Menu

Mode Gelap
Ferdinand Gansalangi Resmi Dilantik Menteri Diktisaintek sebagai Direktur Polnustar Periode 2026–2030 BREAKING NEWS : Gempa M 7,7 Guncang Barat Laut Tahuna, BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Bupati Sitaro Ditahan, Dugaan Korupsi Dana Erupsi Gunung Ruang Rugikan Negara Rp22,7 Miliar Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan

Adat Budaya · 1 Okt 2025 23:52 WITA ·

Sanggar Kamang Wangko Woloan Gelar Lokakarya Cerita Rakyat Minahasa Dialek Tombulu


Sanggar Kamang Wangko Woloan Gelar Lokakarya Cerita Rakyat Minahasa Dialek Tombulu Perbesar

Tomohon, Sulutnews.com – Upaya pelestarian bahasa dan tradisi lisan Minahasa terus mendapat perhatian. Sanggar Kamang Wangko Woloan menggelar Lokakarya Cerita Rakyat Minahasa Dialek Tombulu di Amphitheater Woloan, Rabu (1/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Lokakarya dan Lomba Cerita Rakyat Minahasa Dialek Tombulu dengan tema “Merawat Akar, Menyemai Cerita.”

Dalam sambutannya, Ketua Sanggar Kamang Wangko Woloan, Armando Loho, M.Kom., menekankan pentingnya revitalisasi bahasa daerah melalui jalur pendidikan dan seni.

“Cerita rakyat bukan hanya warisan, tetapi juga sumber nilai dan identitas. Dengan menghadirkannya kembali dalam dialek Tombulu, kita menghidupkan memori kolektif sekaligus menguatkan jati diri Minahasa,” ungkapnya.

Ketua Panitia, Oktavianus Pusung, menjelaskan kegiatan berlangsung selama tiga hari, 1–3 Oktober 2025, dengan agenda diskusi, lokakarya penulisan, hingga penampilan seni. Ia menambahkan, program ini merupakan bagian dari Bantuan Pemerintah (Banpem) Komunitas Sastra yang digagas oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Melalui Banpem Komunitas Sastra, komunitas diberi ruang untuk menghidupkan kembali tradisi tutur. Kami berharap generasi muda semakin mencintai dan menggunakan bahasa daerahnya,” kata Pusung.

Pada hari pertama, peserta yang terdiri dari siswa SD dan SMP se-Kecamatan Tomohon Barat mendapat materi dari Johanis Paulus Loho, S.Pd., pegiat literasi Tombulu sekaligus pelestari tradisi lisan Mahzani. Ia membekali peserta dengan pengetahuan dasar tentang cerita rakyat sekaligus melatih keberanian mereka membawakan cerita dalam dialek Tombulu.

Suasana semakin meriah ketika beberapa siswa tampil membawakan cerita rakyat karya mereka sendiri. Dengan penuh percaya diri, mereka mempersembahkan kisah-kisah rakyat Minahasa dalam dialek Tombulu di hadapan peserta dan tamu undangan. Penampilan ini mendapat sambutan hangat dan menjadi bukti nyata bahwa generasi muda mampu menghidupkan kembali kekayaan tradisi lisan.

Pemerintah Kecamatan Tomohon Barat yang hadir langsung melalui Camat Tomohon Barat, John Lonta, S.Hut., M.A.P., turut menyampaikan apresiasi.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini sebagai bagian dari upaya menjaga identitas Minahasa. Saya juga mendorong generasi muda untuk terus mencintai Bahasa Ibu ini,” tegasnya.

Pada kesempatan itu juga beberapa perwakilan siswa turut menampilkan cerita rakyat Minahasa yang mereka sementara pelajari.(*/Merson)

Artikel ini telah dibaca 1,126 kali

Baca Lainnya

Wakil Walikota Tomohon Buka Kegiatan Dialog dan Kunjungan Lapangan Bersama Staf Khusus Presiden Bidang UMKM, Ekonomi Digital dan Teknologi

14 Juli 2026 - 22:49 WITA

Walikota Caroll Senduk Didampingi Sekdakot Edwin Roring Lakukan Inspeksi Lapangan Sepanjang Jalan Protokol Kota Tomohon

10 Juli 2026 - 17:34 WITA

Walikota Caroll Senduk Hadiri Rapat Paripurna DPRD dalam Rangka Pengucapan Sumpah/Janji Ketua DPRD Kota Tomohon Sisa Masa Jabatan Tahun 2024–2029

7 Juli 2026 - 20:47 WITA

Edwin Roring Mewakili Walikota Menghadiri Kegiatan Konsultasi Publik Rancangan KUA dan PPAS Kota Tomohon Tahun 2027

6 Juli 2026 - 23:56 WITA

Sekot Edwin Roring Mewakili Walikota Caroll Senduk Membuka Kejuaraan Bulutangkis Walikota Cup 2026 Kota Tomohon

6 Juli 2026 - 23:29 WITA

Derap Kuda HUS NDE’O 2026: DI Tasilo, Budaya Rote NdaoTidak Hanya Diceritakan, Tapi Di Hidupkan Kembali

6 Juli 2026 - 15:33 WITA

Trending di Adat Budaya