Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Sangihe · 25 Mar 2024 11:57 WITA ·

Akibat Inflasi Kemiskinan di Sangihe Naik


Akibat Inflasi Kemiskinan di Sangihe Naik Perbesar

Tahuna, Sulutnews.com – Menurunkan angka kemiskinan merupakan salah satu program Pemerintah, Pemerintah Pusat maupun Daerah. Sementara angka kemiskinan mempengaruhi citra suatu daerah.

Kemiskinan di Kabupaten Sangihe, sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Sangihe, data per 30 November 2023 tercatat 11,01 persen. Jumlah ini naik 0,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal itupun menempatkan Kabupaten Sangihe masuk dalam urutan tiga besar di deretan 15 Kabupaten Kota di Sulawesi Utara. Berikut persentasenya:

1.Bolaang Mongondow Selatan 12 persen
2. Minahasa Tenggara 11 persen
3. Kepulauan Sangihe 11 persen
4. Minahasa Selatan 8 persen
5. Kepulauan Siau Tagulandang Biaro 8 persen
6. Kepulauan Talaud 8 persen
7. Bolaang Mongondow Utara 7 persen
8. Bolaang Mongondow 7 persen
9. Minahasa 6 persen
10. Minahasa Utara 6 persen
11. Kota Bitung 6 persen
12. Bolaang Mongondow Timur 5 persen
13. Kota Manado 5 persen
14. Kota Tomohon 5 persen
15. Kota Kotamobagu 5 persen.

Dari data tersebut, Kabupaten Sangihe masih jauh lebih tinggi dari dua Kabupaten serumpun di Nusa Utara yakni Kabupaten Sitaro dan Talaud.

Sedangkan angka kemiskinan ekstrim di Sangihe sebanyak 1.040 jiwa atau 0,7 persen.

Menyikapi hal itu, Pemerintah Daerah berkilah bahwa naiknya angka kemiskinan di tahun 2023 lalu, akibat inflasi. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Daerah, Herry Wolff. Menurut Wolf, imbas dari inflasi mengakibatkan daya beli masyarakat menurun akibat harga barang kebutuhan masyarakat naik.

“Salah satu faktor naiknya presentase kemiskinan di Sangihe akibat imbas dari inflasi” ujarnya.

Ia menjelaskan, akibat Inflasi masyarakat yang dalam posisi pas-pasan menjadi sasaran dimana ketidakmampuan dalam membeli kebutuhan pokok atau lainnya, membuat ekonomi mereka semakin sulit dan akhirnya jatuh miskin.

Selain itu, upaya Pemerintah Daerah untuk menekan inflasi berupa pemberian stimulan bantuan pangan, menggelar pasar murah, pengobatan gratis, hal itu bertujuan agar masyarakat miskin bisa mendapat sentuhan langsung.

Sekedar informasi, Inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu, sedangkan Inflasi bisa terjadi ketika jumlah uang yang beredar di dalam negeri lebih banyak daripada yang dibutuhkan. Tidak hanya itu, penyebab lain munculnya inflasi adalah ketika permintaan dari dalam negeri menurun sehingga membuat harga barang dan jasa meningkat. (Andy Gansalangi)

Artikel ini telah dibaca 1,311 kali

Baca Lainnya

Menjamin Kepastian dan Akuntabilitas Dana Bagi Hasil

31 Juli 2026 - 20:27 WITA

Perbaikan Kabel Laut Palapa Ring Dimulai, Tiga Kabupaten Kepulauan Berpotensi Alami Gangguan Internet 10–12 Hari

30 Juli 2026 - 14:15 WITA

Jelang HUT RI Ke-81, Bupati Thungari Desak Pemerintah Hadirkan Solusi Atasi Krisis Jaringan di Perbatasan

28 Juli 2026 - 23:03 WITA

Siap-siap 12 Hari Internet dan Jaringan Telekomunikasi Terganggu

23 Juli 2026 - 19:11 WITA

Bupati Sangihe Buka Bimtek Pembelajaran Mendalam, Perkuat Peningkatan Mutu Pendidikan

22 Juli 2026 - 23:59 WITA

Curah Hujan Tinggi Picu Banjir dan Longsor di Sangihe, Warga Diminta Mengungsi ke Lokasi Aman

22 Juli 2026 - 21:52 WITA

Trending di Sangihe