Sitaro.sulutnews.com – Hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur bumi Karangetang dalam dua hari terakhir mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).
Plt Kepala Dinas Kominfo Sitaro, Jostanlie De Son Bogar, mengatakan Bupati Chyntia Ingrid Kalangit bersama Wakil Bupati Heronimus Makainas selalu menyerukan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan menghadapi ancaman bencana.
“Tingginya curah hujan saat ini patut diwaspadai. Berkaca dari sejumlah kejadian bencana alam berupa banjir dan tanah longsor yang belum lama ini melanda beberapa wilayah Sitaro, kita tak boleh lengah. Pemkab terus mengambil langkah antisipatif dan mengimbau warga agar berhati-hati,” kata Jostanlie, saat ditemui di kantornya. Selasa, 3/6/2025.
Berdasarkan data BPBD Sitaro, sepanjang tahun 2024 tercatat 11 kejadian tanah longsor dan 5 banjir bandang yang mengakibatkan 62 rumah rusak dan 137 jiwa mengungsi sementara waktu. Kecamatan Siau Timur dan Tagulandang menjadi wilayah paling rawan.
“Dengan kondisi geografis Sitaro yang dikelilingi lereng curam dan garis pantai, bencana bisa datang sewaktu-waktu saat hujan deras,” tambahnya.
Jostanlie mengingatkan warga agar berhati-hati dalam perjalanan, terutama menggunakan kendaraan bermotor.
“Curah hujan tinggi menyebabkan jalan licin dan rawan longsor, sehingga berpotensi terjadi kecelakaan. Transportasi laut pun bisa terganggu karena gelombang tinggi, sehingga masyarakat harus bijak dalam menentukan waktu perjalanan,” jelasnya.
Selain bencana alam, tingginya curah hujan juga meningkatkan risiko kesehatan, khususnya Demam Berdarah Dengue (DBD). Data Dinas Kesehatan Sitaro mencatat, kasus DBD sempat meningkat dari 21 kasus di tahun 2023 menjadi 34 kasus pada 2024, mayoritas terjadi saat musim penghujan.
Untuk itu, Pemkab mengajak masyarakat melaksanakan Gerakan 3M: menguras, menutup, dan membersihkan tempat penampungan air agar nyamuk tidak berkembang biak.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Manado merilis prakiraan cuaca, bahwa wilayah Kepulauan Sitaro akan diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat selama satu minggu ke depan, disertai potensi angin kencang 40 km/jam dan gelombang laut setinggi 2–3 meter.
Sejumlah warga menyambut baik langkah Pemkab yang terus mengingatkan soal kewaspadaan bencana.
“Setiap hujan deras kami memang cemas, apalagi rumah saya dekat lereng. Tapi kalau pemerintah aktif memberi peringatan dan ada posko siaga, itu membuat kami merasa lebih tenang,” ujar Oktavianus, warga Kecamatan Siau Timur.





