerah seluruh Indonesia.

Dikatakan RA Denny, kegiatan ini merupakan kolaborasi antara KLHK, DLHK dan beberapa kelompok pemuda penggerak yang ada di Bengkulu bersama pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat .

“Aksi penanaman mangrove ini merupakan kolaborasi dan semangat kerja sama semua pihak sebagai upaya konkrit dan strategis dalam mengatasi triple planetary crisis, yaitu perubahan iklim, polusi udara, serta ancaman kehilangan keanekaragaman hayati,” ujar RA Denny, Kamis (25/04/2024).

Ia menambahkan, penanaman mangrove berguna untuk mitigasi perubahan iklim, pemulihan kualitas lingkungan hidup dan percepatan rehabilitasi hutan dan lahan. Kegiatan penanaman mangrove serentak ini sekaligus sebagai upaya meningkatkan wawasan dan dukungan masyarakat atas pelaksanaan program pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan.

“Kita harapkan ini bukan serimonial saja, melainkan sebuah program dalam pemulihan kualitas lingkungan hidup serta percepatan rehabilitasi hutan dan lahan. Contoh pulau Tikus kita, yang dulu luas daratan 4 hektere lebih dan sekarang 0,4 hektare. Artinya kegiatan seperti ini perlu dilanjutkan untuk ke depannya,” jelasnya.

Semenatar itu, Novia Widiya Ninghias, selaku staf ahli menteri KLHK Bidang Perindustrian Perdagangan Internasional menuturkan, penanaman mangrove serentak ini menjadi bagian dari komitmen Indonesia kepada dunia terkait penurunan emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lainnya melalui Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, yang diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo pada akhir tahun lalu untuk memanfaatkan datangnya musim penghujan.

“Penanamam mangrove ini merupakan suatu kegiatan yang penting dari mitigasi perubahan iklim dan ini adalah upaya kita dalam menjaga kelangsungan bumi ini. Tadi sudah diceritakan juga tentang pulau Tikus, yang dulunya memiliki daratan yang cukup luas sekarang hanya beberapa saja. Ini menunjukkan bahwa penghijauan itu sangatlah penting,” tutup. (Tanto.G)

Artikel ini telah dibaca 1,246 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

AMJ Kawal Kasus Intimidasi 8 Wartawan yang Dikurung 30 Menit oleh Oknum Pejabat di Kepahiang

1 Mei 2026 - 02:00 WITA

Viral! Wartawan Kepahiang Dikurung 30 Menit Saat Konfirmasi Kasus

1 Mei 2026 - 01:53 WITA

Gubernur Helmi Hasan Tamba Kuota BSPS, Bengkulu Raih 1.299 Unit Rumah Layak Huni

6 April 2026 - 22:49 WITA

Korwil Media Sulawesi Sampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M

21 Maret 2026 - 15:14 WITA

Polda Bengkulu Perketat Pengamanan Ramadan 1447 H, Terapkan Jam Belajar Malam

24 Februari 2026 - 13:09 WITA

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Trending di Adat Budaya