Manado, Sulutnews.com – Untuk membangun kualitas pendidikan dan Sumber Daya Manusia ( SDM) di Sulut kedepan terutama menuju Indonesia Emas 2045 ( 20 tahun lagi) perlu pembenahan proses belajar mengajar dari Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD) , Taman Kanak Kanak ( TK) hinga SMP dan SMA/SMK serta Sekolah Sederajat.
Tanpa kita lakukan pembenahan pendidikan sejak PAUD maka sulit kita bisa dapat siswa berkualitas, berkarakter dan SDM yang ungul kedepan.Selain itu kualitas guru guru harus baik dan perbaikan sarana dan prasarana. Bahkan Literasi dan Numerasi yang masih rendah bisa teratasi kedepan.
Hal tersebut dikatakan Prof Dr Ir Grevo Gerung M.Sc Staf Khusus Gubernur Sulut Bidang Pendidikan dalam acara ” Bacirita Potret Pendidikan Sulut” dilantai VI Ruang Rapat Staf Khusus di Kantor Gubernur Kamis (30/4). Acara Bacirita ini dihadiri sejumlah Jurnalis Sumikolah Sulut dan ini dilakukan berkaitan dengan Hari Pendidikan Nasional ( Hardiknas) Sabtu 2 Mei 2026 besok di Sulut.
Gubernur Turut Memantau
Dalam acara tersebut Gubernur Sulut Yulius Selvanus sempat hadir dan menyalami Jurnalis Sumikolah Sulut disaat sementara Bacirita ( dialog) .Namun beberapa menit langsung pamit dan minta lanjutkan dialog oleh Prof Grevo Gerung.
Dalam Bacirita sekitar dua jam turut dibahas juga rendahnya Literasi dan Numerasi, serta ada sekitar 39 ribu warga Sulut putus sekolah dari semua jenjang pendidikan, Plt puluhan Kepsek SMA, SMK dan SLB serta Tes Kemampuan Akademik ( TKA) dan SNBP 985 Siswa lolos PTN serta memasuki SPMB tahun 2026 dan Program Pramuka dan Revitalisasi 85 lebih SMA dan SMK serta SLB tahun 2025 serta siswa ADEM dari daerah Terluar, Terdepan dan Tetingal ( 3 T)
Menurut Prof Grevo Gerung yang juga menjabat Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Sulut itu, bila kita membangun pendidikan sejak PAUD itu pasti kualitas siswa hinga SMA dan SMK akan baik. Termasuk masalah karakter siswa itu harus sejak usia dini. Bukan nanti sudah di SMA dan SMK.
Sebagai Staf Khusus Gubernur tentunya Pemda Sulut menangani SMA, SMK dan SLB. Namun kita ingin kolaborasi dengan 15 Kabupaten dan Kota yang punya kewenangan mengurus sekolah PAUD, TK, SD dan SMP. Dengan kolaborasi bersama untuk majukan pendidikan terutama kualitas pembelajaran agar siswa berkualitas dan kita bisa dapat SDM ungul ditahun tahun mendatang.
” Kolaborasi membangun sektor pendidikan penting antara Pemda Sulut dan 15 Pemda Kabupaten dan Kota” kata Gerung yang juga Meraih Master ( M.Sc) dan Doktor dari Salah Satu Universitas di Jepang.
Dikatakan adanya 39 ribu warga Sulut yang putus sekolah disemua jenjang pendidikan baik dari SD, SMP hinga SMA dan SMK itu masalah kita bersama atasi.
Karena penyebab kita harus ketahui apakah ekonomi atau karena jauh dari sekolah tempat tingal dan faktor lain.” Masalah ini harus ada kolaborasi semua pihak termasuk 15 Kabupaten dan Kota” tambah Grevo.
Bahkan rendahnya Literasi dan Numerasi di Sulut itu juga perlu kolaborasi semua pihak agar bisa diperbaiki. Sejak PAUD hinga SMA dan SMK kita harus benahi.
Masalah Tes Kemampuan Akademik ( TKA) SMA dan SMK yang masih rendah juga tahun 2025 yang pertama kali dilakukan itu juga harus menjadi perhatian. Dan ini harus juga dibenahi kualitas siswa sejak dari PAUD, SD dan SMP. Bukan nanti di SMA atau SMK.
Begitu juga siswa yang lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi ( SNBP) masuk Perguruam Tinggi Negeri ( PTN) ada seskitar 985 siswa Eligible. Tapi kita belum berpuas diri karena dilihat dari jumlah cukup banyak siswa Eligible.
Kita juga terbatas masuk Fakultas Kedokteran Unsrat biasanya dari luar banyak karena juga banyak sertifikat Internasional yang mereka ikut.
Sementara di Sulut kurang. Kedepan perlu dibenahi ikut kegiatan lomba ditingkat Internasional meski kendala tiket mahal dari Sulut.
Untuk Sistim Penerimaan Siswa Baru ( SPMB) 2026 diharapkan ikut aturan agar tidak ada masalah. Dan nilai TKA siswa baru harus diperhatikan” Kita berharap TKA tidak ada masalah dan jangan ada titipan dari siapan” kata.Menyingung Revitalisasi itu baik karena berdapak pada kualitas belajar. Kalau sekolah rapih bersih gedung baik dan peralatan juga baik guru dan siswa betah disekolah” Saya 11 tahun kuliah di Jepang sangat betsih dan rapih sekolahnya” ujar Prof Grevo Mantan Wakil Rektor 1 Unsrat.

Foto – Suasana Bacirita Pendidikan Sulut Prof Grevo Gerung dan Jurnalis Sumikolah Sulut
Kepsek Devinitif Sementara Berproses
Sementara itu terkait masih ada 60- an Plt Kepsek SMA dan SMK serta SLB, Prof Grevo mengatakan, Kadis Dikda sudah berikan nama calon Kepsek untuk diperiksa satu persatu” Kita ikut aturan untuk didefitifkan Kepsek melibatkan BPMP dan BGTK Sulut” kata Prof Gerung yang juga Mantan Dekan Fakultas Kelautan dan Perikanan Unsrat Manado
Akan ada asestmen semua calon Kepsek. Tidak ada interfensi atau titipan siapa saja Guru bisa memberanikan diri menjadi Kepsek dan ikut semua persyaratan.” Mereka yang lolos assestmen yang jadi Kepsek” katanya.
Soal waktu itu lagi dicari waktu yang tepat apa bulan Mei? Atau tahun ajaran baru karena Plt Kepsek akan tanda tangan Ijazah” Tingal tungu waktu tepat,” ujar Gerung. Gerung juga mengatakan akan dipertimbangkan Guru guru atau calon Kepsek yang memiliki sertifikat yang diperperoleh diluar tugas sebagai guru.
Menjawab yang lain, Grevo minta Siswa Afirmasih Pendidikan Menengah ( ADEM) dari 3 T harus diperhatikan oleh tujuh SMA dan SMK di Kota Manado. Mereka harus didorong belajar baik dan bisa menjadi siswa berprestasi” Soal biaya makan minum dan transportasi harus transparan karena itu dari pusat” kata Prof Grevo
Pramuka Bangun Karakter
Dalam bagian lain, Prof Grevo mengatakan untuk membangun karakter siswa kita akan lakukan lewat Pramuka. Semua 15 Kabupaten dan kota kita aktifkan gerakan pramuka karena itu juga membentuk pendidikan Karakter siswa sejak usia dini .Sekolah sekolah kita giatkan pramuka” Saya optimis dengan pramuka kita bisa menciptakan generasi muda cerdas tetapi berkarakter baik” tegas Grevo yang akan segera dilantik sebagai Ketua Kwarda Gerakan Pramuka dalam waktu dekat.
Dalam Bacirita hadir Jurnalis Sumikolah Sulut Ketua Fanny Waworundeng Ketua, Frangky Supit Sekretaris dan Bendahara Arnold Yohanes dan sejumlah Anggota Ferry Timimomor, Buffer Turangan, Ariff Pangkey, Supryadi , Jurfry Marentek dan beberapa teman. Acara Bacarita berlangsung santai tapi serius.(Fanny)







