Manado, Sulutnews.com – Gubernur Sulut Yulius Selvanus SE Selasa (22/4) dikantornya melantik 21 Staf Khusus untuk membantu roda pemerintahan lima tahun kedepan.
Dari data yang ada ada Mantan Pejabat Pemprov Sulut Drs Ferdinand Mewengkang yang menjadi Koordinator Staf Khusus yang juga Kade Gerindra Sulut. Dan Dr Ir Lucky Longdong M.Ec Mantan Kadis Perkebunan Sulut.
Ada juga mantan Kepala Daerah Drs Max Lomban M.Si bekas Walikota Bitung kader Nasdem dan Malina Moha Siahaan Mantan Bupati Bolmong yang juga Kader Golkar.
Kemudian ada juga dua Guru Besar Prof dari Unsrat yakni Prof Dr Grevo Gerung M.Sc Mantan Wakil Rektor I Unsrar dan Prof Dr Benny Pinontoan M.Sc Mantan Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Unsrat Serta Dr Magdalina Wulur SE Dosen Fakultas Ekonomi Unsrat.
21 Staf Khusus yang akan membantunya dalam menjalankan program strategis pemerintahan itu akan bekerja selama lima tahun untuk mendukung
Penunjukan staf khusus oleh Gubernur adalah bagian dari upaya memperkuat struktur pendukung pemerintahan yang dipimpin Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Viktor Mailangkay lima tahun kedepan 2025 hinga 2030.
Para staf khusus yang ditunjuk berasal dari berbagai latar belakang, termasuk akademisi, praktisi hukum, politisi, pengusaha, pensiunan Polri, mantan Kepala Daerah mantan anggota DPRD, birokrat, dan tokoh masyarakat.
Mereka akan bertugas di berbagai bidang, seperti pemerintahan, kebudayaan, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, olahraga, pariwisata, hukum dan HAM, serta kesatuan bangsa.
Menjadi Jembatan
Gubernur Yulius Selvanus dalam sambutannya mengatakan bahwa penunjukan staf khusus ini bertujuan untuk mempercepat realisasi program-program prioritas daerah kedepan.
Menurut Gubernur kita membutuhkan akselerasi dalam pemerintahan. Para staf khusus ini akan menjadi jembatan antara Gubernur dan masyarakat, serta memperkuat koordinasi lintas sektor””Jadi penting staf khusus” ujar Gubernur
Selain itu juga Staf Khusus juga akan berperan dalam mengawal visi dan misi Gubernur, serta memastikan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan berbagai pihak terkait. Dengan adanya tim ini, diharapkan Sulawesi Utara dapat semakin maju dalam berbagai aspek pembangunan dan pelayanan publik agar Sulut Maju Sejahtra dan Berkelanjutan bisa tercapai.
Prof Dr Benny Pinontoan M.Sc salah satu guru besar Unsrat yang menjadi Staf Khusus kepada Sulutnews.com Rabu (23/4) pagi mengatakan dirinya siap memberikan masukan berbagai hal bersama staf khusus yang lain. Kita tetap membantu Pemda Sulut sesuai bidang . Namun tentunya masukan akan disampaikan kepada Gubernur dan pak Gubernur yang menentukan apakah masukannya bisa dilaksanakan atau tidak.
Prof Benny Pinontoan yang juga ahli Matematika dari Fakultas MIPA Unsrat itu berterimah kasih atas kepercayaan menjadi Staf Khusus. Ini tentunya harus lakukan tugas dengan baik.
21 Staf Khusus
Drs Ferdinand E.M Mewengkang Pemerintahan dan Pengembangan SDM/Koordinator Staf Khusus.
Terdapat nama mantan birokrat Sulut lulusan Lemhanas dan Akademisi. Berikut Daftar Nama Stafsus Gubernur Sulut yang dilantik :
- Drs Ferdinand E.M Mewengkang : Urusan Pemerintahan dan Pengembangan SDM/Koordinator Staf Khusus
- Max Lomban : Urusan Kebudayaan
- Prof Grevo Gerung : Urusan Pendidikan
- Dr. Fiko Inga, S.IP., M.SI : Urusan Politik dan Kebijakan
- Prof Benny Pinontoan : Urusan Pembangunan Sumber Daya Alam
- Recky Harry Langie : Urusan Investasi
- Dr Magdalena Wullur, SE, MM.,MAO, CMILT : Perencanaan Pembangunan.
- Olvie Limpele : Sosial Kemasyarakatan/Kerohanian
- Fariest Soeharyo : Kepemudaan
- Herold V Kaawoan : Pemberdayaan Masyarakat
- Marlina Moha Siahaan : Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak.
- Samuel Patabang : Ekonomi dan Pembangunan
- Daniel Duma : Pertambangan dan Energi
- Christian Yokung, S.Kom : Olahraga
- Ir Johan Victor Malonda : Perhubungan
- Dr Devi Malalantang : Pariwisata
- Reza Sofian, SH : Perikanan dan Kelautan
- John Sada, SH.,MH : Hukum dan HAM
- Nurjanah Seliani : Hubungan Antar Lembaga
- AKBP Purn Tommy Lahama : Kesatuan Bangsa
- Dr Ir Lucky Longdong M.Ec : Bidang Pertanian
Reporter : Fanny Waworundeng







