Menu

Mode Gelap
Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu Dihadiri 500 Lebih Ekonom, Pleno ISEI Ke-XXIV Serukan Penguatan Peran Negara Hadapi Tantangan Ekonomi Global Breaking : Guru SMP di Rote Ndao Diduga Lakukan Pelecehan Seksual di Depan Siswa Lain, Rok Korban Sampai Robek!

Sangihe · 25 Mar 2024 11:57 WITA ·

Akibat Inflasi Kemiskinan di Sangihe Naik


Akibat Inflasi Kemiskinan di Sangihe Naik Perbesar

Tahuna, Sulutnews.com – Menurunkan angka kemiskinan merupakan salah satu program Pemerintah, Pemerintah Pusat maupun Daerah. Sementara angka kemiskinan mempengaruhi citra suatu daerah.

Kemiskinan di Kabupaten Sangihe, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Sangihe, data per 30 November 2023 tercatat 11,01 persen. Jumlah ini naik 0,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal itupun menempatkan Kabupaten Sangihe masuk dalam urutan tiga besar di deretan 15 Kabupaten Kota di Sulawesi Utara. Berikut persentasenya:

1.Bolaang Mongondow Selatan 12 persen
2. Minahasa Tenggara 11 persen
3. Kepulauan Sangihe 11 persen
4. Minahasa Selatan 8 persen
5. Kepulauan Siau Tagulandang Biaro 8 persen
6. Kepulauan Talaud 8 persen
7. Bolaang Mongondow Utara 7 persen
8. Bolaang Mongondow 7 persen
9. Minahasa 6 persen
10. Minahasa Utara 6 persen
11. Kota Bitung 6 persen
12. Bolaang Mongondow Timur 5 persen
13. Kota Manado 5 persen
14. Kota Tomohon 5 persen
15. Kota Kotamobagu 5 persen.

Dari data tersebut, Kabupaten Sangihe masih jauh lebih tinggi dari dua Kabupaten serumpun di Nusa Utara yakni Kabupaten Sitaro dan Talaud.

Sedangkan angka kemiskinan ekstrim di Sangihe sebanyak 1.040 jiwa atau 0,7 persen.

Menyikapi hal itu, Pemerintah Daerah berkilah bahwa naiknya angka kemiskinan di tahun 2023 lalu, akibat inflasi. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah, Herry Wolff. Menurut Wolf, imbas dari inflasi mengakibatkan daya beli masyarakat menurun akibat harga barang kebutuhan masyarakat naik.

“Salah satu faktor naiknya presentase kemiskinan di Sangihe akibat imbas dari inflasi” ujarnya.

Ia menjelaskan, akibat Inflasi masyarakat yang dalam posisi pas-pasan menjadi sasaran dimana ketidakmampuan dalam membeli kebutuhan pokok atau lainnya, membuat ekonomi mereka semakin sulit dan akhirnya jatuh miskin.

Selain itu, upaya Pemerintah Daerah untuk menekan inflasi berupa pemberian stimulan bantuan pangan, menggelar pasar murah, pengobatan gratis, hal itu bertujuan agar masyarakat miskin bisa mendapat sentuhan langsung.

Sekedar informasi, Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu, sedangkan Inflasi bisa terjadi ketika jumlah uang yang beredar di dalam negeri lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Tidak hanya itu, penyebab lain munculnya inflasi adalah ketika permintaan dari dalam negeri menurun sehingga membuat harga barang dan jasa meningkat. (Andy Gansalangi)

Artikel ini telah dibaca 1,309 kali

Baca Lainnya

Dakwah Tanpa Mimbar: Cerita Musafir Pakistan yang Menginspirasi

6 Februari 2026 - 11:16 WITA

Haji Malik Mahboob Ahmad: Musafir Pakistan yang Bawa Berkah ke Kupang dan Melanjutkan Perjalanan ke Australia

6 Februari 2026 - 11:09 WITA

Yusuf L Henuk Klaim Kalahkan Prof. Muryanto Amin dalam Perjuangan 3 Tahun Lebih

6 Februari 2026 - 08:08 WITA

Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe

4 Februari 2026 - 13:08 WITA

Helmud Hontong Kembali Viral di 2025: Isu Lingkungan Membangkitkan Namanya

2 Februari 2026 - 14:20 WITA

Dua Fasilitas Kesehatan di Pulau Kahakitang Bukti Pemerintah Hadir

1 Februari 2026 - 23:30 WITA

Trending di Sangihe
error: Content is protected !!