Menu

Mode Gelap
Empat Kampung di Tatoareng Krisis Air, Warga Hadapi Ancaman Kemarau DPD ABPEDNAS Sulut Gelar Rapat Pleno Perdana Bahas Program Kerja dan Tindak Lanjut Kerjasama dengan Kejaksaan Breaking News: Jago Merah Lahap Rumah Mantan Pejabat Pemda Sangihe Pangdam XIII/Merdeka Gelar Coffee Morning Bersama Insan Media Sulut, Sampaikan Konsep Pentahelix Akhirnya, Bupati Sangihe Lakukan Ground Breaking Jalan Lenganeng–Bawongkulu

Manado · 26 Jun 2025 15:19 WITA ·

Louis Schramm : Pekerjaan Scemer di Kamboja Berbahaya. Warga Sulut Dihimbau Tidak Tergiur


Louis Schramm : Pekerjaan Scemer di Kamboja Berbahaya. Warga Sulut Dihimbau Tidak Tergiur Perbesar

Foto : Louis Carl Schramm bersama Dirjen Perlindungan Pekerja Migran BP2MI Rinardy, SE.Msc

MANADO,Sulutnews.com – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sulut Louis Carl Schramm. SH, MH menghimbau kepada warga Sulut agar tidak tergiur bekerja sebagai Scemer di Negara Kamboja karena pekerjaan tersebut  sangat berbahaya, hal ini dikatakan Louis usai bertemu dengan Dirjen Perlindungan Pekerja Migran Kementrian BP2MI Rinardi, S.E., M.Sc. beberapa waktu lalu. Menurutnya dalam mengungkap jaringan sindikat yang merekrut pekerja Indonesia dengan iming-iming gaji tinggi, kini telah dilakukan upaya mitigasi agar tidak ada lagi korban berikutnya dimana sudah banyak bukti kasus  yang menyebabkan pekerja migran di Kamboja asal Sulut disiksa hingga meninggal dunia.

“Harus ada langkah-langkah mitigasi antara Pemerintah Pusat dan Daerah agar ada edukasi kepada masyarakat, jika pekerjaan skimmer itu tidak benar dan sangat membahayakan,” ungkap Louis Rabu (25/6/2025).

Juga dikatakan politisi yang sangat peduli dengan kepentingan masyarakat ini mengatakan, bukti jika pekerjaan skimmer itu sangat membahayakan telah ada banyak korban yang saat pergi bekerja tetapi setelah kembali sudah berada didalam peti mati.” Dengan banyaknya bukti yang sudah terjadi, bagaimana kita orang Sulut tidak bisa melihat jika pekerjaan itu tidak benar,” kata Louis

Terkait mitigasi bagi pekerja migran, pihaknya telah melakukan pertemuan bersama Dirjen Perlindungan dimana ada kesepakatan Kolaborasi antara Kementrian BP2MI dengan Pemerintah Daerah dalam menangani persoalan perlindungan pekerja migran, juga pengembangan sistim informasi untuk membantu mengelola data pekerja migran.” Upaya menangkap jaringan pelaku yang merekrut pekerja juga wajib dilakukan agar tidak ada lagi korban berikutnya,” tegas Louis sambil berharap agar masyarakat tidak lagi tergiur apa bila ada yang menawarkan pekerjaan sebagai skimmer di Kamboja karena itu sangat berbahaya.(josh tinungki)

Artikel ini telah dibaca 1,037 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Momentum Hardiknas 2026 Dikda Sulut Lakukan SMK Expo dan Lomba Seni Budaya Serta Olahraga

30 April 2026 - 23:23 WITA

Staf Khusus Gubernur Bidang Pendidikan Prof Grevo Gerung: Membangun Kualitas Pendidikan Harus Dari PAUD dan Perlu Kolaborasi Semua Pihak

30 April 2026 - 23:14 WITA

Kepsek Meryanti Taengetan Banga 458 Siswa SMK Negeri 2 Kota Bitung Dinyatakan Berkompeten Usai Ikut UKK 12 Program Keahlian

30 April 2026 - 11:05 WITA

Pusat Studi Kepolisian Polda Sulut Gelar FGD Implementasi Penerapan UU KUHP dan KUHAP Baru

30 April 2026 - 07:35 WITA

KUPP Amurang Gelar Sosialisasi Keselamatan Pelayaran dan Penerapan Single Billing 

30 April 2026 - 01:15 WITA

Asisten II Pemprov Sulut Jemmy Ringkuangan : Ekonomi Sulut Tangguh dan Ekspansif, Inflasi Tetap Jadi Perhatian Utama Dan Kemiskinan Turun

29 April 2026 - 23:05 WITA

Trending di Ekonomi